Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XII Jadian?


__ADS_3

"Siap,sayanggg,,,"Lintang kembali menggoda Khanza.


"Ih ,,,"Khanza mencubit pelan lengan Lintang.


"Aduhh,,,sakit beib,,,haha,,,lagi-lagi Lintang menggoda Khanza berpura-pura mengaduh walau sebenarnya cubitannya tidak terasa sama sekali.


"Nih,,,kali ini Khanza mencubit keras pada pinggangnya karena kesal Lintang terus saja menggoda yang awalnya dia merasa malu berubah menjadi kesal.


"Iya,,,iya,,,ampun Khanza,kali Lintang benar-benar merasakan sakit cubitannya yang terasa panas pada pinggangnya.


Khanza melengoskan kepala menghadap jendela tanpa menanggapi keluhan Lintang.


Diam-diam saat ini Khanza tengah menggigit kecil bibirnya dengan menautkan kedua tangannya bertempu pada diatas pahanya. Dia baru tersadar akan perbuatannya yang telah mencubit Lintang bahkan sampai dua kali.


Sebenarnya dia merasa malu dan canggung. Untuk itulah lebih memilih melihat ke kaca samping.


Lintang setelahnya tidak lagi menggoda Khanza,ia pun lebih memilih diam untuk menjaga perasaannya.


Mereka pun tiba disekolah. Sebelum turun dari mobil Khanza berpesan pada Lintang untuk tidak menggandeng tangannya. Hal itu dia lakukan untuk mengantisipasi kejadian sebelumnya yang memaksa menggandeng tangannya tanpa bisa ia tolak.


"Hm,,,Lintang nanti kalo turun dari sini(mobil) jangan pegang tangan saya,pinta Khanza sambil menggigit bibirnya malu.


"Lintang baru saja akan melepaskan sabuk pengaman lalu mengurungkan dan memiringkan badannya kearah Khanza,dahinya terlipat tidak mengerti maksud dari perkataan Khanza.


"Kenapa,"tanya Lintang dingin.


"Iya,jangan pegang-pegang tangan saya didepan teman-teman sekolah,"lugas Khanza lalu menutup mulutnya.


"Aduh kenapa aku ngomongnya begini sih,sesal Khanza dalam hati.


Berarti kalo gak didepan teman-teman sekolah gw boleh dong genggam tangan elo.


"ih gak gitu juga,"jawab Khanza bingung menjelaskannya.


"Kayaknya klo kita ngomongin ini terus kita bakalan telat deh ke kelas. Yang jelas yang tangkap dari omongan elo tadi gw bolehnya genggam tangan elo kalo pas gak ada teman-teman,titik!,"putus Lintang.


Mereka pun keluar dari mobil dengan Khanza yang lebih dulu jalan dan Lintang menyusul dibelakang. Lintang kembali memasang muka datarnya dengan kedua tangan dimasukkan kedalam kantong celana.


Tentu sontak pemandangan Khanza yang keluar dari dalam mobil Lintang menjadi pusat perhatian hampir seluruh siswa sekolah. Ada yang memandang sinis kearah Khanza terutama kaum cewek mulai dari adik kelas hingga teman satu angkatan mereka. Ada juga yang terlihat saling berbisik.


Khanza bukan tidak tahu dia menjadi bulan-bulanan omongan serta guncingan disekolah terutama dari para penggemar Lintang seorang siswa most wanted di sekolah.

__ADS_1


Khanza mencoba cuek apa yang terjadi padanya,selama itu tidak menganggunya secara fisik.


Ketika akan tiba dikelas Khanza,,,


" Nanti jam istirahat tunggu gw,kita ke kantin sama-sama,"perintah Lintang sambil berlalu.


Dari dalam kelas nampak Angel dan Fifah sedang memperhatikan Lintang dan Khanza. Dan ketika Khanza masuk kedalam kelas serta memastikan tidak ada Lintang didepan kelas.


"Ada dah mulai go public nih dah berani berduan,"singgung Fifah dengan setengah berteriak sehingga menjadi pusat perhatian teman sekelasnya.


Angel hanya memasang muka sinis kearah Khanza. Mereka seperti tidak jera dengan peringatan yang diberikan oleh Lintang,masih saja mengganggu Khanza.


Khanza tetap berjalan menuju bangkunya tanpa memperdulikan ocehan Fifah. Dia sudah menduga hal itu akan terjadi padanya.


