
"Aduh adek siapa sih ini rajin bener pagi-pagi dah cuci motor,"ucap Andre saat keluar mendapati Byan ynag mencuci motornya.
"Iya siapa dulu orang,"jawab Byan dengan tangannya masih mengelap-gelap badan motor.
"Mau baso apa yang lain nih jadinya?
"Boleh ganti om?
"Boleh,ucapnya sambil tersenyum.
"Kuota aja deh,hehe!kebetulan dah mau sekarat nih!"
"Oke,yang berapa gb?
"Seriusan om nanya berapa gb?"tanya Byan terlihat penasaran.
"Serius,dah cepet!
"50 gb aja cukup.
"Ckk,,,maksud om cepet cuci motornya,ngomong terus kapan kelarnya Byan.
"Dah nebak Byan,om cuma php,huh! Lalu kembali Byan mencuci motor,masa bodo mau bersih atau gak,pikirnya.
"Haha,,,Byan,,,Byan,,,monolog Andre sambil berjalan masuk kedalam rumah.
"Kakak tawa-tawa sendiri buat Khanza takut aja,ih!"
"Haha,,,,kepo!
Khanza bergidik melihat tingkah om nya yang tertawa sendiri bahkan sampai ditanyapun dia masih tertawa.
Datang lagi dari arah luar, sang adik Abyan dengan cemberut mulut dimonyong-monyongkan seperti bebek.
"Nih kenapa bibir!Khanza mencomot bibir adiknya.
"Ih kakak rese!
"Apaan sih dek,dari luar bawaan nya sensi mulu sih,mana baju kamu basah tuh!"
"Bodo!
"Ada apa sih masih pagi sudah ribut,"tanya ayah yang datang dari dalam kamar.
"Gak apa-apa Yah itu Abyan kayak sensi gtu,lihat Yah Byan masih pagi dah main air,"tunjuk Khanza kearah Abyan.
"Oh itu bukan air,tapi habis cuci motor om mu tadi didepan, capek mungkin dia Za,makanya marah-marah gitu.
"Lagian rajin banget sih!
"Ih orang Abyan dijanjikan baso dan kuota sama om Andre,eh!"
"Mampus,"ucap Andre yang dari dalam kamar yang mendengar ribut-ribut dari luar. Ketahuan deh ya bohongnya sama om,hadeuh Byan,,Byan kebiasan mulutnya suka keceplosan "batinnya.
"Wah kak mau dong Khanza dibeliin kuota,jangan Byan aja yang dibeliin. "
"Gampang itu dek!
"Bohong itu kak,om Andre mah cuma php in doang,"teriak Byan dari depan pintu kamar mandi.
"Haha,,,tawa Andre karena dibilang tukang php." Ayo cepetan pakai bajunya,jadi gak beli kuota nya,"ucap Andre saat Byan baru saja akan masuk kamar.
__ADS_1
Tanpa berkata lagi Byan langsung cepat memasuki kamarnya.
"Byan dah siap ka!Byan memperlihatkan dirinya yang telah memakai baju keluar.
"Gercep amat,haha!" Ayo!
**
"Mau kemana mereka yah?
"Jalan-jalan bu.
"Padahal mereka belum sarapan Yah,kok ayah mainin keluar sih"protes ibu.
"Maaf bu ayah lupa tadi. Sisakan aja bu buat mereka berdua, kita sarapan aja duluan.
**
"Counter nya jauh gak dek dari sini?
"Lumayan om,bentar lagi juga dah sampai. Pm harus sering-sering keluar kalo minggu gini,biar tahu tempat di sekitaran sini"saran Byan.
"Itu bukan dek counter nya, tunjuk Andre dengan tangan kirinya.
"Iya bener itu kak.
Skip di counter
Setelah melakukan transaksi mereka memutuskan pulang kerumah,karena sadar tadi tidak pamit pada orang rumah.
"Assalamualaikum bu,kami pulang"ucap salam Abyan diikuti Andre setelah nya.
"Maaf bu!
"Maaf tante!
"Tapi kami disisakan bu sarapannya"tanya Byan yang sepertinya takut tidak disisakan sarapannya.
"Gak"jawab ibu menahan tawa nya melihat ekspresi Byan apalagi sedang menanyakan tadi.
Andre yang menilai sang tante hanya mengerjai Byan juga sedang menahan tawanya. Tantenya iseng juga ternyata,pikirnya. Dia lebih memilih meninggalkan perdebatan kecil keduanya.
