Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XVI Belajar Menjauh


__ADS_3

Memikirkan omongan ibunya kemarin sore,Khanza akhirnya akan mulai menjauh dari Lintang. Matanya menatap langit-langit menimbang alasan apa yang harus dia katakan untuk mulai menjauhi Lintang.


Sudah pukul 10 malam lebih tetapi matanya seakan menutup. Khanza masih bingung langkah apa yang harus dilakukannya. Setelah banyak berpikir akhirnya dia menemukan ide. 'mudah-mudahan dia(Lintang) belum tidur'.


[Besok tidak usah jemput,ayah mengajak saya berangkat bareng,tidak enak menolaknya,maaf ya!]


Send,,,,


Setelah mengetik hapus lalu kemudian mengetik lagi akhirnya Khanza membawa-bawa nama ayahnya untuk dia jadikan alasannya menolak berangakat sekolah bersama.


'Maafkan Khanza ayah,batinnya'.


Setelah memastikan pesannya terkirim tanpa menunggu balasan Khanza akhirnya mencoba memejamkan matanya. Dan akhirnya tertidur juga namun dia mensetel alarm agar dia bisa bangun pagi.


**


Paginya


"Loh sayang kok sudah siap,"ibu heran melihat anaknya telah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Iya bu,Khanza ada tugas yang belum Khanza selesaikan,semalam lupa,"Khanza beralasan dengen cengirannya.


"Kue-kuenya sudah kan bu,"tanya Khanza ketika ibu sedang menaruh kue buatannya kedalam boks-boks kie yang akan dia titipkan diwarung-warung sekitar juga kantin sekolah Khanza.


"Sudah nak,ini tinggal dimasukkan kedalam keranjang. Sarapan dulu nak,"ibu menyuruh Khanza sarapan ketika dia sedang mengikat tali sepatunya.


"Tidak sempat,nanti Khanza takut telat.


"Ya sudah ibu bekalkan saja ya sarapannya,nanti kamu makan kalo sudah sampi disekolah.


"Ya bu,,,"jawabnya lalu segera mengambil bekal dan keranjang kue dengan terburu-buru.


"Buru-buru amat nak,"tanya ibu heran yang melihat anaknya .


"Ojek Khanza dah didepan. Dah ya bu Khanza berangkat sekolah dulu,lalu mencium tangan ibunya.


"Loh nak,mau kemana ,"ayah bertanya pada sang anak yang terlihat terburu -buru ketika ayah baru saja keluar dari kamarnya denan handuk yang melingkar dilehernya.


Khanzapun berbalik badan untuk menyalami ayahnya dan segera berlalu meninggalkan kedua orangtuanya.


"Ada apa bu itu Khanza berangkat pagi-pagi sekali,"tanya ayah pada sang istri .

__ADS_1


"Ada tugas yang belum dia kerjakan katanya yah,mau dikerjakan disekolah saja,makanya berangkat nya pagi -pagi sekali.


"Oalah tuh anak,"ayah geleng kepala mendengar penjelasan dari istrinya.


"Tumben ya Yah,"timpal sang istri sambil tersenyum.


"Bangun Abyan bu,kebiasaan tuh anak tidak seperti kakaknya yang rajin bangun pagi.


"Maklum Yah anak cowok mah emang beda,"ibu berlalu hendak membangunkan putra sulungnya Abyan.


**


Sementara itu dikediaman orangtua Lintang.


"Ayah dan ibu sedsng berada diruang makan hendak menyantap sarapan pagi,lalu turun Lintang yang akan berangkat sekolah.


"Tidak sarapan dulu nak,"tanya sang ayah yang melihat akan pergi sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu dan juga tanpa bersalaman pada orangtuanya.


"Tau,,,kayaknya masih sempat kamu sarapan Lintang,"suruh mamah Lintang yang mengoles selai pada roti. Lagian tumben kamu berangkat pagi-pagi sekali.


"Iya nak,masih terlalu pagi kamu berangkat,mending kamu sarapan dulu,"pinta sang ayah.


"Nanti kena macet pah,"Lintang beralasan.


Baru saja sang ibu menyiapkan bekal untuk Lintang,,,


"Gak usah ayah,Lintang langsung berangkat saja


"Tuh yah lihat anak mu masih saja mendiami ibu sampai sekarang,"adu sang istri.


"Sabar ya mamah,pelan-pelan dia akan menerima kamu lagi kok. Tinggal nunggu waktunya saja.


"Iya tapi sampai kapan yah,Lintang selalu cuek dan datar tiap kali mamah mengajaknya berbicara dan memberinya perhatian.


"Sabar ya mamah,"ayah menguatkan istrinya dengan mengusap-usap tangan istrinya.


Dengan ceria Lintang yang kali ini menggunakan motornya melajukan kendaraannya menuju kediaman Khanza. Begitu sampai didepan rumah Khanza,dia melihat ayah dan adiknya akan berangkat kerja dan adik Khanza yang mau berangkat sekolah.


Lintang hanya memberikan senyuman ke mereka berdua(ayah dan adik).


"Om,,,selamat pagi.

__ADS_1


Sang ayahpun yang sedang terburu-buru akan berangkat mengajar hanya membalas sapaan Lintang tanpa bertanya maksud kedatangannya.


Diatas motor.


"Yah itu bukannya teman ka Khanza ya,lokasi sekolahnya juga sama,mau apa ya dia ,kan ka Khanza sudah berangkat tadi pagi,"sang adik Abyan bertanya pada ayahnya.


"Iya nak,itu teman kakakmu sepertinya,mau ngapain ya dia kerumah pagi-pagi,"ayah menanggapi omongan sang anak.


"Miss comunication kali yah,"abyan berlaga ngomong bahasa Inggris.


"Haha,,,sok kebarat-baratan kamu,"ayah tergelak anaknya yang berbicara dalam bahasa Inggris.


"Bukan sok ayah tapi emang Abyan pintar bahasa Inggris,emang kakak aja yang pintar sekolahnya,Abyan juga dong Yah,"Abyan menyombangkan diri.


Begitu lah mereka jika sedang diatas motor selalu berdialog dengan hangat.


"Permisi,,,"Lintang mengucapkan salam didepan pintu. Dia heran rumah Khanza begitu sepi. Kemana orang-orang pikirnya.


Ceklek


Ibu keluar dari dalam rumah.


"Loh nak Lintang kok ada disini,"geran ibu Khanza Lintang tiba-tiba saja ada didepan rumahnya. Bukannya ini jam sekolah,tapi kok dia kesini pikirnya.


"Iya,,,tante,Khanza ada tante,"tanya Lintang yang sudah merasa curiga karena perkataan ibunya Khanza.


"Khanza dah berangkat sekolah tadi pagi-pagi sekali nak Lintang,memang nak Lintang tidak tahu,"tanya ibunda Khanza.


Lintang pun merogoh ponselnya dalam kantong celananya dan melihat ada satu pesan masuk dari Khanza semalam lalu kemudian membacanya,"alisnya mengernyit membaca pesan dari Khanza. Lalu tersadar dengan pertanyaan ibu Khanza.


Oh ya sudah tante,saya jalan dulu,"pamit Lintang tanpa memberi tahu isi pesan Khanza ke ibunya.


Lalu dia melanjutkan mengendarai motornya menuju kesekolah. Disepanjang perjalanan dia masih memikirkan isi pesan Khanza yang beralasan akan berangkat bareng ayahnya tapi tadi pagi ayahnya justru berangkat dengan adiknya. Aneh menurutnya.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan komen ,like dan vote.


Love You


Author

__ADS_1


Follow me on


Ig : @cinta.dmynti


__ADS_2