
Mamp*s ,"batin Byan.
"Ada yang bisa jelasiin?"tanya ayah dengan melipat kedua tangan didadanya.
Khanza dan Abyan hanya bisa tertunduk mendengar pertanyaan ayahnya namun terdengar seperti omelan.
"Kok diem? tadi sama ibu kalian bisa jawab. Sekarang pas ditanya sama ayah melempem kayak kerupuk dibiarin diudara.
Khanza menyikut sang adik agar menjawab pertanyaan ayahnya.
"Khanza,,,ngapa kamu sikut-sikut adik kamu? kode?
"Gak ayah,ini seharusnya Abyan yang jelasin semuanya,"jawab Khanza pelan.
"Kenapa harus Abyan yang jawab,kamu juga bisa kan,gak harus nunggu adikmu!"
"Iya ayah,,,"jawab lesu Khanza.
Abyan diatas angin karena merasa dibela sang ayah hanya menyunggingkan senyum bangga dan melirik kearah kakaknya dengan senyum mengejek.
"Apa kamu Byan senyum-senyum,gigi kamu bagus buat iklan pasta gigi!".
"Huftt,,,,Khanza menahan tawanya mendengar omelan ayahnya tapi masih sempat-sempatnya bercanda.
Pun dengan Byan dia juga menahan mati-matian tawanya sampai-sampai mulut menggembung seperti ikan buntal agar tidak tertawa tetapi karena dia ingat dia yang dibentak oleh ayahnya tadi.
"Sudahlah ayah,apa ayah gak kasian sama anak-anak,"potong ibu yang sedari diam saja membiarkan suaminya menggantikan perannya menegur anak-anaknya.
"Kasihan kenapa,mereka baik-baik saja hanya pakaiannya saja yang basah.
"Iya tapi coba ayah tengok mereka sekali lagi. Mereka tuh awalnya takut sama kamu tapi lama-lama tertawa karena candaan kamu mas. Dah lah kalo gak bisa ngomel mending diem aja,biar ibu yang gantikan.
"Huft,,,,nafas lega keduanya ketika sang ayah tidak jadi mengintrogasinya.
"Kalian!
"Ya bu jawab keduanya.
"Ganti baju kalian,masuk angin biar tahu rasa kalian.
"Baik bu,"jawab Khanza dan Byan berbarengan.
Namun belum sampai rasanya ibu mengatupkan mulutnya terdengar keduanya kembali berdebat didepan pintu kamar mandi.
"Pokoknya Abyan dulu yang masuk duluan.
"Kakak dulu,kamu adik harus mengalah sama yang tua.
"Kakak yang harus ngalah,kakak kan badannya lebih besar jadi mandinya akan lebih lama,mending Byan yang kecilan badannya jadi lebih cepet selesai mandinya.
Masing-masing keduanya dengan sudah membawa handuk masing-masing dipundaknya tidak ada yang mau mengalah.
"Ayah,,,,"jerit ibu memanggil suaminya.
"Mampus!
"Kamu sih!
"Kakak sih!
"Ada apalagi sih?"tanya ayah dengan sedikit kesal.
__ADS_1
"Tuh ayah coba lihat mereka berdua,ibu pusing lihatnya."
"Dari tadi kalian gak selesai-selesai cuma sekarang gara-gara mau mandi,y tuhan,,,kalian gak lihat nih ayah lagi cuci motor, yang gara-gara kalian jadi belum selesai cuci motornya,"ayah memperlihatkan tangannya yang penuh busa pada kedua anaknya.
Lagi-lagi mereka hanya bisa tertunduk,tak berani menampakkan wajahnya dihadapan ayahnya karena sepertinya kali ini ayahnya benar-benar marah pada mereka.
"Khanza!!
"Ya ayah.
"Kamu sana mandi duluan,"perintah ayah.
"Baik ayah. Alhamdulillah,"batinnya. Lalu Khanzapun segera masuk kedalam kamar melewati adiknya yang masih tertunduk namun kali ini dia tidak berani menggoda lagi adiknya.
"Dan kamu Abyan!
Abiyan yang namanya dipanggil lantas mendongakkan kepalanya kearah sang ayah.
"Cepat bantu ayah!
"Hah?
"Cepat Abyan,ayo bantu ayah mencuci motor.
"Nasib-nasib,"batin Byan. Dengan tertunduk lesu Abyan mengikuti ayahnya untuk membantu mencuci motor miliknya didepan rumah.
"Ini nak!
"Ini teh buat Byan bu?
"Iya nak,"ucap sambil tersenyum. Baju kamu kan basah,takutnya perutnya dingin nanti masuk angin lagi makanya ibu buatin teh hangat biar perut kamu juga hangat.