Didalam Andre melihat Khanza sedang menonton televisi atau televisi yang menonton Khanza,karena dia sendiri tengah memainkan ponselnya.
"Paket dah masuk dek?
"Hah?Kakak ngomong apa tadi?paket? paket apaan?"
"Paket kuota dek,kakak tadi isikan bareng punya Byan. Kata Byan paket data sudah habis!"
"Serius kak?"tanya Khanza dengan antusiasnya.
"Serius dek ,masa kakak becanda sih ,coba cepetan cek,masuk belum nya ,takutnya kan belum masuk,nanti kakak bisa balik lagi ke counter.
Lalu Khanzapun memeriksa ponsel,karena yang sedari tadi yang dia lakukan membaca novel offline. Saking asyiknya dia sampai tidak menyadari notif masuk.
"50gb ya kak?Aduh makasih banyak kakak ku yang paling ganteng berdiri hendak memeluknya karena saking bahagia ponselnya kembali terisi paket.
Untung saja Andre memundurkan tubuh nya, kalo tidak akan ada adegan yang membuat senam jantung baginya.
"Eh! Kedua tangan Khanza hanya menggantung di udara karena tidak dapat meraih tubuh Andre. Lalu diapun memundurkan tubuh nya untuk kemudian berbalik arah.
__ADS_1
Dibalik tubuhnya wajah Khanza seperti udang rebus malu akan tindakan implusifnya.
"Diirit-irit sampai ketemu kakak gajian ya dek"ucap Andre memecah kecanggungan.
"Pasti kak!"jawab Khanza akhirnya.
"Kakak kekamar dulu ya dek!
"Iya kak!
"Loh Za om mu mana?"tanya ibu datang dari arah depan diikuti Byan dibelakangnya.
"Masuk kekamar bu barusan.
**
"Hampir aja"gumam Andre ketika sudah dikamar. Khanza,,,Khanza,,,kalo gini terus gimana kakak gak putusin ngontrak coba"batinnya.
Tok,,,tok,,,
Kakak,,,dipanggil ibu
Ceklek! Kenapa dek?"tanya Andre menormalkan mimik wajahnya.
"Khanza disuruh ibu panggilan kakak, gak tahu ada apaan."
Andrepun berjalan beriringan.
"Bu ini Khanza dah panggilin kak Andre. Khanza tinggal kekamar ya!"
"Ada apa tan?
"Kamu tadi keluar sama Byan belum sempat sarapan kan, sekarang sarapan sana sama Byan!nasi goreng sudah tante hangat kan barusan.
"Makasih tante.
**
Sementara itu saat ini Khanza tengah memainkan ponsel karena telah terisi paket kuota yang sedari tadi hanya bisa memainkannya secara offline.
Hal yang pertama dia lakukan membuka aplikasi pesan berwarna hijau itu dan melihat stori word teman-temannya. Ketika jarinya tengah mengscroll layar ponselnya dia tidak sengaja melihat status seseorang yang saat ini ingin dilupakannya.
Deg
Di status itu terlihat dia yang sedang duduk berdua bersama seorang perempuan di tepi pantai. Sang perempuan tampak menyandar pada pundak si pria sementara tangan si pria itu melingkar dipinggang perempuan.Dengan caption 'menikmati sunset bersamamu 😘' .
Mungkinkah itu Astrid perempuan yang setiap hari bersamanya di sekolah,batinnya. Nampak wajah yang samar karena selain menghadap kebelakang mode kamerapun menggunakan xxx jadi semakin tidak bisa ditebak.
Khanza menyesal kenapa harus membuka aplikasi berbagi status dan lebih menyesal karena ponselnya telah terisi paket kuota sehingga menjadikannya mudah mengakses internet.
"Selain mungkin kamu sudah mengetahui kebohongan waktu itu tapi karena ada perempuan yang tengah dekat dengan kamu,atau memang sudah dekat ketika kita bersama,ah Khanza kamu terlalu naive jadi perempuan,"monolognya.
Kesedihan Khanza mulai berkurang karena perubahan Lintang semakin terlihat semenjak saat itu. Jadi kalau pun kata putus nanti terucap hatinya sudah sedikit siap.
Bersambung.
Mohon bantuannya dengan like vote dan komentar.
Love You
Author
__ADS_1