Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 40


__ADS_3

Khanza hanya menggeserkan bangkunya lalu kembali memakan nasi bentonya.


"Buang bento Khanza!


"Aku lapar!Lalu kembali menyantap nasi bento itu.


"Nanti aku belikan!


"Aku mau yang ini!


"Nanti aku belikan yang sama,mau berapa kotak akan aku belikan."


Khanza lama-lama jengah dengan sikap otoriter Lintang. Dengan menahan kesal,Khanza kemudian berdiri hendak pindah dari kursi yang ditempati nya kini.


Dengan tetap membawa kotak bentonya Khanza pun mulai berjalan melewati Lintang.


"Mau kemana?"Dengan masih mencekal Lintang bertanya.


"Pergi,malas makan disini ,ada pengganggu!


"Khanza,,,!"Lintang memanggil dengan menggeram.


"APA?


Lintang mulai mendekati Khanza dan mengikuti untuk kemudian menarik lengannya. Otomatis tubuh Khanzapun hampir menempel dengan tubuh Lintang jika terhalang kotak bento yang Khanza angkat didepan badannya.


"LEPAS!!


"Tidak sebelum kamu membuang bento itu!


"Tidak baik membuang-buang makanan.


"Ya sudah kasih kucing.


Khanza memutar matanya malas mendengar ucapan Lintang. "Kamu tidak berhak melarang ataupun mengaturku,kamu bukan siaoa-siapa lagi bagiku.


"Ada,kamu masih pacar aku."


"Oh ya?Kamu lupa sama kejadian tadi,aku sudah katakan diam berarti tanda iya,lalu apa yang kamu lakukan,diamkan?"


"Oh aku tahu kamu diam karena ada Astrid disamping kamu,kamu takut diketahui oleh dia?


"Aku gak ada urusan sama dia.


"Heh,,Khanza tersenyum sinis,jawaban yang lucu."


Karena kesal melihat senyum sinis yang ditujukan padanya,Lintang dengan terpaksa merebut kotak bento ditangan Khanza laku berjalan menuju tempat sampah yang ada di sudut kelas.


Khanza tahu arah kemana Lintang membawa kotak bentonya. Dengan tubuh yang hanya sebahu Lintang,Khanza mencoba merebut kotak bento tersebut.


Lintang mengangkat kotak bento tersebut,otomatis Khanza harus berjinjit kadang melompat agar bisa merebut kotak bentonya.

__ADS_1


Lintang tertawa melihat tingkah Khanza yang menurutnya sangat menggemaskan tapi tidak dengan Khanza,dia sudah muak dengan segala tingkah Lintang yang otoriter,egois dan tentu sangat pencemburu itu.


Karena lelah akhirnya Khanza tidak lagi ingin merebut kotak bentonya. Dia juga berpikir Lintang hanya main-main saja,tidak serius akan benar-benar membuangnya.


"Cape?"tanya Lintang dengan senyum yang menyebalkan bagi Khanza.


Tanpa disangka-sangka Khanza ternyata kotak bento itu benar-benar dibuang oleh Lintang.


"LINTANG!!Khanza melangkah lebar mendekat kotak sampah hendak mengambil bentonya.


Lintang mencekal tangan Khanza yang terulur hendak mengambil kotak bento itu "aku bilang nanti aku belikan yang baru Khanza"ucap Lintang dengan penuh penekanan.


Dengan mata berkaca-kaca "Kamu jahat!Kamu egois Lintang."


Lintang hanya bersedekap dada tersenyum mendengar umpatan Khanza .


"Kamu serakah!


Lintang mengerutkan keningnya mendengar kata serakah,apa maksud Khanza mengatakan itu.


"Kamu serakah!bukan kah kamu sudah ada Astrid yang sekarang sudah jadi pacar kamu. Kenapa kamu terus ganggu aku?bukankah tadi kamu sudah menyetujuinya!"


"Apa maksud membawa-bawa nama Astrid? aku gak ada hubungan apa-apa sama dia.


"Gak ada hubungan apa-apa tapi kemana-mana selalu bersama.


"Kamu cemburu?"tanya senang Lintang.


"Khanza,,,"ucapnya dengan penuh penekanan. Aku gak suka ya kamu ngomong kasar kayak gitu! Sudah aku katakan aku gak ada hubungan apa-apa sama Astrid."


