Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XX Lintang mulai Curiga


__ADS_3

"Wih ada yg dah baean nih,"goda Salsa.


"Apa sih kita gak lagi marahan kok,"sanggah Khanza,melirik Adi yang tengah memperhatikannya,lalu memutus pandangannya karena merasa risih Adi melihtnya sedemikian rupa.


"Lo tau gak,tadi Lintang kesini cariin elo kekelas,mukanya serem banget apalagi pas dia tahu elo pergi sama,,,"Salsa melirik Adi mengkode tanpa menyebut nama.


"Engga kok,kita gak jalan bareng kebetulan aja pergi nya sama-sama ucap Khanza yang merasa tidak jalan bersama,Adi sendiri yang mengikutinya.


"Iya gw bilang aja gw gak tahu,tapi,,,


Khanza menunggu Salsa melanjutkan ceritanya,dia mengernyitkan dahinya penasaran karena lama menunggu lanjutan cerita Salsa.


"Elo gak papa Za,"tanya Adi tiba-tiba menanyakan kejadian ditaman belakang.


Seketika Salsa dan Angel and the gang menengok kearah Adi dan Khanza,mereka penasaran apa maksud Adi bertanya demikian,memang ada dengan Khanza.


"Apa maksud Adi menanyakan kabar saya didepan anak,batin khanza.


Spertinya mereka menunggu jawaban Khanza yang tidak segera menjwab pertanyaan Adi karena Khanza terlihat diam.


"Gak ada apa-apa Di,"Khanza memutus pembicaraan.


TETT,,,


"Thank's god". Khanza mengucap syukur bunyi bel telah menyelamatkan dirinya dari teman-temannya yang sepertinya kepo akan pertanyaan Adi.


Karena jamkos murid-murid langsung meninggalkan kelas tanpa berdoa terlebih dahulu.


"Yu Za,balik,"ajak Salsa.


"Ya bentar"!. Khanza lalu merapihkan peralatan alat sekolahnya dan ditunggu oleh Salsa.


Merekapun jalan bersama menuju gerbang. Mereka tampak akan menaiki angkot dengan tujuan yang sama tapi jarak yang berbeda.


Ketika sedang menunggu angkot yang lewat ,Adi yang sudah menaiki motornya menawarkan tumpangan pada Khanza.


"lLg nunggu angkot Za,"tanya Adi.


"Iya Di,"Salsa yg menjawab pertanyaan Adi.


"Gw nanya nya Khanza,kenapa elo yang jawab,"Adi sewot pada Salsa.


"Ya gak papa,kan gw juga sama lagi nunggu angkot,lagian elo dah tau ada gw yg sama lagi nungguin angkot napa lo nanyanya Khanza doang,"sebal Salsa.


"Terserah gw lah mulut-mulut gw,suka-suka mao nanyanya ke siapa knapa elo yang sewot,"jawab asal Adi.


"Idah udah,,,kok pada debat,"cegah Khansa melihat Salsa akan kembali menimpali Adi,baru akan membuka mulutnya seketika mengatupkan mulutnya karena Khanza yang memotongnya.


"Dah ya Di,angkot saya udah didepan tuh,"Khanza menunjuk angkot jurusannya yang sebentar lagi akan sampai.


Khanza dan Salsapun naik angkot meninggalkan Adi yang tertinggal didepan gerbang sklh.


Dari jauh Lintang melihat semuanya dari atas motor tak jauh dari gerbang sekolah namun Khanza tidak menyadarinya karena dia tidak mengenali motor yg Lintang gunakan.


"Ternyata kamu berbohong Lhanza. Kamu tidak sedang ada tugas kelompok,"gumam Lintang mencengkram stang mtrnya.


Lintangpun mencoba mengetes kejujuran Khanza dengan menelponnya.


Kring,,,kring,,,

__ADS_1


Ponsel Khanza berbunyi dan dia pun sempat lihat orang menelponnya,namun tak diindahkannya telpon itu.


"Za itu hp lo bunyi tuh.


Salsa mengingatkan Khanza tapi dia hanya diam saja.


King,,,kring,,,


Ponsel khanza kembali berdering.


"Za itu hp lo dari tadi bunyi terus,angkatlah,siapa tau penting,"Salsa kembali mengingatkan.


Karena takut menganggu kenyaman para penumpang diangkot itu,terpaksa Khanza mengangkat telponnya.


[halo Za dah selesai tugas kelompoknya]


[halo Za,,,]


Khanza sempat terdiam karena bingung akan menjawab apa,kalo dia mengangkatnya takut ketahuan berbohong.


"Belum Lintang,"jawab Khanza berusaha menahan kegugupannya.


"Kok lama,"tanya Lintang lagi mengikuti alur kebohongan Khanza.


