Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 100


__ADS_3

Empat tahun kemudian,,,,


Duarr,,,! "Woi ngelamun aja, bukannya cepat dimakan tuh soto,"ucap seseorang mengagetkan temannya yang tampak sedang melamun.


Orang yang dikagetkan kemudian menaruh kembali sendok yang berisi nasi soto kedalam mangkuk. "Apaan sih Mel, gw gak lagi ngelamun kali."


"Sutt,,,Bu guru dilarang ngomong Lo gw yak di area sekolah. Nanti murid-murid denger bisa repot urusannya." Melly menutup bibirnya dengan telunjuknya.


Khanza hanya nyengir saja mendapat peringatan dari teman sesama guru TK itu. Dia lalu melanjutkan makan nasi soto yang tinggal setengah mangkuk.


"By the way, lagi ngelamunin apa sih?"


"Apa sih, gw gak ngelamunin apa-apa kok,"elak Khanza memelankan menyebut kata 'gw'. Hm,,,tadi gw denger-denger bakalan ada murid baru yak?"


"Please Za, ngomongnya jangan pake 'lo gw'. Kita tuh dah jadi seorang guru. Catet G U R U," Melly sampai mengeja kata guru sangking kesalnya dengan sahabatnya sejak duduk di bangku kuliah PG TK/PAUD.

__ADS_1


"Baik Bu guru." Khanza meniru gaya hormat prajurit. Dah yuk kita balik ke kantor!"


Khanza dan Melly pun kembali ke kantor guru karena dikantin sekolah hanya tinggal mereka berdua. Sebenarnya kantin yang didatangi mereka saat ini adalah kantin umum, bukan kantin yang disediakan oleh pihak yayasan sekolah tempat mereka mengajar saat ini. Karena mereka bosan dengan menu-menu yang disediakan kantin yayasan jadinya mereka makan diluar (kantin umum).


"Za, gimana anak-anak kelas Melati? Aman?" Melly bertanya sepanjang jalan menuju kantor.


"Aman, Alhamdulillah. Yak kalo ada masalah sedikit wajarlah namanya juga anak-anak."


"Kira-kira nanti murid baru bakalan ditempatin dimana yak? Mudah-mudahan gak dikelas Mawar ah, males aku tuh dah capek banget sama anak-anak dikelas Mawar,"keluh Melly.


Khanza geleng-geleng kepala mendengar keluhan sahabatnya itu.


"Nah itu yang ditunggu sudah datang,"ucap Kepala Yayasan.


Khanza dan Melly mendadak menjadi tidak enak hati karena membuat orang tua murid menunggu.

__ADS_1


"Siang Pak! "sapa Khanza dan Melly bersamaan.


Sebenarnya mereka tidak terlambat karena tiba di kantor sebelum jam masuk berbunyi tetapi karena Kepala Yayasan berkata seperti itu jadilah mereka seperti datang terlambat.


"Nyonya Prayoga, kenalkan mereka guru kelas A tetapi dikelas yang berbeda. Ini dengan Bu Melly, guru kelas 'Mawar'. Sedang ini Bu Khanza kelas 'Melati'." Ketua Yayasan TK/TB Ceria Terpadu memperkenalkan salah satu guru terbaik yang mereka miliki.


Khanza dan Melly mengulurkan tangannya setelah diperkenalkan oleh Ketua Yayasan pada seorang wanita yang diketahui bernama Nyonya Prayoga.


"Melly Nyonya," ucap nya memperkenalkan diri.


"Khanza Bu," balas nya saat mengulurkan tangannya. Tak lama perhatiannya tertuju pada keci bermata indah yang berdiri dibelakang Ny. Prayoga, tampak terlihat kurang bersahabat.


Khanza lalu berinisiatif memperkenalkan sekaligus menyapa gadis cilik itu. "Hallo cantik, siapa namanya? Kok ngumpet dibelakang Bundanya terus sih? Kenalin nama Bu Guru, Khanza,,,."


Gadis cilik lalu melihat pada Bundanya seolah meminta izin.

__ADS_1


Karena lama mendapat respon, Khanza kemudian menghampiri gadis kecil itu lalu jongkok sambil mengulurkan tangannya.


Semua perilaku Khanza tidak luput dari perhatian Ny. Prayoga. Kemudian secara tidak sadar senyum kecil tercetak dari bibirnya.


__ADS_2