Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 95


__ADS_3

Lamunan Khanza dibuyarkan karena panggilan Adi. Jika ditaman tersebut tidak ada kenangannya mungkin saat ini dia akan menghabiskan waktu istirahat nya disana.


Adi melirik jam dipergelangan tangannya,"kayaknya masuk masih lama Za,kita makan di taman belakang aja."


Khanza menghembuskan nafas pelan mendengar ajakan Adi. Baru saja dia coba melupakan pikirnya tapi ucapan Adi mengingatkannya kembali.


"Gw dikelas aja Di." Khanza menolak ajakan Adi. Biarlah dia seorang diri dikelas daripada ke tempat yang membuat dia teringat pada Lintang. Susah payah dia mencoba melupakan segala hal tentang Lintang,walaupun itu adalah mustahil karena mereka masih satu sekolah.


"Oh yak udah gw juga balik ke kelas aja deh. Gak enak disana sendirian,"putus Adi akhirnya. Padahal dia ingin berduaan dengan Khanza.


Khanza tampak diam sepanjang lorong menuju kelas mereka. Lidah Adi terasa gatal ingin mengajak mengobrol Khanza.


"Za,kita dah kayak lagi marahan,diem-dieman gini,he,,,"canda Adi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Khanza tersenyum menanggapi candaan Adi.


"Lo lagi sariawan yak Za?"canda lagi Adi karena Khanza hanya menanggapi omongan dengan senyum.

__ADS_1


"Bisa aja Lo Di." Lagi-lagi memberikan senyumnya pada Adi namun tak lama senyumnya hilang berganti wajah cemas karena dari jauh dia melihat Lintang dan kawan-kawannya.


"Hm,,,Di gw ke toilet yak. Lo duluan aja,"ucap Khanza lalu memutar tubuhnya menuju toilet. Dia berjalan cepat seperti sedang dikejar setan.


Belum Adi memberikan jawaban,Khanza sudah melesat cepat.


"Khanza kenapa? Aneh,"gumamnya. Tapi dia bawa roti sama minumnya ke toilet? Khanza,,,Khanza,,,"monolog Adi sambil berjalan sepanjang lorong sekolah.


Tak lama dia berpapasan dengan Lintang dan cs tapi tidak tegur sapa diantara. Mereka layaknya seperti orang asing.


"Jangan-jangan Khanza cuma pura-pura ketoilet, padahal sebenarnya dia mau hindari si Lintang,"batin Adi. Senyum smirk tercipta dibibir Adi membayangkan jika benar dugaannya itu.


Ketika sudah sampai di pintu kelas,Adi bersamaan dengan datangnya Salsa,kembali dari kantin.


Salsa menengok kanan kiri seperti sedang mencari seseorang. Adi yang penasaran pun akhirnya bertanya pada Salsa. "Lo cari Khanza yak?"tebaknya.


Kening Salsa mengernyit. "Dari mana si Adi tahu gw lagi cari Khanza,"batinnya.

__ADS_1


"Kenapa? Benarkan tebakan gw?"tanya Adi menaik turunkan alisnya.


"Kok Lo tahu gw lagi cari Khanza? Lo tahu dia dimana dia sekarang?"


"Tahulah. Tadi kan gw jalan ma dia ke koperasi." Sombong Adi.


Salsa memutar matanya malas mendengar pengakuan Adi yang terkesan menyombongkan diri itu.


"Terus sekarang Khanza nya dimana? Tadi katanya jalan sama Lo? Mana?"tanya Salsa sambil celingukan.


"Ketoilet tapi,,,"jawab Adi menggantung.


Salsa menunggu jawaban selanjutnya dari mulut Adi.


"Tapi kayaknya itu cuma alesan. Sambil mendekatkan diri kesamping Salsa,Adi berbisik,"kayaknya temen Lo lagi hindarin Lintang." Tampak wajah puas Adi setelah memberikan kabar itu.


"Sok tahu Lo. Baru kemarin dia malmingan di rumah gw." Salsa sengaja berkata seperti itu untuk memanas-manasi Adi.

__ADS_1


Wajah yang awalnya ceria menjadi keruh seketika mendengar pengakuan Salsa.


Sialan


__ADS_2