Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 58


__ADS_3

Pak Fahri (suami bu Ratna) menegakkan setengah badan,menyandarkan tubuhnya dikepala kasur. Kesadaran belum sepenuhnya terkumpul,namun untuk urusan orang tercintanya,dia sepenuhnya sadar.


"Kenapa bu?"tanya Pak Fahri melihat disudut mata istrinya tergenang airmata cemas. "Maafin Ayah ya!"ucapnya meraup kedua tangan istrinya. "Ayah ketiduran tadi pas habis makan,saking kenyangnya habis sepiring penuh makan masakan ibu"ucapnya jujur,namun ada rasa sesal karena dia tertidur sementara istrinya sedang berada diluar yang dia tahu dilakukannya istrinya membantunya mencari tambahan penghasilan.


"Kok Ayah minta maaf? Emang Ayah salah apa?"tanya Ibu tidak mengerti.


"Ayah enak-enakan tidur sementara ibu diluar mengambil hasil jualan kue,panas-panasan,cape lagi."


"Tapi Ibu seneng kok Yah!"ucap Ibu sambil tersenyum tulus.


"Tapi kok Ibu nangis? Ayah kan jadi bingung dimana salah Ayah"ucap Ayah masih dengan bersikap cemas. Terlihat sekali gurat kecemasan dan kekhawatiran tercetak diwajah tampannya yang masih terlihat walaupun sudah berkepala 5.


Grep! dengan tiba-tiba bu Ratna memeluk erat tubuh sang suami. Pak Fahri yang tidak siap mendapat serangan pelukan dari sang istri,tubuhnya sampai terhuyung kebelakang,namun pelukan sang istri dibalas tak kalah erat olehnya.

__ADS_1


Sang suami masih menikmati pelukan sang istri tanpa berniat mengurai pelukannya dan bertanya pada sang istri penyebab dia bersikap demikian.


Setelah dirasa cukup memberi waktu bagi sang istri menyalurkan emosinya,Pak Fahri mengurai pelukannya lalu menatap lembut bening mata sang istri.


"Jelaskan pada Ayah kenapa?"tanya sang suami sambil mengelap cairan bening dimata sang istrinya dengan kedua ibu jarinya.


Dengan mengambil nafas pelan,ibu Ratna berkata "Ibu sayang Ayah,,,Ibu juga cinta Ayah "ucap sang istri tertunduk malu-malu.


"Ayah lebih cinta Ibu"ucapnya sungguh-sungguh,lalu bangun dari tidurnya berjalan menuju pintu dan memutar anak kunci sehingga pintupun menjadi terkunci dari dalam.


Sang suami mengulum senyum melihat kening istrinya mengernyit karena aksinya menutup pintu dan menguncinya. "Duh gemesin banget sih kamu sayang,masih polos aja seperti abg (anak baru gede),padahal sudah punya anak gadis,padahal dah kepala empat,jadi makin cinta"batin suami.


"Loh Ayah kenapa pintunya dikunci?"tanya ibu Ratna polos.

__ADS_1


Inilah salah satu membuat sang suami cinta pada sang istri sejak dulu bahkan saat pandangan pertama. Tingkah yang polos dan lugu tak lupa wajah cantik dengan lesung pipit dikedua pipinya yang sekarang menurun pada sang putri tercinta Meila Khanza Azizah namun hanya mewarisi lesung pipitnya selebihnya dominan mirip sang suami.


"Ayah habis makan"ucapnya sambil memainkan alisnya,menaik turunkannya.


"lantas kenapa kalo habis makan?"tanya sang istri masih tidak mengerti kode yang diberikan sang suami.


Cup! Sang suami mengecup pelan bibir sang istri.


"Ih Ayah!"ucap ibu Ratna malu-malu dan baru tersadar maksud ucapan sang suami.


Ucapan malu-malu sang istri membuat dirinya semakin meningkatkan hasrat bercint*nya. Lalu dengan cepat meloloskan kaos yang dipakainya,terpampanglah tubuh Pak Fahri masih terlihat gagah walaupun sudah berumur.


"Ayah,,,ini sudah sore"ucap sang istri pelan bermaksud menggagalkan keinginan bercint* sang suami walaupun tidak munafik dirinyapun menginginkannya.

__ADS_1


"Bagus dong,jadi sekalian mandi sore nanti"jawab sang suami lalu membuka tunik sang istri yang pada saat itu belum diganti sehabis dari luar.


__ADS_2