Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab.28 Seperti Orang Lain


__ADS_3

"Assalamualaikum,,,ibu Khanza pulang!"


"Waalaikum salam !"


"Nak sudah pulang,ibu menerima uluran tangan Khanza yang hendak menyalaminya.


"Khanza kekamar dulu ya bu,ganti baju ,bau acem,"Khanza mencium ketiaknya seakan-akan bau.


"Ibu hanya melihat tingkah anak gadisnya hanya geleng-geleng kepala.


"Masak apa bu hari ini?"tanya Khanza setelah keluar dari kamar dengan tampang yang lebih segar.


"Masak kesukaan kamu(telor ceplok masak kecap dengan banyak irisan bawang bombay),"ucap ibu yang sedang menyendok nasi untuk Khanza.


"Wah enak nih ,makasih ya bu. Cup!"Khanza mencium pipi sang ibu. Ibu pun yang dicium Khanza tersenyum lalu membelai sayang pipi sang putri.


"Dah cepetan makan,sudah siang,memang kamu gak lapar?"tanya sang ibu.


"Laper lah bu,apalagi tadi pagi karena terlalu pagi berangkatnya ibu tidak membungkuskan Khanza bekal".


"Besok-besok kamu berangkat naik angkot saja nak kalo begitu jadi ibu masih sempat bungkuskan bekal buat kamu".


"Tapi lumayan bu ikut kak Andre jadi ngirit ongkos,hehe!"


"Ada-ada aja kamu nak,tetap ya gak mau rugi. Tapi jangan sering merepotkan om mu nak".


"Ya bu!


"Loh nak kenapa mata kamu merah itu?"tanya ibu yang baru sadar mata putrinya tampak memerah.


"Ini bu tadi ada anak disekolah yang bawa motor tapi asap knalpotnya banyak sekali,kebetulan juga jaraknya tidak jauh dari Khanza. Ini mata memerah karna Khanza kucek-kucek bu,"jawab Khanza yang tidak sepenuhnya bohong. Dia sudah menduga ibunya akan menanyakan kenapa matanya merah seperti Salsa ketika dia pulang.


"Oalah ada-ada aja temen kamu itu nak,iseng banget sepertinya sampai memainkan knalpotnya.


"Iya iseng banget emang tuh orang,"jawab Khanza menggebu-gebu.


"Ya sudah cepat habiskan makannya,ibu tinggal kebelakang dulu. Ibu kalo ngobrol terus kapan selesainya kerjaan ibu dibelakang.


"Nanti kalo Khanza sudah selesai Khanza bantu kerjaan ibu,sekarang ibu temenin Khanza makan,tidak enak makan sendirian disini."


Mau tidak mau ibupun menemani Khanza makan. Memang makan sendiri rasanya tidak lain halnya jika banyak teman makannya,makan akan terasa nikmat malah kadang menambah nafsu makan.


"Oh ya bu minggu depan sudah mulai ada bimbingan belajar disekolah. Seluruh siswa wajib mengikutinya. Jadi mulai minggu depan Khanza akan pulang sore karena bimbingan belajarnya diadakan setelah jam belajar normal selesai.


"Wah gak berasa ya nak kamu sebentar lagi lulus,perasaan rasanya baru kemarin kamu memaki aktribut MOS berangkat sekolah dengan diantar ayahmu tau-tau dah mau lulus saja. Sebentar kamu akan masuk universitas,"ucap ibu dengan nampak berkaca-kaca matanya.


Khanza yang melihat ibunya hampir menangis jadi ikut sedih. Ibu,,,!"Khanza menggenggam tangan ibunya karena merasa sedih ibunya berkata demikian.


"Kamu sudah memutuskan akan kuliah dimana nak?"tanya ibu.

__ADS_1


"Khanza ingin kuliah guru bu,tapi kuliah khusus Taman Kanak-Kanak,entah mengapa Khanza suka sekali pada anak kecil makanya Khanza memutuskan kuliah PGTK bu.


"Ibu mendukung saja setiap cita-cita kamu,apalagi niat mu begitu mulia. Tidak gampang nak mengajar anak kecil itu,butuh kesabaran ekstra.


"Iya bu Khanza sudah memikirkan hal itu.


"Tapi tetap kamu berkomunikasi dengan ayahmu nak,biar bagaimanapun dukungan dari kedua orangtua tetap diperlukan agar kita tidak salah dalam melangkah.


"Pasti bu,bila waktunya enak,Khanza akan berkonsultasi sama ayah. Wah bu makan sambil ngobrol gini gak berasa ya,tau-tau dah habis aja nih nasi,haha."


"Makanya kamu minta ditemenin kan makannya".


"Iya bu gak enak sendiri,gak nafsu,lain cerita kalo makan nanti personil sudah komplit,ditambah sekarang ka Andre."


"Om nak,dia tuh om kamu,masa panggilnya kakak -kakak mulu sih.


"Habis ka Andre tuh gak pantes dipanggil om,masih muda gitu,kayak oppa-oppa korea. Om tuh kalo dah tua,gendut lagi. Badan ka Andre kan bagus,walaupun agak kurus,ganteng lagi.


"Hush kamu!kayak sama siapa aja mujinya,om kamu itu loh dia. Orang lain denger bisa beda perpepsi kalo kamu muji-muji kayak gitu.


"Tapi emang bener kok bu ka Andre tuh ganteng,mirip artis korea Gong Yoo kalo bukan saudara mungkin sudah Khanza sikat bu.


