Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XVII


__ADS_3

Karena terlalu larut dalam memikirkan Khanza yang tiba-tiba saja bertingkah aneh Lintang tidak sadar jam masuk sebentar yang sebentar lagi.


"Sh*it,,,


" Sial gara-gara mikirin Khanza gw hampir aja telat.


Lintangpun segera melajukan motornya secepat mungkin.


Citt,,,suara ban motor yang direm paksa.


"Tunggu pak satpam,motor saya masuk ini. Lintang melihat satpam sekolah yang akan menutup gerbang segera saja menghentikannya dengan berteriak.


Sang satpampun hanya geleng-geleng kepala melihat Lintang,untung saja dia(Lintang) salah satu penyandang dana terbesar untuk sekolah ini kalo tidak mungkin dia tidak akan mau membuka pintu gerbang tersebut.


"Makasih pak,,,"ucap Lintang berlalu membawa motornya keparkiran.


"Kalau saja waktunya tidak terlambat Lintang pasti akan menyambangi Lintang di kelas. Apalagi kalo bikan ingin menanyakan alasan dia membatalkan berangkat sekolah bersama.


Dengan tergesa-gesa dan wajahnya masih berkeringat,Lintang memasuki kelasnya. Dan hampir bersamaan guru yang akan mengajar dikelasnya sudah ada dibelakangnya.


"Tumben kamu telat Lintang,"tanya guru.


"Eh iya bu,"tadi macet bu dijalan,Lintang beralasan.


"Macet apa kamu nya yang telat bangun,"guru menimpali.


"Ibu bisa aja,"jadi malu saya,"cengir Lintang menyudahi obrolan dengan gurunya,'iyain ajalah guru mau ngomong apa juga,yang penting gw gak telat,"batin Lintang.


"Awas kamu ya Khanza dah bikin aku hampir telat,"gerutu dalam hatinya.


Baik anak-anak ibu mulai pelajaran hari ini tentang,bla,bbla.


Guru tengah menjelaskan materi,dibelakangnya justru Boy teman sebangku Lintang sedang asik mengobrol dengan Lintang.


"Tumben telat lo Tang,tanya Boy siplayboynya SMA Guna Daya.


"Ckk,,,Tan,,tang lo pikir gw perkakas"protes Lintang karena potongan panggilan namanya yang nyeleneh.


"Abis apa dong,masa gw panggil lo Lin, lebih gak lucu,yang ada gw ngobrol ma elo,'hey cin,lagi apa cin' ,


"Bhaha,,,Boy tertawa pingkal-pingkal memegangi perutnya tak sadar suaranya membuat bu guru yang sedang menjelaskan materi melihat kearahnya dengan tatapan horor.


"Boy,,,!!!

__ADS_1


"I,,ya,"jawab takut Boy.


"Kamu dan Lintang saya dengar asik mengobrol,jangan pikir ibu gak tahu ya,"ucap guru marah.


"Iya bu maaf,"jawab Boy dan Lintang bersamaan.


"Lo sih,"omel Lintang.


"Sorry,,,"sesal Boy.


"Untung kita gak dihukum guru,"Lintang bersyukur tidak dihukum oleh guru.


"Gak bakal lah,secara elo kan anak emas sekolah ,si Mr . perfect,"ucap Boy entah memuji atau menyindir .


"Apaan sih," gw sama kali ma yang lain dihukum kalo emang buat kesalahan fatal.


"Serah elo dah,"ucap Boy mengiyakan omongan Lintang.


"Ehm,,,"deheman guru mengkode untuk Boy danLintang yg masih saja mengobrol.


Seketika mereka langsung terdiam begitu mendengar deheman dari guru dan mulai mendengarkan penjelasan materi dari guru dengan serius.


Skip


Sekedar info setelah jam pelajaran ibu,ada jamkos (jam kosong) ya,tetap dikelas,jangan keluar ,tunggu jam istirahat.


"Dan Lintang dan Astrid tolong setelah ini kalian kumpulkan anggota OSIS lainnya untuk rapat pergantian kepengurusan kalian.


"Baik bu,,,"jawab Lintang dan Astrid bersamaan dimana adalah mereka adalah ketua dan wakil OSIS SMA Guna Daya.


"Sial*n baru aja gw mau kekelas Khanza mumpung jamkos,ada aja halangannya,"batin Lintang.


Para pengurus OSIS pun mengadakan rapat di ruang serba guna membahas pergantian para pengurus maupun anggota OSIS karena sebentar lagi mereka lulus.


