Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab 54


__ADS_3

masih POV Khanza


Hanya tinggal beberapa minggu kami akan berpisah. Dipisahkan lautan dan benua. Entah mengapa tiba-tiba saja aku ingin memeluknya,menyalurkan rasa yang dihati. Perlakuan ku ini Lintang anggap sebagai bentuk ketidakrelaanku akan ditinggalkannya.


Khanza POV end


"Ah suatu saat aku pasti rindu dengan wangi tubuh ini"batin Khanza saat memeluk tubuh Lintang sambil memejamkan matanya.


Sementara begitupun dengan Lintang,dia sangat menikmati momen Khanza memeluk dirinya. Disepanjang perjalanan tidak obrolan lagi setelah Lintang mengutarakan niatnya meneruskan pendidikannya keluar negeri. Dia justru pelukan Khanza disepanjang perjalanan,bahkan sampai berkendara dengan satu tangan,karena tangan satunya ia gunakan untuk mengusap-usap jemari Khanza.


"Cepet banget perasaan"batin Lintang saat pagar rumah Khanza sudah terlihat dari jauh. "Za?"panggil Li tang.


"Za?!


"Hmm,,,!"jawab Khanza tersadar dari lamunannya.


"Tidur?"


"Enggak"ucap Khanza .

__ADS_1


"Kirain tidur saking enaknya bersandar dipundak,haha!"ucap Lintang tertawa. Lain kali,seperti ini lagi yak,aku seneng banget."


Khanza tersadar karena ucapan Lintang jika dia senang karena dirinya yang memeluk tubuhnya ,kemudian melepaskan pelukannya seketika menjadi malu sendiri.


"Kok dilepas? Nanti aja kalo dah sampe depan rumah."


"Hm,,,gak enak dilihat orang,disini perumahan kecil orang-orangnya seperti 'orang kampung' yang suka berkomentar."


"Itu tuh jeleknya kamu,suka urusin apa kata orang"ucap Lintang dibalik helmnya. Entah ekspresi apa yang ditunjukkan saat dia berkata demikian namun Khanza memilih tidak memperdulikannya.


Ketika sudah beberapa meter Khanza meminta Lintang menurunkkannya dipinggir jalan.


"Kenapa emang? Tanggung dikit lagi sampai,masa anterin gak sampai depan rumah."


"Gak apa-apa,aku belum siap ibu kalo ibu sampai tahu"ucap Khanza pelan namun masih bisa sedikit tertangkap telinga Lintang.


Dalam hatinya,Lintang menolak permintaan Khanza yang meminta menurunkannya sebelum sampai depan rumah,namun dia akhirnya sadar dan mengerti maksud Khanza.


Segera Lintang menepikan motor gede lalu mematikan mesin.

__ADS_1


Dengan sedikit susah,Khanza akhirnya bisa turun dari motor gede Lintang,memegang sweater lalu menaruh diatas jok motor sementara dia sendiri merapikan penampilan terutama membenahi roknya.


Khanza tak jika aksinya tersebut diperhatikan oleh Lintang. Dengan mengulum senyum,Lintang menatap Khanza yang nampak cantik dimatanya walaupun awalnya penampilan sedikit berantakan terutama rambutnya yang tidak memakai helm.


Lintang mengulurkan tangannya dan Khanza dengan reflek mendekat padanya. Sambil menyelipkan helaian rambut Khanza ditelinga,Lintang berkata"maaf ya rambut jadi berantakan. Besok aku siapin helm buat kamu biar gak jadi kusur rambutnya,juga jadi lebih safety.


Khanza tertunduk tak berani menatap wajah Lintang saat rambut nya dirapihkan oleh Lintang.


"Dah rapi"ucap Lintang setelah selesai merapihkan penampilan rambut Khanza.


Begitu mendengar kata rapi ,Khanza yang awalnya tertunduk meluruskan pandangannya kewajah Lintang lalu tersenyum malu-malu.


"Pacar siapa sih ini,cantik banget,jadi pengen ngantongin,biar bisa aku bawa kemana-mana"ucqp Lintang tersenyum.


"Ih apaan sih!"jawab Khanza dengan wajah yang merona.


"Haha! pacar aku malu rupanya"ucap Lintang tertawa lebar lalu menghentikan tawanya kembali ke mode serius menatap mata Khanza " aku serius,tunggu aku pulang dari Luar Negeri,untuk halalin kamu."


Khanza kembali sedih mendengar ucapan Lintang yang nampak serius dan matanya kembali berkaca-kaca,lalu menganggukan kepalanya lemah.

__ADS_1


__ADS_2