Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 103


__ADS_3

Namanya Darren Aliandra Prayoga, seorang pengusaha muda yang namanya cukup diperhitungkan dikalangan pengusaha. Terlahir dari pengusaha yang sepak terjang tidak perlu diragukan lagi, Agung Prayoga.


Dahulu Agung Group, perusahaan yang bergerak di bidang property sudah maju dan berkembang pesat tapi ditangan putra semata wayangnya, Darren perusahaan itu tumbuh menjadi banyak cabang, tak hanya bergerak di bidang property.


Darren adalah seorang duda beranak satu, yang ditinggal mati oleh istrinya sewaktu melahirkan putrinya Naura Cantika Aliandra.


Ditengah kesibukannya yang padat sebagai pengusaha, Naura acap kali dititipkan pada kedua orangtuanya terutama sang ibu Prita Lestari Prayoga.


Kurangnya perhatian dan kasih sayang seorang ibu membuat Naura menjadi anak yang tertutup dan pendiam. Hal itu menyebabkan dia cukup kesulitan dalam bergaul pada anak seusianya.


Untuk mengatasi hal itu, sang nenek memutuskan untuk mendaftarkan cucunya tersebut di Taman Kanak-kanak sekaligus Taman Bermain agar Naura bisa berinteraksi dengan teman sebayanya sehingga berharap dia tidak kesepian lagi.


Tetapi sifat dan sikap cucunya yang tertutup membuat sang Nenek cukup kesulitan sehingga sering keluar masuk sekolah yang baru. Hal itu sudah di ceritakan pada anaknya Darren sekaligus ayah Naura.

__ADS_1


Sesungguhnya sang Ibu sering menyuruh anaknya untuk menikah lagi setelah hampir lima tahun menduda, tetapi sang anak selalu menolaknya. Sebenarnya Darren saat ini sudah memiliki kekasih tetapi hubungannya dengan kekasih nya itu tidak mendapat restu dari kedua orangtuanya.


Ada alasan dibalik penolakan kedua orangtua Darren. Sebagai orang tua, Tuan Agung maupun Nyonya Prita mempunyai alasan yang jelas. Selama ini kekasih anaknya itu dinilai tidak tulus, hanya mengincar harga anaknya saja. Tetapi Darren selalu membantah alasan orangtuanya itu.


Darren seolah sudah tertutup mata hatinya. Jadilah mereka tetap menjalin hubungan walaupun ditentang orangtuanya. Darren berharap suara saat nanti orangtuanya akan luluh dan mampu merestui keduanya.


Pilihan Nyonya Prayoga untuk menyekolahkan cucunya jatuh pada sekolah elite yang merupakan salah satu tempat beliau menanam saham nya.


Seperti biasa begitu bertemu dengan orang asing Naura selalu berlindung dibelakang tubuh sang Nenek hingga kejadian tak terduga terjadi. Ada seorang guru yang terlihat masih muda mampu membuat Naura akhirnya berani menampakkan dirinya.


Seperti ada magnet yang membuat Naura berani menampakkan dirinya didepan orang asing. Dan yang membuat Nyonya Prayoga takjub, sang cucu bahkan mau di bujuk dan diajak menuju kelas yang akan ditempati Naura nanti.


Nyonya Prayoga menatap kepergian Khanza dan Naura dengan tatapan berarti.

__ADS_1


Setelah kepergian Khanza dan cucunya diapun akhirnya tersadar setelah Kepala Yayasan sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah itu mengajaknya berbicara.


"Sepertinya cucu Anda cocok yak Nyonya bersekolah disini."


"Ah iya Pak. Sebenarnya itu yang membuat saya heran sekaligus takjub Pak Kepala Sekolah,,,"


"Pak Heru, panggil saya nama saya Nyonya." Suara Kepala Sekolah memotong omongan Nyonya Prayoga karena terus memanggilnya 'Pak Kepala Sekolah'.


"Oh yak Pak Heru. Saya merasa heran dan takjub dengan reaksi cucunya saya itu. Dengan Bu Khanza akhirnya dia mau berbicara banyak bahkan mau diajak. Padahal dia bukan anak yang mudah dekat dengan orang asing loh Pak."


"Itulah keistimewaan Bu Khanza nyonya. Begitu banyak murid-murid disini yang langsung nempel padanya. Hm,,,"


"Bu Khanza masih single Pak?"tanya Nyonya Prayoga.

__ADS_1


__ADS_2