Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 57


__ADS_3

Khanza berkali-kali memohon maaf dalam hati karena lagi-lagi harus berbohong pada ibunya. Dan sepertinya ibunya percaya ucapan Khanza,terbukti tidak membahas lagi tentang siapa pengirim pesan pada hapenya.


"Ibu titip rumah ya!


"Memang ibu mau kemana?"tanya Khanza.


"Mau ambil dagangan ibu diwarung-warung depan sekalian mungkin ambil titipan belanjaan ibu."


"Khanza anter aja ya bu!"ucap Khanza menawarkan diri.


"Gak usah nak!nanti Ayah dan adikmu pulang rumah terkunci."


"Kan nanti bisa Khanza telpon bu Ayah,kunci disimpan dimana,jadi gak perlu repot mikirin Ayah sama adik lagi nanti kalo sampe rumah."


"Nanti Ayah sama adikmu pulang gak ada orang nak kalo kita pergi berdua.


"Ih biarin bu,kayak mereka anak kecil aja harus ada orang dirumah,yang perlu dikhawatirin tuh ibu,nanti bawa barang-barang repot gak ada yang bantuin,kalo ada Khanza kan lumayan hemat tenaga ibu."


Dengan menarik nafas pendek akhirnya ibu berkata "iya deh,ayo temenin ibu kedepan."


"Nah gitu dong bu. Bentar Khanza telpon Ayah dulu!"


Skip

__ADS_1


"Kira-kira Ayah sama adik dan pulang belum ya bu?"tanya Khanza saat perjalanan pulang dari warung dan toko sembako.


"Coba saja kamu telepon nak!"


Khanzapun menelpon Ayah menanyakan apakah sudah pulang atau belum.


"Gimana nak? sudah sampai rumah mereka?"


"Sudah bu,bahkan Abyan lagi tidur siang sekarang.


"Tidur siang,sekarang sudah mau masuk waktu ashar juga."


"Namanya juga Abyan bu,haha!"


"Akhirnya sampai juga"gumam Khanza ketika sudah sampai didepan pagar rumah.


"Assalamualaikum,,,!


"Assalamualaikum,,,!"ucap keduanya,dan Ibu membuka handle pintu depan,dan masuk bersama kedalam rumah.


Mata ibu Ratna mengedar kesetiap ruangan depan,mencari sang suami karena ucapan salam mereka tidak ada menjawab.


"Ayah kemana ya bu?"tanya Khanza yang heran karena ayahnya tidak terlihat.

__ADS_1


"Entahlah,coba ibu cek dikamar"ucap ibu masih berkeliling setiap ruangan dan Khanza mengikuti dibelakangnya.


Ibu menaruh belanjaan dimeja dapur lalu berlalu menuju kamarnya sedangkan menuju kamarnya berniat mengambil peralatan mandi karena hari sudah lumayan sore.


"Khanza ke kamar ya bu,mau ambil handuk!"


Ibu berlalu kekamarnya setelah sempat terhenti karena ucapan sang anak,lalu memutar handle pintu.


Ceklek! suara pintu terbuka. Mata ibu Ratna sedikit membola karena pemandangan didepannya. "Ya ampun Ayah,pantes ibu ucap salam gak ada yang jawab"ucap Ibu tersenyum kecil geleng-geleng kepala.


Ibu lalu menghampiri sang suami,duduk dipinggir kasur,tangan terulur mengusap lembut pipi sang suami,mata menatap penuh cinta wajahnya.


Inilah pria yang dijodohkan denganku dulu,sekarang telah memberiku dua permata hati yang tampan dan cantik. Terimakasih Ayah atas kesabaranmu menghadapi sikapku yang dulu belum ada namamu dihatiku.


Tak sadar disudut mata nya ada setitik airmata yang menggenang ketika bermonolog dalam hati.


Seperti dalam mimpi,sang suami merasa ada yang mengusap pipinya lembut,namun semakin lama akhirnya dia sadar jika yang dia rasakan bukanlah mimpi,melainkan kenyataan. Ada bidadari hatinya sedang mengusap pipi dan menatapnya penuh cinta.


Tangan sang suami menahan bu Ratna ketika akan mengangkat dari pipinya dan menahannya tetap diatas pipinya.


"Ayah pikir Ayah mimpi tadi bu,ada mengusap-usap pipi Ayah"ucapnya sambil tersenyum lembut.


Pak Fahri(suami bu Ratna) menegakkan setengah badan,menyandarkan tubuhnya dikepala kasur. Kesadaran belum sepenuhnya terkumpul,namun untuk urusan orang tercintanya,dia sepenuhnya sadar.

__ADS_1


__ADS_2