"Ada yang makin deket aja nih,dah jadian ya elo ma Lintang,"Salsa bertanya dengan berbisik.


"Apaan sih,"elak Khanza malu-malu.


"Gimana kejadian kemaren,sorry ya Za gw gak bisa nolongin elo waktu itu. Elo tau kan mereka kayak apa. Gw cuma bantu elo dari belakang. Gw yang kasih tau Lintang waktu,"Salsa berbisik lirih matanya melirik Angel dan Fifah,takut mereka mendengarnya.


"Makasih ya Sa,saya gak tahu lagi gimana saya waktu itu kalo gak ada kamu yang beritahu Lintang,"Khanza mengucapkan terimakasih dengan mata berkaca-kaca.


"Cuma itu yang bisa gw lakuin Za,"Salsa mengenggam tangan Khanza menguatkannya.


"Gw gak bisa bayangin kejadian kemarin Za,"sedih Salsa.


TETT,,,bunyi panjang bel masuk.


Skip suasana belajar dijam pertama pelajaran.


 


"Ayo Za kita kekantin,"ajak Salsa pada Khanza,namun dia tampak ragu mengiyakan karena tengah menunggu Lintang yang mengajaknya tadi pagi.


"Ayo,tunggu apalagi ,elo nunggu apa sih,kok bengong gitu,"Salsa heran melihat Khanza yang tak beranjak juga.


Khanza akhirnya menerima ajakan Salsa kekantin karena orang yang ditunggu tak kunjung datang.


Di kantin


"Elo nunggu Lintang ya tadi,kepo (ingin tahu) Salsa menaikan-naikkan alisnya.

__ADS_1


"Gak kata siapa,"gugup Khanza .


"Nunggu juga gak apa-apa kali. Eh gw masih penasaran soal yang kemarin?


"Mata Khanza nampak berkaca-kaca kembali karena Salsa menanyakan kembali hal itu.


"Eh gak usah lo ceritain kalo emang bikin lo jadi sedih lagi. Mending cerita yang happy-happy aja deh. Abis dari situ lo pulang bareng kan sama Lintang,soalnya tadi gw liat sepeda lo ada diparkiran tapi elonya lom dateng.


"Ayo dong ceritain abis elo dianterin Lintang,"Salsa maaih saja penasaran.


Khanza menggigit bibirnya lidahnya terasa kelu. Tidak mungkin dia menceritakan kejadian kemarin,membayangkannya saja sudah membuat pipinya merona.


"Dih gw tanya malah diem. Justru yang terlihat oleh Salsa tampak merona pipi Khanza.


"Fix ini bener elo dah jadian ma Lintang,liat pipi lo aja merah gitu gw tanya.


"Dah ah gak usah dibahas mending kamu makan tuh mie ayam nya,dah melar gtu Khanza mengalihkan pertanyaan Salsa. Khanza memainkan ponselnya mendiamkan Salsa akhirnya.


"Tampak Salsa mencebikkan mulutnya,Khanza mengalihkan pertanyaan,mendiamkannya malah asik bermain ponselnya.


"Khanza,,,Za,,,menyikut lengannya,itu,,,bisik Salsa ditelinganya. Salsa tersenyum sungkan.


"Apa lagi sih Sa,,,kesal Khanza karena pikir masih ingin bertanya-tanya,dan masih bermain ponselnya sampai dia merasa ada orang didepan tengah memperhatikannya.


Khanza mendongak kearah orang didepannya dan seketika matanya membola dengan mulut yang membuka dan lama dia menutupkan mulutnya kemudian justru menggigitkan bibirnya membuat orang didepannya gemas akan kebiasaan Khanza yang jika gugup menggigit bibirnya.


Salsa hendak beranjak meninggalkan Khanza tapi olehnya ditahan.


"Kenapa gak nunggu aku tadi,"tanya Lintang dengan berpura-pura kesal. Lintang merubah panggilannya menjadi aku kamu yang membuat Khanza semakin tidak enak pada Salsa disebelahnya.


"Gw pergi aja,daripada jadi obat nyamuk disini,Salsa memutuskan dari 'pasangan' baru itu,tapi masih tetap ditahan Khanza.


"Dah,,,"senyum Salsa melambaikan tangannya.


"Mo kemana,tetap disini temenin aku makan,titah Lintang Khanza baru saja akan mengangkat bokongnya. Lintang merubah panggilan menjadi aku kamu.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan like,komen,dan vote


Love You

__ADS_1


Author


__ADS_2