
Khanza masih duduk ditaman belakang sambil sesekali melihat mang Dudung yang sedang menyapu. Dia memutuskan menunggu sampai jam pulang sekolah. Mau kembali kekelas pun malas apalagi mengingat peristiwa tidak mengenakkan diaula,Khanza berpikir pasti dia akan jadi bahan omongan sekelas bahkan mungkin bisa satu sekolah.
Seperti kembali keawal dia masuk sekolah tidak ada yang menemani. Inilah resiko bersekolah disekolah yang lumayan bergengsi dan dihuni oleh kebanyakan murid dengan orangtua 'berada'.
Karena sedikit mulai bosen,iseng Khanza mengirim chat pada omnya Andre yang lebih sering dia panggil dengan sebutan kakak,Karena menurutnya usianya belum terlalu tua masih pantas dipanggil kakak.
[gimana kak interviewnya?]
Tak lama pesan dikirim langsung dibuka dan dibaca oleh si penerima.
[alhamdulillah,lancar dek,kakak diterima π]
Khanza salfok melihat emoticon yang dikirimkan omnya itu.
[alhamdulillah,yey aroma motor dah kecium nih π]
Khanza tersenyum melihat pesan yang dia ketik sendiri.
[jgnkn motor dek,mas kawin yg dek minta jg akan kk berikan,eh π]
Khanza bingung akan membalas apa setelah melihat pesan balasan dari omnya itu.
Seketika suasana menjadi sedikit canggung karena isi chat yang dikirimkan oleh omnya membuat Khanza berat meneruskan chat mereka.
Ting! ,bunyi pesan masuk diponselnya lalu diambilnya hp itu dari saku kantong bajunya.
[kok brenti chat annya,yaelh canda dek,jgn dibawa kejantung blzn kk mah π ]
Khanza menghembuskan nafas panjang dan mengusap dadanya lalu tersenyum melihat kembali balasan chat dari omnya.
[abis chat om horor sih,klo bkn dr om sih,khanza pasti baperπ]
[om dh selesai nih urusn ktr,km blm plg kn?,kk jemput,cuz otw]
**
Lintang masih memperhatikan Khanza dari awal dia mengobrol dengan mang Dudung,sampai terakhir dia bermain ponsel bahkan tersenyum sendiri dengan ponselnya itu.
Melihat ekspresi Khanza yang sedang memainkan(mengetik) sambil senyum-senyum sendiri membuat kecurigaan nya semakin membesar. Kedua tangannya mengepal dibalik saku celananya.
"Kalo penasaran mending lo samperin aja gih anaknya,daripada lo nething (negatif thinking) sendiri kayak gini,"saran Boy yang sejak awal melihat Lintang yang mengawasi Khanza dari jauh.
Karena tak tahan mendengar saran dan untuk menjaga kewarasannya Lintang akhirnya meninggalkan Boy dan Khanza tentu saja yang sedang diawasinya.
"Gw tahu elo tuh cemburu Lin,"gumam Boy geleng kepala melihat tingkah sahabatnya berlalu meninggalkan dia dan Khanza yang sedang diintainya.
**
Khanza akhirnya setelah selasai saling berkirim pesan dengan omnya, dia tetap bermain hp dengan kadang melihat status dari teman-temannya di whats** maupun menscroll status insta****dan aplikasi video tok tok.
Ting!
Suara notifikasi pesan masuk dari ponsel Khanza.
[kk dh didepan dek!]
[Khanza lom plg ka,kk plg aja dluan]
Karena bel pulang belum berbunyi,Khanza menyuruh omnya meninggalkan dirinya saja.
[gk,kk tunggu smp kamu selesai]
[kk tggu dipos ]
**
TET,,,
Akhirnya bel pulang berbunyi ,Khanza sedikit berlari menuju kekelasnya . Wajahnya sedikit berkeringat begitu sampai dikelasnya.
"Khanza lo darimana habis milih langsung pergi aja?,"tanya Adi.
Hanya dengan memberikan sedikit senyumnya tanpa menjawab pertanyaan Adi,Khanza berlalu menuju mejanya.
"Padahal tadi acaranya belum selesai,"gerutu Adi karena tidak mendapat tanggapan dari Khanza hanya dibalas senyuman saja olehnya.
"Maaf !.
Adi menghembuskan nafas kasar lagi-lagi Khanza tidak merespon ucapannya hanya mengucap kata maaf.
__ADS_1
"Eh Za darimana baru dateng,Adi dah sampe kelas dari tadi,"tanya Salsa yang sedang memasukkan alat-alat tulisnya lalu diikuti Khanza yang juga membereskan peralatan sekolahnya,"dari belakang tadi,"ucapnya lalu Khanza dan pergi meninggalkan Salsa keluar kelas.
"Buru-buru amat sih Za!, Salsa mengejar langkah Khanza keluar kelas.
"Mau kemana sih,jalannya cepet banget,"ucap Salsa yang sedikit kesusahan menyamai langkah Khanza karena tergesa-gesa sekali langkahnya itu.
"Pulang lah,emang kemana lagi?
Kring,,,,
(dimana?)~Andre
(ini yang lain dah keluar)
(bentar ka ini juga dah otw)
Telepon masih tersambung ketika Salsa kembali akan berbicara.
Khanza melambaikan tangannya kearah Andre yang berada diatas motor masih dengan memegang ponselnya serta kacamata yang bertengger dihidungnya.
"Pantesan buru-buru sekali ada yang sudah nungguin ternyata,"gumam Salsa.
