
Ayah,Abyan dan Andre baru saja pulang dari mesjid komplek.
Dengan memasang muka cemas ibu menyambut kedatangan mereka "Ayah maafin Ibu hari ini tidak masak malam?"
"Gak apa-apa bu,kan bisa diluar. Kalo gitu Khanza kamu pergi lauk makan yak!
"Ayok om Andre temenin!"
"Ya udah Khanza siap-siap dulu yak!"ucap nya pada semua.
"Mau beli makan apa tante? om?"
"Enaknya apa yak?"tanya Ayah. Mau makan bu?"
"Ibu terserah kalian saja."
"Gimana kalo sate dan sop?" Andre memberi usul.
"Byan sate kambing yak om,bumbu kecap rawit nya yang banyak!"samber Abyan keluar dari kamar setrlah mengganti baju kokonya.
"Untung masih muda kamu nak,Ayah mana berani makan begituan"monolog Ayah.
__ADS_1
"Memang om punya riwayat darah tinggi?"tanya Andre.
"Masih aman sih Ndre,cuma buat jaga-jaga aja. Om ingin sehat dan bisa berkumpul sama kalian sampai kalian nanti menikah dan punya momongan."
"Ih Ayah kok ngomong gitu. Ayah pasti panjang umur kok! Bisa lihat kesuksesan Khanza dan Abyan juga"ucap Khanza mendatangi Ayahnya lalu memeluknya.
"Kaka gak didoain nih!"ucap Andre menaik turunkan alisnya.
"Sudah-sudah cepet kalian pergi! Keburu laper nih kita-kita"ucap Ayah menyudahi obrolan yang membuat hatinya sedih sebenarnya,apalagi mengingat anaknya diperantauan tidak jelas kabarnya tapi sebisa mungkin dia sembunyikan.
***
"Baik om,lancar."
"Kemarin pulang naik angkot? Maaf yah kakak belum sempet jemput kamu pulang sekolah."
Deg!
Kenapa kakak nanyain aku pulang naik apa ya? Apa ibu cerita tentang kemarin siang yak,soal aku yang pulangnya lebih cepet.
"Dek! Loh kok bengong sih!
__ADS_1
"Eh i,,ya kak! Naek angkotlah kak,apalagi. Hehe!"jawab Khanza gugup.
"Ini banyak amat neng belinya?"tanya si abang tukang sate.
"Bagus dong bang klo kita belinya banyak,abang anaeh nih ada yang beli banyak tapi protes"ucap Andre menanggapi omongan abang penjual karena giliran pesanannya hampir selesai dibuat.
"Abang gak protes atuh,malah seneng tapi abang cuma heran kok pengantin baru makannya banyak banget,ada sate kambingnya lagi,buat tambah stamina ya?"
Blush! pipi Khanza tampak merona,untung suasana malam jadi tidak terlalu terlihat tapi masih dapat tampak dari merunduk Khanza saat Andre memandanginya.
Khanza dan Andre saling pandang,keduanya tampak kikuk,salah tingkah sendiri mendengar ucapan si abang penjual sate hingga akhirnya Khanza memutar tubuhnya menyamping.
"Berapa mang semuanya?"saat Andre melihat abang penjual sedang membungkus pesanan sate dan sop kambingnya.
"160 ribu den"jawab abang penjual sate. "Emang kalo pengantin baru butuh tenaga esktra,makanya makannya juga banyak. Saya juga dulu gitu waktu masing muda"monolognya saat Andre memberikan uang sebanyak 2 lembar pecahan seratus ribu dan mengembalikan kembaliannya.
Karena jengah mendengar ucapan abang tukang sate yang terkesan sok tahu juga karena tak enak pada Khanza yang wajahnya kembali merona setelah tadi sempat biasa,akhirnya dengan menarik nafas panjang Andre menjawab celotehan abang penjual sate "kita ini sepupuan mang."
Mulut sipenjual sate membola saat Andre berbicara demikian . Setelah uang kembalian diterima Andre dia berkata "aduh maaf den,saya pikir neng aden ini pengantin baru habisnya nampak serasi sekali,yang satu cantik satunya lagi ganteng."
Kalau bukan sepupuan dah gw aminin tuh ucapan siabang.
__ADS_1