Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 73


__ADS_3

Khanza mengurai pelukannya,lalu menatap Salsa,"gimana ini Sa? Lintang mau kesini. Tadi dia maksa minta alamat rumah lo,"ucap Khanza sambil menggigit bibirnya.


"HA??!!"


**Lintang POV dan Flashback on


Gara-gara si Cher gw jadi lupa kabarin Khanza kalo gw gak masuk hari ini . Dia nungguin gak yak tadi pagi,guman Lintang.


Setelah menjemput dari bandara dan mengantar kan Cher kerumah orangtuanya. Aku kembali kerumah sudah siang sekali itupun dengan susah payah karena Cher terus meminta ku menemani dia dirumah.


Toni calling,,,


Toni menelpon ku menanyakan kenapa tidak memberi kabar jika hari ini aku tidak masuk sekolah dan yang membuat aku kaget adalah saat dia bercerita tentang.


Khanza.


Deg


Khanza,,,aku lupa kalo gak kasih kabar jika aku tidak bisa menjemputnya padahal sehari sebelumnya aku sudah memberitahukan akan menjemputnya kembali.


Pesan yang aku kirim tidak dia balas. Jangan kan dibalas dibuka pun tidak. Namun diakhirnya membuka pesa yang aku kirim. Langsung saja aku menelponnya,tapi kok Salsa yang mengangkatnya.


Akhirnya aku memaksanya Salsa mau juga memberikan telepon nya pada Khanza tapi lagi-lagi Khanza tak kunjung menjawabnya.


"Hallo!"


Langsung saja aku menembaknya dengan pertanyaan "kenapa telponnya gak diangkat?"


"Gak enak sama Salsa."


"Kok gak enak sama Salsa? Apa hubungannya sama dia?


"Iya."

__ADS_1


Dan jawabnya singkat banget,cuma 'iya'. Aku curiga sama Khanza,"memangnya kamu dimana sekarang?


Karena gemas sekaligus kesal Khanza tidak diam saja,aku tanya sekali dia "Khanza dimana kamu sekarang?"


"Dirumah Salsa."


Ngapain dia udah malam di rumah Salsa,batinku bertanya-bertanya,"sherlock alamat rumahnya sekarang!


Karena tak tahan ingin ketemu dengan Khanza untuk memberitahuka masalah aku tidak bisa menjemputnya juga karena sudah kangen berat sama dia.


Astaga Khanza,bener-bener ini kamu tuh yak,bikin kesel bin gemas sekaligus. Bukannya jawab alamatnya malah diem aja. Aku paksa lagi dia,"KHANZA,,,,SHERLOCK ALAMATNYA SEKARANG!"


"Jalan Melati no. 15,Komplek Villa Nusa Bangsa.


Akhirnya dia kasih tahu juga alamat rumah temannya itu. Dan sanking tidak sabaran nya aku,sampai tutup telepon sepihak.


Flashback dan PoV end.


"Yak terus kenapa kalo kasih alamat gw. Gak papa kok. Santai aja Za,"ucap Salsa menenangkan.


"Kalo nanti dia kesini gimana?"cemas Khanza.


"Yak ampun Za,lo tuh mau ketemu pacar lo bukan mau ketemu DC(Debt Collector). Kok takut sih!"


Aku bukannya takut ketemu Lintang Sa. Tapi males,entah kenapa?


Tok


Tok


Tok


"Salsa,,,,,"panggil Ibu Salsa.

__ADS_1


Ceklek,


"Kenapa mamah?"


"Didepan ada tamu tuh!"


"Siapa mah?"


"Tau,,,tapi cowoknya tinggi,ganteng juga."


Deg


"Lintang,"gumam Khanza.


Salsa masih memegang handle pintu,sementara sang ibupun masih didepan kamar. Lalu mulutnya bergerakm menyebut "Lintang" tanpa bersuara.


"Yak udah mah,bentar,"ucap Salsa pada sang ibu sementara dirinya menengok lagi pada Khanza,menunggu reaksinya.


"Cepetan. Sayang cowok begitu dianggurin."ucap Ibu Dian sambil berlalu meninggalkan kamar putrinya.


Setelah sang Ibu pergi,Salsa menutup kembali pintub kamarnya,"dah sana cepetan temuin. Gw yakin itu siLintang kalo dari ciri-ciri yang disebutin mamah gw sih!"


"Lo aja dulu deh Sa yang keluar,pastiin Lintang bukan."


"Yak ampun Za,"gemas Salsa tapi kemudian memutar tubuh nya,melangkah keluar kamar.


Dan benar saja,ketika Salsa membuka pintu depan dia melihat seseorang menghadap kebelakang dan begitu memutar tubuhnya Salsa menatap malas padanya.


"Ngapain kesini?"tanya Salsa sambil melipat kedua tangannya didada.


Dari sang ibu berteriak namun sambil menghampiri Salsa dan Lintang. "Suruh masuk Sa tamunya."


"Saya Lintang tante,pacarnya Khanza,"ucapnya memperkenalkan diri saat ibu Dian tiba dibelakang Salsa.

__ADS_1


__ADS_2