Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab.38


__ADS_3

Dengan menarik nafas dalam Khanza berkata sekali lagi "Lintang,,,maaf atas sikapnya tadi pagi dan sekarang diammu kuanggap kita sudah sepakat pu tus.


Setelah mengatakan itu semua Khanza berbalik dan segera meninggalkan tempat itu dengan sedikit berlari.


**


Sebelumnya di pihak Lintang,dia mendengar semua perkataan Khanza yang ditujukan untuknya,namun dia tetap mengabaikannya.


Astrid perempuan yang tengah berjalan beriringan dengan Lintang berucap pelan"Lin,,,itu kayaknya ngomong ma elu deh. Sekali,Khanza berbicara namun Lintang masih mengabaikan . Kedua kali Khanza masih ingin berbicara dengannya masih tetap diabaikan lagi.


Hingga yang ketiga kalinya,Khanza nampak masih ingin berbicara denganku dan Astrid perempuan disebelahku mulai tampak kesal. Baru saja Astrid ingin melabraknya karena telah dianggap telah mengganggu tapi kemudian aku mendengar"Lintang,,,aku minta maaf atas sikapnya tadi pagi,dan aku ingin berbicara sama kamu tapi sepertinya sudah tidak ingin berbicara denganku lagi" dan dia menjeda ucapannya dengan suara bergetar Khanza berkata lagi "aku anggap diammu sebagai bentuk setuju kalo kita kali ini benar-benar tidak ada hubungan lagi,kita putus!!!


POV Khanza


Aku ingin memang menyelesaikan masalah ku dengan Lintang. Rencananya setelah istirahat atau jam terakhir pelajaran,tapi kulihat dia sedang berjalan sepertinya akan menuju kantin bersama perempuan yang sama,Astrid mantan partnernya di OSIS dulu.


Aku memberanikan diri menghampirinya,pertama ketika ku panggil namanya dia mendiamkan ku dan terus berjalan. Tak pantang arang,aku memanggil namanya untuk kedua kalinya,lagi-lagi dia masih mendiamkan ku. Sedih tentu sedih sekali kurasakan tapi membulatkan tekad akan membicarakannya dengannya,agar semakin jelas nantinya hubunganku.


Dengan menahan diri agar agar aku tidak menangis, ketiga kalinya aku memanggil namanya bermaksud ingin membuka pembicaraan walau aku tahu akan mendapat penolakan dengan berat hati aku mengatakan,


"Lintang aku minta atas sikap ku tadi pagi,dan aku ingin berbicara sama kamu tapi sepertinya kamu sudah tidak ingin berbicara dengan ku lagi,,,


Dengan menarik nafas panjang dan dalam aku berkata "aku anggap diammu sebagai bentuk setuju kalo kita kali ini benar-benar tidak hubungan lagi,kita putus!!!"


Dengan sedikit berlari aku meninggalkan mereka. Air mata ku akhirnya jatuh setelah susah payah aku tahan tadi ketika mengucapkan kalimat putus.


"Kemana ku tumpahkan air mata ini ?tidak!aku tidak boleh menangis lagi,cukup!lebih baik segera kubersihkan wajah ini agar tak kentara seperti habis menangis."


PoV end


Khanza memutuskan membersihkan(mencuci ) wajah nya di toilet. Kebetulan saat itu toilet tidak terlalu ramai,apa karena mereka sedang berkumpul dilapangan pikirnya.


Setelah memastikan wajah dan penampilannya sudah lebih baik,Khanza keluar dari dalam toilet dan kembali kelapangan dimana saat ini sedang ada jam pelajaran olahraga 2 kelas dijadikan satu.


Ketika berjalan dengan langkah lemas sambil tertunduk.


"Khanza ya tuhan lo kemana aja,gw cari-cari,gak tahunya masih disini. Lo abis nerima telpon baru balik!"ucap Salsa yang tiba-tiba sudah ada di depannya tanpa dia sadari.


"Oh ini iya,saya tadi dari,,,Khanza bingung menjelaskan dari mana dia setelah menerima telpon.


Salsa menunggu jawaban yang masih menggantung dari Khanza,namun Khanza sengaja mengalihkan perhatian Salsa agar dia lupa,tak perlu lagi bertanya-tanya lagi padanya.


"Eh olahraganya masih berlangsung kan ,ayo kita kelapangan lagi,nanti ditanyain pak Panji lagi!"Khanza mengapit lengan Salsa membawanya pergi.


"Ish pertanyaan gw belum lo jawab juga!


"Cepetan ih,nanti pak Panji keburu sadar klo kita gak ada,kita kan mencolok banget di tribun."


"Ya udah iya ayok"Salsa mengalah mengikuti kemauan Khanza pergi kelapangan lagi.


Ditengah perjalanan ponsel Khanza kembali bergetar,kali ini dia menyadarinya karena tempatnya yang masih lumayan sepi.


Ting!