TETT,,,suara bel istirahat berbunyi dan itu terdengar juga sampai ruang serbaguna dimana saat ini mereka mengadakan rapat.


"Eh Lintang mau kemana lo,ini rapat belum selesai,"Doni sang bendahara memanggil Lintang yang begitu saja meninggalkan rapat.


"Tau mentang-mentang dah bel istrahat maen tinggalin nih rapat padahal belum kelar,"Tia sang sekretaris mencibir.


"Mungkin ketua kita sudah lapar teman-teman,"Astrid membela Lintang .


"Ehm,,,ehm,,,teman-teman serempak menggoda Astrid karena mereka tahu dia ada hati pada Lintang. Tentu saja dengan Lintang tidak pernah menganggap Astrid.

__ADS_1


Tanpa perduli protesan serta godaan teman-teman OSISnya dengan langkah terburu-buru Lintang menuju kelas Khanza.


Begitu sampai kelasnya Khanza ternyata dia nya tidak. 'Mungkin Khanza nya sudah ke kantin pikirnya".


Setelah menengok ke kelas Khanza dan dianya tidak ada,akhirnya Lintang menyusulnya ke kantin.


Sampai dikantin ternyata Khanza tidak ada juga. 'Apa gw keceptan ya tadi abis bunyi bel langsung cari dia(Khanza),ah Khanza kita dah kayak maen kucing-kucingan saja',"monolog dalam hatinya.


Karena merasa malas kembali ke kelas Khanza ,Lintangpun kembali melanjutkan rapatnya diruang serba guna.


"Gimana hasil rapatnya tadi,"tanya Lintang pada para pengurus OSIS.


"Kita-kita nunggu kamu balik dari kantin,"jawab Astrid mewakili.


"Kan sama elo juga bisa mutusin,kan elo wakilnya,gimana sih,"Lintang agak sedikit kesal,mungkin bawaan tidak bertemu Khanza padahal sudah bolak balik tadi.


Astrid yang tidak menyangka akan marah justru menyalahkan dirinya,tertunduk entah itu kesal,atau sedih.


"Ya gak bisa begitu dong,elo kan ketuanya elo lah yang mutusin hasil rapat ,kita juga gak mungkin ngeduluin elo sebagai ketua,"jawab Tia membela Astrid dengan nada suara yang tinggi.


"Terus fungsi wakil ketua apa,ngintilin ketuanya gitu,Lintang menjadi emosi karena ucapan Tia yang terkesan menyudutkannya.


"Elo napa sih abis dari kantin jadi sewot gini,lom kenyang lo,masih laper,kenapa balik kesini klo lo belum kenyang,kita-kita aja yang belum jajan biasa aja,gak sensi bawaannya,"cerocos Tia kesal mendengar bentakan Lintang.


"Udah-udah kita kan disini rapat buat ngobrolin gimana nih proses pergantian pengurusan ,siapa aja calonnya,gimana mekanisme kok jadi pada ribut sih,gimana nanti kalo dewan guru tau kita bukannya rapat malah jadi berantem gini,"Doni menengahi perdebatan antara Lintang dan Tia.


"Sekarang mending kita lanjutin rapat,gw rasa bakalan cepet kelar kok kalo kita sama-sama berkepala dingin,abis itu kita bikin laporan buat kita serahin ke dewan guru,"Doni menambahkan.


Merekapun melanjutkan rapatnya namun Lintang sebagai ketua hanya diam saja,tidak ikut menimpali bahasan mereka,pikirannya seperti tidak ada ditempat rapat,dan itu disadari oleh Astrid yang sedari tadi memperhatikannya.


Rapat pun telah selesai,mereka(Astrid,Tia,Doni) tampak masih mengobrol-ngobrol ringan,sedang langsung keluar meninggalkan mereka.


Jamkos masih tersisa sampai jam pulang. Lintang kembali ke kelas Khanza berharap kali ini bisa bertemu dengannya.


"Elo temannya Khanza kan,"tanya Lintang pada Salsa teman sebangkunya.


"I,,ya,"jawab Salsa yang kaget karena Lintang tiba-tiba mendatanginya.


"Khanzanya mana kok gak sama elo,"tanya baliknya.


"I,,tu tadi Khanza,,,


"Pergi sama Adi,"jawab Cindy meneruskan jawaban Salsa.

__ADS_1


Deg,,,


__ADS_2