"Eh! jangan nak baju kamu basah nak,main peluk aja.
"Hehe,,,,Abyan garuk-garuk kepala yang tidak gatal itu
"Dah dramanya,cepet minum tehnya mumpung masih hangat,trus lanjutin cuci motornya,gantian nanti ayah yang istirahat.
"Iya yah!
Abyanpun mulai menyabuni motor ayah,dengan diawasi oleh ayah.
"Yang bersih gosok-gosoknya,itu tuh dibagian spionnya masih buram,iya terus lap sampai bersih."
"Iya ayah.
"Ya terus itu dibagian tangkinya juga disabunin.
"Iya ayah,,,jawab Byan dengan lesu tapi kemudian dia tersadar karena sebelumnya terlalu fokus mencuci motor ayah,setelah ditengok ternyata,,,,
"Kakak!!! ih pantesan dari tadi kok nyuruh-nyuruh terus sih,bawel lagi gak tahunya kakak yang ngomong dari tadi."
"Haha Ayah dan Khanza tertawa bersamaan.
"Lagian asyik banget cuci motornya,sekalian dek tuh sepeda kakak dicuciin,"tunjuk Khanza dengan bibirnya.
"Kakak!!Sambil membawa spoon Abyan berlari hendak mengejar kakaknya yang melarikan diri kedalam rumah.
"Hei,,,hei,,,apa-apain ini,"tanya Ibu yang sedang mendatangi sumber suara ribut.
"Ibu awas bu,minggir,"usir Byan pada ibunya yang berdiri didepan pintu sehingga dia tidak masuk kedalam.
__ADS_1
"Mau ngapain kamu Byan,"tanya ibu.
"Mau kejar kakak bu,itu kakak jahil banget,"adunya.
"Jangan baju kamu basah,nanti lantai juga jadi basah,mau kamu ngepelnya?
Abyan cemberut karena dilarang masuk oleh ibunya.
Ayah tengah melanjutkan mencuci motor hanya tersenyum melihat tingkah anak-anaknya.
"Dah mendingan kamu mandi sana!"
"Emang dah boleh bu,kan ayah aja masih cuci motornya.
"Boleh nak,ayah sebentar lagi selesai kok,tinggal disiram trus dikeringin deh."
"Baik ayah!
"Eh,,eh,,,mau kemana kamu Byan?"
"Masuk bu,dah dibolehin ayah,tadi disuruh mandi,"jawab Byan.
"Kamu gak lihat baju kamu basah gitu? becek atuh nanti lantainya,sana lewat pintu samping dapur!"
"Iya bu,,,"jawab lesu Abyan.
***
"Kamu tahu bu kenapa mereka sempat bertengkar kecil dibelakang tadi?"tanya ayah pada ibu yang telah selesai mencuci motornya sedang duduk dikursi teras ditemani istrinya.
"Kurang tahu Yah gak jelas juga tadi ibu dengarnya. Tapi ibu dengar mereka menyebut-nyebut nama Andre."
"Mungkin mereka membicarakan Andre yang ingin pindah mengontrak,secara sepertinya mereka sudah tampak dekat terutama Khanza.
"Iya yah Khanza sangat lengket sama Andre,disatu sisi ibu khawatir dengan kedekatan mereka,disatu sisi juga kasihan karena sepertinya dia itu kangen akan sosok kakak. Ayah tahu sendiri kan Fahri ,sudah lama tidak ada kabarnya semenjak memutuskan pindah ikut istrinya ke Padang.
"Iya bu ayah juga tiba-tiba kepikiran Fahri,sudah lama dia tidak ada kabarnya,apa mereka baik-baik saja.
"Coba Yah telepon Fahri,"usul ibu akhirnya.
"Nanti bu sekarang masih pagi,ini aja baru jam 8 apalagi di Padang,gak enak bu takut menganggu.
"Iya yah,"jawab ibu nampak berkaca-kaca.
"Loh ibu kenapa ,"tanya Khanza yang datang bergabung dengan kedua orangtuanya diteras lalu memilih duduk lesehan didepan kaki ibunya. Tak lama Khanza menyenderkan kepalanya diatas paha ibunya.
"Gak ada-apa nak,"jawab ibu sambil mengusap sayang rambut Khanza.
"Ibu mu tiba-tiba saja ingat sama kakakmu Fahri yang sekarang menetap di Padang.
"Iya yah Khanza kangen sama abang Fahri. Khanza sering Yah menghubungi abang Fahri tapi nomor ponselnya selalu tidak aktif tiap dihubungi.
Deg
Bersambung
Mohon dukungannya dengan like,vote dan komen
Love You
Author
__ADS_1