"Iya ,nih kalo gak percaya bisa tanyain ke salsa. Khanza melirik mengkode Salsa.


"Iya Lin belum selesai,"jawab Salsa mengikuti ucapan khanza.


"Mana khanzanya ,"tanya Lintang hendak berbicara pada Khanza lagi.


"Ya Lin?


"Ya,"jawab Khanza,namun ada perasaan gamang dihatinya. Khanza merasa ada yang aneh dari cara bicara Lintang ,tidak seperti biasa.


"Maaf kan saya Lintang,"batin Khanza.


**


"Assalamualaikum".


"Waalaikum salam,sudah pulang nak?


"Sudah bu,hmm,,,bu Khanza masuk dulu ya(kamar),hari ini Khanza rasanya capek sekali.


"Oh ya sudah,istirahat,jangan lupa nanti makan ya nak,dah ibu siapin di meja.


"Ya bu.


POV Ibu Khanza.


"Khanza kenapa ya,muka nya beda sekali dari semalam. Wajah nya terlihat tidak secerah seperti biasa. Itu terjadi semenjak aku memberinya nasehat tentang hubungan dengan teman lelakinya. Ibu tahu kalo tadi pagi kamu berangkat awal sekali bukan untuk mengerjakan tugas melainkan untuk menghindari temanmu itu. Maafkan ibu nak,ibu tidak ingin kamu bernasib sama seperti ibu dimasa lalu. Suatu saat nanti kamu akan mengerti.


POV end.


Flashback part 1 Ibu Khanza on


"Mah kenalin ini Ratna.


"Ratna tante,"salam mengulurkan tangan pada Ny. Melinda .

__ADS_1


Uluran tangan Ratna diterima namun disertai tatapan menyelidik ,menatap dari atas sampai bawah penampilan Ratna tatapan seperti menelanjangi dirinya. Ratna yang ditatap seperti itu menjadi risih sendiri.


Ratna bukan tidak tahu tatapan tidak suka dari ibu Galang kekasihnya.


*


"Tadi yang kamu bawa itu teman kampus,"tanya ibu ketika mereka sedang makan malam.


"Ratna mah,,,namanya Ratna yang tadi siang Galang bawa kerumah,"jawab Galang.


"Siapa mah yang kamu omongin Mah"tanya tuan Hilman ayah Galang.


"Itu pah tadi siang Galang bawa teman perempuan kesini,tapi penampilan,,,gak banget,norak,"ucap ny. Belinda.


"Bukan norak mah,tapi penampilannya sederhana tapi tetep cantik kok,aura kecantikannya tetap keluar meski memakai pakaian biasa,"Galang membela sang kekasih.


"Pacar kamu Galang,"tanya sang ayah pada akhirnya menyimpulkan sendiri karena cerita sang anak.


"Iya pah,,,Ratna pacar yang Galang kenal sudah 6 bulan terakhir ini. Susah pah dapetin dia,butuh perjuangan dan pembuktian dari Galang,"cerita sang anak dengan binar penuh kebahagiaan.


Teman kampus kamu,satu jurusan atau beda fakultas,"tanya beruntun sang ayah.


"Bukan pah,bukan teman kampus Galang,"jawab Halang yang tampak ragu bercerita.


"Oh bukan teman sekampus,berarti anak kampus yang lain,"ucap sang ayah yang masih berpikiran positif.


Nyonya hanya diam menyimak pembicaraan anak dan sang suami.


"Bukan teman kampus yang lain juga pah,Ratna itu pegawai kafe dekat kampus Galang kuliah,"ucap Galang berterus terang siapa kekasihnya sebenarnya.


"APA,,,"sang bertanya sampai menaikkan volume suaranya.


Galang memejamkan matanya mendengar teriakan mamahnya,memegang erat kedua sendok ditangannya.


"Biasa aja kali Mah ngomonnya,"Galang mencoba bercanda ditengah kepanikan sang ibu,begitupula dengan sang ayah yang tampak menahan kekesalan.


"PUTUSKAN !!!,"ucap sang ayah dengan menekan bicaranya.


Ny. Belinda hanya tersenyum miring mendengar perintah sang suami. Rupanya pemikirannya sepemikiran.


"Gak pah,Galang cinta Ratna Mah Pah.


"Putuskan papah bilang,jika tidak kamu tahu akibatnya,"putus ayah tak mau diganggu gugat perintahnya.


Tring ,Galang membanting sendok untuk kemudian meninggalkan makan malam.


"GALANG,,,teriak tuan Hilman.


"Mau kemana kamu???,"papah belum selesai bicara!


Bersambung


Mohon dukungan dengan like ,komen dan vote.


Love You


Author


Follow me on

__ADS_1


Ig : cinta.dmynti


__ADS_2