Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 85


__ADS_3

Setelah di sidang dan memberikan pengakuan serta janjinya pada kedua orangtuanya,Khanza melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


"Kenapa aku gak bisa tegas yak sama Lintang?"monolognya dalam hati dengan matanya menerawang ke langit-langit kamarnya.


Hari ini adalah hari sabtu,waktu yang biasa Khanza gunakan untuk bersih-bersih,diantaranya menyikat sepatu sekolahnya. Tapi karena kejadian barusan,dia menjadi malas melakukan rutinitas hari libur.


Untuk mengusir kejenuhan Khanza memutuskan membersihkan dan merapihkan kamarnya saja yang semalam dia tinggalkan.


Hal yang pertama Khanza lalukan adalah memyapu lantai kamarnya api setelah dipikir-pikir lagi untuk itu dia memerlukan sapu ijuk sedangkan keluar kamar,dia segan. "Aku telepon Byan aja deh kalo gitu,"monolognya.


*Adek memanggil


Adek berdering*,,,


[,,,,,,,,,,,,]


"Ambilin kakak sapu ijuk dong!"


[,,,,,,,,,,,,]


"Ya Allah dek,kakak minta tolong ini."


[,,,,,,,,,,,,]


"Kakak kasih kamu uang jajan deh!"

__ADS_1


[,,,,,,,,,,,,]


"Tumben biasanya kamu gercep (gerak cepet) kalo urusan duit? Ada apaan?"


[,,,,,,,,,,,]


"Tolong lah dek,please!!!"


[,,,,,,,,,]


"Makasih adek tercuinta,,,,."


[,,,,,,,,]


"Haha,,,,."


Tidak sampai 3 menit,pintu kamar diketuk dari luar,"kakak,,,ini sapu ijuknya nih!"teriak Abyan.


"Astaga Abyan bisa gak sih gak usah teriak-teriak,"ucap Khanza setelah membuka pintu kamarnya.


"Hehe,,,"cengir Byan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Mana uang jajannya?"Tagih Abyan menjulurkan tangannya pada sang kakak seperti Pak Ogah saja. Untung Abyan tidak menyebut,'cepek dulu dong!"


"Nanti,"jawab sang kakak santai,lalu mulai menyapu pojok lemari kemudian kolong tempat tidur,mengabaikan sang adik yang sudah mulai terlihat bosan.


"Mana ka uang jajannya?"ucap Byan mengulurkan tangannya kembali.

__ADS_1


"Sabar atuh dek. Kakak belum selesai nyapu ini."


"Buruan ka,Byan lagi nyuci mobil ayah ini. Nanti keburu ayah sadar kalo Byan ada disini."


"Wah banyak juga kerjaan kamu pagi ini. Dapat banyak dong duit tip nya?"ucap Khanza yang tahu sifat sang adik tercinta yang selalu mengharap imbalan jika disuruh melakukan sesuatu.


"Hehe,,,kakak tahu aja. Tapi dari Ayah kecil,cuma goceng. Kalo om Andre baru lumayan,dapat tambahan kuota,"ucap Byan memainkan alisnya turun naik.


"Kamu disuruh apa sama Ka Andre?"tanya Khanza yang sudah menyapunya dekat dengan Byan.


"Disuruh cuci motor juga tadi duluan sebelum Ayah. Makanya Byan sebenarnya cape banget nih. Belum kelar cuci mobil Ayah,kakak juga ikut-ikut minta ambilin sapu sama Byan. Padahal tinggal keluar aja,apa susahnya sih!"


"Kamu tuh dek,kakak suruh juga kan gak gratis. Ada ongkos jalannya. Btw tadi kamu bilang cuci motor om Andre pagi,jam berapa?"tanya Khanza penasaran.


"Tadi sebelum kakak pulang dari rumah temen kakak. Gak lama kakak masuk,Byan juga selesai cuci motornya."


"Kamu cuci motornya dimana?"Khanza penasaran.


"Disamping rumah."


"Kak Andre?"tanya Khanza mulai merasa hati nya tak tenang.


"Maksudnya Byan gak ngerti apa maksud kakak."


"Iya kak Andre dimana waktu cuci motornya?"tanya Khanza yang mulai kesal pada adiknya.

__ADS_1


"Yak sama Byan lah disamping rumah. Tapi om Andre cuma sesekali bantuin Byan. Selebihnya semuanya Byan yang kerjain,"ucapnya membanggakan diri.


Deg,berarti kak Andre lihat aku dong sama Lintang tadi didepan?


__ADS_2