Ka Andre


[Receive Picture]

__ADS_1


Me


[Enak tuh kak,jadi laper Khanza 🤤]


Ka Andre


[Kamu memang blm mkn dek?]


Me


[Blm 😫]


Ka Andre


[Kok blm sih dek,dh jm 12an loh ini,sna cpt mkn]


Me


[gk nafsu]


Ka Andre


[Mau kk pesanin dr sni? ]


Me


[😘]


Khanza senyum-senyum sendiri melihat dan mengetik pesan.


"Duh yang lagi asik japrian,sampe lupa ada temen disamping"sindir Salsa. Awas nanti kesandung,chat'an sambil jalan gitu."


"Eh kenapa Sa? Lalu Khanza melihat kembali ponselnya karena kembali berbunyi.


Ka Andre


[Ka Andre pesanin g*food Ya dr sni]


Me


[Serius]


Ka Andre


[Serius syg ]


Wajah Khanza semakin merona melihat isi chat om nya,sementara itu Khanza yang tengah terlihat tersipu itu dikagetkan oleh sikutan yang dilakukan Salsa.


"Za,,,Za,,,itu"Salsa menyikut-ngikut lengan Khanza yang saat itu masih memandangi layar ponsel. Khanzapun menengok pada Salsa bermaksud bertanya kenapa tapi oleh Salsa dibalas dengan acungan dagunya.


Khanza mengikuti arah acungan dagu Salsa dan melihat Lintang tengah menatap lekat wajahnya.


Kembali Khanza menundukkan pandangannya lebih memilih melihat ponselnya yang kembali bergetar.


Ka Andre


[Dh kk pesanin g*ofood Ya,tunggu aj

__ADS_1


berbagi riwayat kurir g*ofood]


Khanza kembali tersenyum melihat layar ponselnya dan mengabaikan keberadaan Lintang di depannya.


Rahang Lintang mengeras melihat Khanza tersenyum menatap layar ponsel dan mengabaikan dirinya,dibalik kedua sakunya,tangannya mengepal.


"Za !Kembali Salsa menyikut lengan Khanza karena melihat Lintang yang menatap Khanza tajam,tampak urat lehernya yang menonjol sementara yang dipandanginya asik dengan ponselnya.


Khanza terusik dengan sikutan Salsa tapi reaksi justru diluar dugaan Salsa.


"Hm,,,Salsa saya kedepan dulu ya!kamu duluan aja kelapangannya,dah!Khanza melambaikan tangan pada Salsa lalu berlari meninggalkan Salsa dan Lintang.


Salsa meringis pada Lintang tak enak hati pada Lintang lalu berkata "duluan ya Lin!"


***


Khanza tidak tahu jika dia diperhatikan dan ditatap oleh Lintang namun dia berusaha mengabaikannya.Khanza memghentikan langkahnya dan menarik nafas panjang "hahhhhh" lalu kembali melangkah langkahnya dengan cepat menuju gerbang sekolah untuk mengambil pesanan g*ofood Andre untuknya.


Terlihat tentangan makanan dari resto terkenal berlogo dua anak laki-laki dan perempuan. Lalu dia mengambil gambar kemudian dia kirimkan pada om nya.


Me


[Send picture]


[ thank u 😚 ]


ka Andre


[ 😘 ]


Tak mungkin membawa nasi bentonya kelapangan,Khanza memutuskan makan di kelasnya walaupun seorang diri.


Dari jauh Khanza melihat Lintang berdiri disamping pintu kelasnya dengan bersedekap dada.


Hmm,,,m**au ngapain sih dia disitu ,batinnya.


Khanza dengan memberanikan masuk kedalam kelasnya melewati Lintang yang berdiri di pintu samping kelasnya. Kemudian dia duduk dibangkunya lalu membuka kotak bentonya dan mulai menyantapnya.


Ketika sedang menyantap nasi bentuknya,Lintang menghampirinya. Dengan debaran jantung yang cepat serta tangannya yang bergetar Khanza tetap meneruskan sendokannya.


Semakin dekat. Jarak Lintang semakin dekat. Aroma parfum yang digunakannya pun semakin kuat tercium di hidung Khanza.


Nafas Khanza seakan tercekat saat Lintang dengan santai duduk di meja dimana terdapat nasi bento miliknya.


Satu dua kali Khanza tetap menyantap nasi bentuknya itu,namun disuapan yang ketiga akhirnya dia menghentikan suapannya berniat pindah dari tempat yang diduduki.


Namun belum Khanza menegakkan tubuhnya Lintang membuka suara setelah beberapa waktu hanya memandanginya tajam.


"Buang bento itu!!!


Bersambung


Mohon dukungannya dengan like, vote,point dan komen diakhirinya babnya ya!


Rating juga 🌟🌟🌟🌟🌟


Agar Author lebih semangat lagi dalam menulis

__ADS_1


Love You


Author


__ADS_2