"Ada-ada aja kamu nak. Kalo om kamu dengar bagaimana tuh?"


"Hehe,,,jangan atuh bu makanya ngomong ini cuma ada kita berdua."


"Oh ya memang ibu ada kerjain apa sih yang belum kelar?"


"Ya udah cucian ibu Khanza aja yang angkat sekalian nanti Khanza setrikain ya bu"


"Aduh makasih sayang,anak ibu rajin dan pengertian,bakal jadi istri idaman nih nanti."


"Ibu bisa saja ah,Khanza masih sekolah dah ngomong-omongin jadi istri aja."


"Itu kan nanti bukan sekarang,tugas kamu sekarang sebagai pelajar ya belajar,dah ah nanti keburu sore kalo kita ngobrol terus."


"Haha iya bu,ya udah ibu hati-hati dijalan!"


"Iya sayang.


**


Khanzapun pergi kehalaman belakang untuk mengangkat cucian yang telah kering lalu dimasukkannya baju-baju itu kedalam keranjang laundry. Lalu diapun mulai menyiapkan peralatan untuk menyetrika baju-baju anggota keluarganya. Karena keluarga Khanza bukan dari kalangan 'berada',tidak menggunakan jasa asisten rumahtangga,jadi tiap-tiap pekerjaan rumah tangga menjadi tugas seluruh anggota keluarga.


Ditengah-tengah kegiatan menyetrika itu tanpa memperhatikan tangannya mengambil pakaian.


"Ini punya siapa?Khanza mengangkat kain segitiga pengaman yang dia tahu itu bukan milik ayah apalagi miliknya Abyan adiknya. Seketika pipinya bersemu ketika baru mengingat siapa pemilik underwear tersebut.


"Astaga mikir apa sih aku tuh!" Segera saja Khanza memasukkan underwear tersebut kedalam keranjang pakaian kembali lalu dia menyetrika pakaian yang lain. Dia berpikir lain kali akan lebih berhati-hati ketika akan mengangkat jemuran. Pantas aja tadi kok ada jemuran pakaian yang digantung terpisah,"batin Khanza.

__ADS_1


Setelah selesai menyetrika,Khanza meletakkan pakaian yang telah dia pisah-pisah siapa pemiliknya lalu memasukkan kedalam lemari tapi tidak untuk pakaian kedua orangtuanya. Pakaian itu diletakkan diatas kasur sang orangtua,lain halnya dengan pakaian adik langsung dimasukkan kedalam lemari miliknya. Kali ini ada tambahan pakaian omnya yang dia letakkan diatas kasur sang adik,karena omnya itu tidur bersama adiknya Abyan.


"Ah akhirnya kelar juga ,"gumam Khanza sambil merentangkan tangannya karena merasa pegal .


Karena merasa lelah setelah menyetrika baju-baju anggota keluarganya ditambah pakaian Andre,dia memutuskan beristirahat sejenak dikamarnya namun tak lama diapun tertidur saking lelahnya.


Ceklek


"Assalamualaikum,"ucap ibu mengucapkan salam. Kemana nih Khanza,"batin ibu salamnya tidak membalas.


"Khanza,,,nak,,,!


Ceklek,ibu membuka kamar Khanza lalu melihat kedalam,ternyata sedang tidur. Pantesan dipanggil-panggil gak jawab kamu nak,taunya tertidur."


Ibu pun melihat jemuran baju-baju dibelakang telah diangkat bahkan sampai sudah disetrikanya. Beruntungnya mempunyai anak yang tanpa disuruh mau membantu ibu,batin ibu.


Karena sendirian sedang Khanza tengah tertidur,ibu akhirnya memilih memasak untuk makan malam nanti.


**Malam harinya.


Anggota keluarga telah berkumpul dimeja makan termasuk Andre.


"Gimana hari pertama kerja Ndre?,"tanya ayah.


"Baik om,semunya lancar alhamdulillah walaupun masih menyesuaikan diri jobdesk Andre,masih butuh bimbingan dari para senior. Sejauh ini juga mereka baik-baik ,terbuka pada Andre orang baru.


"Alhamdulillah kalo memang semuanya lancar-lancar saja.


"Kamu tadi pulang sekolah naik apa dek?


Pertanyaan Andre pada Khanza membuat ayah dan ibu saling pandang memandang,menyiratkan tentang kebenaran omongan ibu Ratna dulu pada sang suami.


"Naik angkot seperti biasa.


"Sabar yah,gajian pertama kakak nanti kakak belikan motor sesuai janji kakak kemarin.


"Uhk,,Uhk,,,ayah dan ibu seketika tersedak makannya.


"Ayah,ibu apa-apaan sih masa tersedak aja bisa barengan sih,"ucap Khanza. Pelan-pelan makannya yah,bu!.


"Aku juga mau dong om dibeliin motor juga,"seru Abyan sambil mengacungkan tangan.


"Iya,,,nanti ya ,kakak kamu dulu,kasian kalo naek angkot terus. Lagian juga kamu tiap hari ikut sama ayah berangkat sekolahnya."


"Jangan Ndre,uang gajian buat kebutuhan kamu,ditambah kamu juga harus memberi buat keluargamu di Yogyakarta. Atau uang bisa kamu tabung untuk modal menikah nanti,"ucap ayah.


"Uhk,,,uhk,,,Andre tersedak mendengar ucapan ayah Khanza yang saat itu baru saja menelan makanannya.


Bersambung

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan like,vote dan komen.


__ADS_2