"Duluan ya Sa!
Lalu Khanza berjalan menghampiri Andre. Dengan tersenyum Andre memberikan Khanza helm.
"Maaf ya Ka nunggu lama jadinya,"ucap Khanza sambil menerima dan langsung memakai helm. Karena kesulitan mengunci kaitan pengaman helmnya, 'klik' bunyi terpasang pengaman helmnya yang dikaitkan oleh Andre. Khanza sempat tertegun posisi mereka yang lumayan dekat itu.
"Dah! "Ayo naik!
"Andre memutus suasana canggung mereka dengan menyuruh segera naik di motornya.
Ada kilatan amarah dari seseorang yang sedang memperhatikan interaksi Khanza dan Andre,terlebih-lebih kejadian dimana Khanza dibantu memasang kait pengaman helm. Ada yang tampak membara namun bukan api.
"Ok,Khanza kalo gitu caranya"
**
"Gimana tadi sekolahnya,"Andre memulai membuka obrolan dijalan.
"Baik ka,tapi tadi tuh Khanza gak belajar,ada free class gtu".
"Itu kak ada pemilihan ketua OSIS yang baru,maklum ketua sebelumnya kelas 3 jadi dah harus pensiun,haha."
"Kayak pejabat aja pensiun,kamu dek ada-ada aja."
"Terus apa dong ka namanya?".
"Iya,,,ya,,,apa ya namanya,coba kamu tanya reader mungkin mereka tahu sebutannya apa,haha."
"Haha,,,kakak bisa aja,gimana caranya mereka(reader) kasih sarannya?".
"Gampang dek,tinggal komen aja diakhir bab ini,eh!."
"Kapan mulai kerjanya ka?".
"Besok dek,oh ya ngomong-ngomong soal masuk kerja ,kakak belum punya stok kemeja sama celana kerja yang banyak nih !,"kamu ada ide gak?".
"Belilah kak !".
"Ya udah kamu anter kakak ke mall ya buat beli kemeja dan celana !". Gak usah banyak mikir,tenang kalo es krim mah nanti kakak beliin".
"Ih kakak,"Khanza menepuk pundak Andre,masa es krim sih!" .
"Terus apa dong?,"lolipop?
"Ih,,,sebel diikuti cubitan Khanza dipinggang Andre.
"Auw,,,sakit Khanza,nih jari apa kepiting sih !,"Andre meraih tangan Khanza.
"Deg
"Deg
Mereka sama-sama merasakan jantung yang berdegub. Tiba-tiba suasana kembali canggung.
"Hmm,,,dah sampe aja ya kak,gak berasa ,"ucap Khanza memecah kecanggungan. Kebetulan memang rumah Khanza telah terlihat dari jauh.
"Ah iya,,dah sampe !".
__ADS_1
"Assalamualaikum bu,,,Khanza pulang !".
"Waalaikum salam".
Ceklek
"Andre?".
"Assalamualaikum tante,"Andre mencium punggung tangan ibu Ratna.
"Kok bisa barengan sampainya ?".
"Iya nih bu,tadi kakak jemput Khanza disekolah habis pulang interview,"terang Khanza.
"Kamu ini Khanza,ngerepotin kakakmu saja,kasihan kan pulang interview pasti cape".
"Ih ibu,,,Khanza kan gak nyuruh kakak,kakak nya sendiri kok yang mau,"cebik Khanza.
"Benar itu Ndre?".
"Benar tante,tadi selesai interview masih siang jadi Andre mutusin jemput Khanza pulang,tadi pagi juga sudah janji,"terang Andre.
"Tuh bu,bukan Khanza yang nyuruh,kak Andre sendiri yang mau!".
"Iya,,,ya,,ibu yang salah !" Sudah sekarang kalian ganti baju trus habis itu makan,ibu sudah siapkan dimeja.
"Baik bu".
"Baik Tante".
"Awas ih kak,Khanza dulu yang masuk".
Mereka berebutan siapa dulu yang akan masuk namun terhalang sama-sama berebut masuk duluan.
"Astaga,,,Khanza !".
Ibu dan Andre hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Khanza.
"Khanza,,,Khanza,,,"gumam Andre.
**
Dimeja makan.
"Tante habis ini saya mau minta tolong,minta ditemenin Khanza ke mall".
"Mau ngapain ke mall Ndre?".
"Andre mau beli kemeja sama celana buat kerja tante,belum punya banyak soalnya".
"Ngapain ke mall belinya dipusat grosir aja bagus-bagus kok,harganya lebih miring lagi".
"Iya kak,bagus-bagus kok gak kalah sama yang ada di mall".
"Andre terserah ikut aja deh,lagian keuangan nya juga minim nih tante,"Andre tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya serta gigi gingsul disudut kiri bibir atas menambah kesan manis.
"Lumayan duitnya yang lain jadinya,"Ibu menimpali.
"Ya sudah dek kamu segera bersiap!".
"Ya kak!.
"Bu Khanza berangkat ya !".
"Tante Andre jalan dulu ya !".
"Ya,hati-hati ya kalian !".
"Jauh dek tempat?".
"Lumayan kak,sebenarnya tempatnya kayak mall cuma isinya pedagang grosir-grosir gitu. Banyak penjual online banyak ambil barang dari sana".
"Kamu sering dek kesana ?".
"Gak,cuma pernah aja sesekali,malas ka tempatnya jauh.
"Oh kirain,,,
Deg
__ADS_1
"Lintang,,,