
Peristiwa di dalam toilet
Angel mendorong kasar pundak Khanza masuk ke dalam toilet.
"Ngaku sama gw,baju seragam siapa yang lo pake ini,"tanya Angel sambil menarik kasar baju sehingga dua kancing bagian atasnya terlepas.
"Seragam punya Lintang kan,tanya Angel sekali lagi.
Khanza tertunduk dalam sambil terisak seraya menggelengkan masih berusaha tidak mengakuinya.
"Bebal juga lo jadi orang,ditanyain diem aja cecar Angel.
"Tau lo,dah ngaku aja,huh,,,Fifah menoyor kepala Khanza yang sedang tertunduk itu.
"Ternyata elo gak bisa ya dikasih tau bae-bae,huh "kesal Angel menarik paksa seragam yang Khanza gunakan sehingga kancing-kancing ikut terlepas.
"BUKA,,,
"Gak Ngel,,,jangan,,,tolak Khanza dengan menggelengkan kepalanya kekanan dan ke kiri seraya semakin berderai airmata.
"BUKA,,,gw bilang,,,lo gak berhak pake ini,sambil tangan Angel membuka paksa seragam dan hampir memperlihatkan pundak dalam yang otomatis 'pengaman atasnya pun terlihat jelas.
Angel masih saja menarik paksa seragam tersebut tanpa perduli jika 'dalaman atas' Khanza yang berwarna merah itu terlihat bahkan bulatan penuh d*da* nya semakin jelas terlihat.
Fifah yang hanya tersenyum mengejek sambil bersedekap tangan didadanya.
"Jangan Ngel ku mohon jangan ini sama saya,Khanza terisak memohon sambil kembali menyatukan baju yang kancing-kancingnya telah terlepas sempurna.
"Lo bisa pake baju gemb*l lo itu yang emang pantes bwt elo,ucap Angel sambil menarik tangan Khanza yang sedang menutup dad*nya terlihat itu.
__ADS_1
"Siram lagi Fif bajunya,gak guna kayaknya klo belum kita basahin kayak tadi,suruhnya Angel pada Fifah.
Byur,,,,Fifah mengguyur Khanza dengan seember penuh air.
"Hap,,,hap,,,Khanza gelagapan karena guyuran air tersebut.
"Ha,,,ha,,,ha,,,tawa keras Angel dan Fifah.
"Ma*mpus lo,"Fifah.
BRAKKK
"KHANZA,,,ya tuhan,,,histeris Lintang melihat keadaan Khanza.
Khanza terlihat sangat menyedihkan dengan rambut kusut,posisi baju dengan kancing yang sepenuhnya terbuka dan memperlihatkan 'dalaman atas' serta baju yang basah kuyup.
Rahang Lintang tampak mengetat dengan kedua tangan mengepal,mukanya tampak memerah menahan kesal menghadap kearah Angel dan Fifah.
Mereka (Angel dan Fifah) tertunduk tubuhnya bergetar tidak berani melihat Lintang yang pada saat itu tengah memandang tajam kearah mereka.
"Udah gw duga pelaku penyiraman tadi pagi itu elo berdua,tunjuk Lintang. Dan sekarang kalian gak bisa mengelak lagi. Jika kalian laki-laki mungkin gw udah pukul kalian,,,
"Pergi kalian dan jangan pernah mengganggu Khanza apalagi sampai menyentuh walau itu seujung kukupun,,,
"PERGI,teriak Lintang mengusir Angel dan Fifah. Lalu memutar kembali tubuhnya kearah,namun begitu melihat Khanza Lintang memalingkan mukanya karena dia tersadar keadaan Khanza yang kacau dengan seragam nyaris terbuka dan memperlihatkan 'dalaman atas' Khanza.
Tubuh Lintang menegang seketika melihat pemandangan yang membuat syah*at lelaki terpancing. Untuk sebagai lelaki yang masih mengedepankan akal sehat Lintang memutuskan memutar kembali tubuhnya membelakangi Khanza.
"Hm,,,maaf Lintang sebaiknya elo cepetan pake dan kancingan seragam lo,abis itu di double lagi aja sama baju bekas tadi pagi biar terlalu nyeplak,"ucap Lintang tidak enak hati.
__ADS_1
Seketika Khanzapun tersadar akan kondisinya yang sangat memalukan baginya. Khanza dengan tergesa-gesa memakai kembali seragamnya dan lupa pula melapisinya dengan seragam tadi pagi yang telah kotor.
"Hmm,,,sudah,"tanya Lintang gugup tetapi masih di posisi membelakangi Khanza.
"Sudah,"jawab Khanza lirih.
"Lintang pun memutar kembali tubuhnya kearah Khanza. Sesaat memandang Khanza lekat lalu kemudian mendekat kearah Khanza.
Deg,,,
Tangan Lintang terulur merapihkan rambut Khanza dan menyelipkan ditelinganya.
Tubuh Khanza menegang seperti mendapat perlakuan Lintang yang tak terduga.
Lintang pun tersadar akan sikapnya yang spontan.
"Ah,,,maaf ucapnya namun masih memandang lekat wajah dan posisi yang masih dekat. Perlahan Lintang menipiskan jaraknya dengan Khansa,bahkan dengan posisi semakin intim.
Jantung Khanza berdetak semakin kencang apalagi saat melihat tatapan Lintang yang terlihat tak biasa.
Lintang kemudian memiringkan wajahnya.
Bersambung
Mohon dukungannya dengan komen,like dan vote.
Love You
Author.
__ADS_1