Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 88


__ADS_3

***Sebelumnya


Ibu Ratna tersenyum kecio menanggapi candaan sekaligus pujian dari sang ponakan. Namun senyumnya redup.


"Ada apa tante?"heran Andre melihat perubahan wajah sang tante,yang dari awalnya tersenyum menjadi serius.


"Andre tante mau ngomong sama kamu,"ucap Bu Indah kemudian duduk di kursi meja makan menghadap Andre.


"Mau ngomong apa tante sepertinya serius sekali?"tanya Andre menautkan kedua tangannya diatas meja makan.


"Mulai besok jika tidak keberatan kamu antar Khanza ke sekolah jika om kamu kebetulan tidak bisa mengantarkannya."


Dengan senang." Mau tante,tenang saja." Bahkan anter jemput Andre tidak akan keberatan. Batin Andre ikut menjawab permintaan sang tante.


"Kalo boleh tahu,ada apa tante,sepertinya harus sekali?"tanya Andre yang memang tidak menahu rencana yang satu ini.


Dengan menarik nafas pelan bu Indah menjawab pertanyaan Andre,"tante tidak mau Khanza berhubungan lagi dengan laki-laki itu."

__ADS_1


Andre menampilkan wajah senatural mungkin,sepolos mungkin,berpura-pura tidak tahu,"laki-laki siapa sih tante yang tante maksud?"


"Orang yang sedang dekat Khanza,dan sepertinya tanpa tante tahu. Memangnya pada awalnya tante tahu kalo Khanza berhubungan dengan salah satu siswa SMA Pelopor." Bu Indah sedikit menceritakan awal mula Khanza dengan laki-laki yang Andre tangkap adalah orang yang sama yang mengantarkan tadi pulang.


"Memang tante Khanza menjalin hubungan dengan sesama teman sekolah. Wajar,Andre juga dulu gitu,he!"


"Masalahnya pemuda itu tante tahu adalah orang berada Ndre. Tante seperti trauma dengan namanya orang kaya. Apalagi tante punya pengalaman pahit dengan kaya."


"Maksud tante?"kepo Andre.


Ibu Ratna mengerjap sesaat karena ingatannya sedikit kembali ke masa lalu.


"Khanza sendiri?"


"Yah,,,menyambut perasaan anak itu. Tante sudah curiga ,karena akhir-akhir ini Khanza berubah gitu auranya. Tante tidak munafik,tante pernah merasakan demikian dulu waktu muda."


"Cinta monyet sebenarnya gak apa-apa tante,selama tidak menganggu sekolah apalagi sampai mempengaruhi prestasi yang ada,"ucap Andre sok bijak.

__ADS_1


"Intinya tante tidak suka Khanza berhubungan lagi dengan anak itu,"jawab bu Ratna berapi-api. Dirinya enggan menyebut nama orang yang dimaksud yakni Lintang.


"Anak itu nekat Ndre,walaupun nanti sudah menghindar pasti dia akan menemui Khanza. Seperti kemarin kan sebelumnya. Sebenarnya tante sudah curiga dengan dia. Tetap mengantarkan Khanza tapi tidak sampai didepan rumah."


"Kalo om sendiri tante? Gimana tanggapan beliau maksud Andre?"


"Om kamu pasti mengikuti apa yang tante ucapkan."


Wih mantep,om benar istri (ikatan suami takut istri). "Oh,,,"jawab Andre singkat diikuti anggukan kepalanya beberapa kali.


"Ok deh kalo gitu tante Andre siap anterin Khanza sekolah. Om mah gak usah pikirin. Biar Andre yang anterin. Kalo perlu pulangnya juga Andre yang jemput,"ucap Andre penuh keyakinan.


Bu Indah seperti memikirkan jawaban Andre yang terakhir yang mengatakan akan menjemput Khanza pulang sekolah.


"Gimana tante?"tanya Andre menunggu jawaban sang tante tentang rencananya yang akan mengantar dan menjemput Khanza sekolah.


"Sepertinya kalo urusan menjemput gak usah deh Ndre dan gak mungkin juga. Kamu kan pulang sore hampir malam. Sedangkan Khanza paling telat juga pulangnya ashar."

__ADS_1


"Tapi kan tante Khanza sekarang ada Pendalaman Materi,jadi pulangnya pasti sore sekali. Paling sebentar nunggu Andre nya. Juga lumayan tante,ngirit uang saku,,," Lagi-lagi Andre membujuk serta meyakinkan sang tante akan rencananya tersebut. Andre sudah seperti seorang sales,yang menawarkan produk dagangannya kepada konsumen.


__ADS_2