"Heh,,,anak kecil juga tahu kalo dia ada hati sama kamu,dan kamu juga meladeninya. Jadi apa namanya kalo bukan kalian berpac-----


"Mmmphh,,,(segera Lintang menarik tengkuk Khanza lalu membungkam bibirnya dengan bibirnya)


Khanza memukul-mukul dada Lintang,mencoba melepaskan bungkaman bibir Lintang namun justru Lintang merapatkan tubuhnya menekan kepala Khanza serta memperdalam ciumannya.


"Lep,,,mmh,, as!


Saat dirasa Khanza kehabisan nafas,Lintang melepaskan ciumannya.


Khanza seperti berebut mengambil oksigen dengan nafas yang masih terputus "Kamu jahat,,,"ucap dengan berderai airmata.


Lintang tahu Khanza akan melayangkan tamparan padanya,segera dicekalnya tangannya. Dengan menarik tubuh Khanza kedalam pelukannya "aku marah Khanza,aku tahu kamu waktu itu berbohong,kamu tidak ada tugas kelompok,itu cuma akal-akalan kamu untuk menghindari."


Tubuh Khanza menegang mendengar pengakuan Lintang yang ternyata mengetahui kebohongannya.


Lintang merasakan tubuh Khanza yang menegang,lalu kembali merapatkan pelukannya dengan berbisik di telinganya Lintang berkata"aku marah Khanza,aku gak terima kamu bohongin aku,bukannya minta maaf tapi kamu justru jalan sama om-om jelek itu dan dekat-dekat juga dengan Adi.


Masih dalam pelukan Lintang,Khanza berucap lirih"orang yang kamu bilang om jelek itu,om aku."


Lintang mengurai pelukannya melihat kedalam mata Khanza,melihat kejujuran dimatanya dan tersenyum lega kalo yang dikatakan Khanza itu benar. Tapi senyumnya memudar kala Khanza berkata

__ADS_1


"Om aku gak jelek,dia ganteng seperti aktor korea Gong Yoo"ucap Khanza polos dengan sedikit senyum lalu menghapus air matanya.


"Khanza,,,,


Senyum Khanza tenggelam saat mendengar bentakan Lintang dan berkata "Oh iya kita kan sudah putus,jadi kamu gak berhak larang-larang aku jalan dengan om ku yang ganteng itu.


"Sudah aku katakan,kita gak putus,se la manya. Dan kenapa aku membuang bento itu karena aku tahu bento itu dari laki-laki yang kamu bilang itu om kamu. AKU GAK SUKA!"


"Aku perduli kamu mau suka atau tidak,kamu saja jalan sama Astrid aku biasa aja.


"Astrid lagi yang dibahas,sudah aku bilang aku gak ada hubungan apa-apa sama dia."


"Bodo,,,


"KHANZA,,,


"Kenapa???Kamu mau jalan sama dia,aku gak perduli,aku juga jalan sama om aku,kamu jangan larang-larang aku.


"Oke,,,oke,,,aku gak akan jalan lagi sama dia. Kamu juga jangan jalan sama om-om jelek itu!"


"Biarin!Om aku aja tinggalnya dirumah sama dan keluarga ku,jadi bebas dong kalo aku jalan sama dia.


Lintang mengerutkan keningnya mendengar pengakuan Khanza.


Apa maksudnya om jelek itu tinggal sama Khanza dalam satu rumah,batinnya.


Khanza tidak perduli dengan keterkejutan Lintang,lalu dia memutuskan untuk kembali kelapangan.


Menyadari Khanza akan beranjak dan meninggalkannya segera saja dia mengambil tangan Khanza untuk dia genggam.


Khanza menyentak tangannya agar genggaman tangan Lintang terlepas.


Karena tak kunjung melepaskan genggamannya Khanza berkata"lepas Lintang!"


"Gak!"jawab Lintang dengan cueknya.


"Nanti teman-teman kamu lihat.


"Aku gak perduli"jawabnya enteng.


Lalu Khanza memutar otak agar Lintang melepaskan genggamannya "Nanti Astrid lihat,"ucap Khanza santai.


Dan berhasil genggaman Lintang mengendur dan kesempatan itu dimanfaatkan Khanza untuk melepaskan diri lalu dengan sedikit tergesa-tergesa meninggalkan Lintang yang masih merenung itu.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan like,vote, point serta bintang limanya ya!agar author lebih semangat lagi up babnya.


Untuk yang penasaran visual Khanza,Lintang maupun om Andre bisa lihat di story ig aku.


Follow me on

__ADS_1


Ig :cinta.dmynti


__ADS_2