Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab.40


__ADS_3

Khanza terus berjalan menuju lapangan outdoor lebih tepat dibangku tribun tanpa dia sadari dibelakangnya ada Lintang yang mengikutinya.


Dengan langkah mengayun,menghentak kaki kiri dan kanannya bergantian Khanza bersenandung pelan


Go easy on me,baby


I was still a child


Didn't get the change to


Tell the world around me


Had no time to choose


What i choose to do


So go easy on me


Lintang yang melihat tingkah dan suara yang sedang bersenandung hanya mengulum senyumnya.


Cute nya pacar gw,gemes pengen kantongin aja rasanya.


Jarak nya semakin dekat dengan tribun,dia melihat Salsa yang juga melihat kearah nya. Tak lupa Khanza melambaikan tangan padanya tetapi dibalasan meringis. Khanza melihat reaksi Salsa yang meringis hanya mengerutkan keningnya,kenapa dia pikirnya.


"Hai Sa,lama ya!sorry ya tadi saya makan dulu dikelas,habis dibeliin bento sama kakak saya"ucapnya pelan karena merasa tidak enak.


"Gak apa-apa Za,santai aja"jawab Salsa namun dengan sedikit senyum dipaksakan.


"Kamu kenapa sih Sa?dari tadi saya perhatiin muka kamu meringis terus."


"He,,he,,gak Za,itu lo!"Salsa menggantung omongannya lalu memainkan alisnya naik turun.


"Kamu kenapa sih Sa?aneh!"


Salsa menarik kedua sudut bibirnya lalu dia berkata"Lin,,!


Tubuh Khanza menegang mendengar nama Lintang diucapkan Salsa,diapun kemudian membalikkan badannya.


Deg


Lintang


Ngapain dia disini,atau jangan-jangan udah dari tadi atau,,,


Banyak pertanyaan berkeliaran dipikirannya memikirkan sejak kapan Lintang datang se ketika wajahnya merona.


Jangan-jangan sejak dari kelas dia ikutin aku. Berarti dia juga dengar aku nyanyi dong tadi,aduh malunya!


Berusaha tidak mengindahkan kehadiran Lintang, Khanza berusaha cuek lalu kemudian duduk disamping Salsa.


Lintangpun dengan cueknya ikut duduk disamping Khanza yang berjarak beberapa centi saja.

__ADS_1


Tentu aksi Lintang yang duduk ditribun menjadi pusat perhatian siswa-siswa yang sedang bermain voli,terutama para siswi.


"Trid itu Lintang!tunjuk salah satu siswi mipa2 teman sekelas Lintang.


Astrid yang melihat kearah yang ditunjukan temannya memandang tajam,mengepalkan kedua tangannya.


Sialan,jadi mereka gak jadi putus.


"Sih gila tuh si Lintang!"ucap Boy teman sekelasnya pada teman-temannya.


"Swit-Swit! siulan dari teman-teman Lintang dibawah"bermaksud menggodanya.


Lintang nampak cuek dengan siulan teman-temannya dibawah. Justru yang dia lakukan hanya memandang wajah yang sudah seperti kepiting rebus.


Khanza tahu teman-teman Lintang menggoda dirinya dan Lintang.


Salsa mendekatkan bibir ke telinga Khanza "ngapain sih lo bawa-bawa Lintang kesini?"


"Apa sih Sa,saya juga gak tahu kok dia ada dibelakang"jawab Khanza dengan berbisik pula.


"Tau ah malu tahu,jadi pusat perhatian,tuh anak-anak dibawah"tunjuk Salsa dengan dengan dagunya. Lalu dia hendak bangun dari duduknya tapi dicekal oelh Khanza.


"Mau kemana?


"Toilet"jawab Salsa malas.


"Ikut! Tapi kemudian tangannya dicekal oleh Lintang.


"Mau kemana?"tanya Lintang.


"Disini aja!


"Gak!


"Khanza,,,"ujar Lintang dengan penuh penekanan.


"Apa?"tantang Khanza lagi.


"Kamu tahu kan kalo nekat,mau kamu aku cium lagi didepan anak-anak!"


Blush,,,pipi Khanza kembali merona mendengar ucapan frontal Lintang.


Sementara Salsa menutup mulutnya dengan tangannya mendengar ucapan jujur Lintang.


Lagi???Berarti tadi udah dong,,,berarti tadi yang lama itu ada adegan ciuman antara mereka. Omg,,,


"Oke aku gak jadi pergi tapi please lepasin tangan aku."


Khanza terpaksa duduk kembali bersebelahan dengan Lintang ditribun.


"Dah lah ya males liat keuwuan kalian lagian juga gw cuma jadi obat nyamuk doang." Lalu Salsa meninggalkan mereka.

__ADS_1


Tinggallah Khanza dan Lintang ditribun saling diam.


"Urusan kita belum selesai,aku belum tanya kenapa waktu itu kamu berbohong"ucap Lintang namun matanya memandang lurus kedepan,melihat teman-temannya berolahraga,untungnya pada saat itu pak Panji sedang tidak mengawasi.


Karena tidak mendapat tanggapan dari Khanza,Lintang menengok kearah Khanza.


"Kok diem,aku ngomong loh sama kamu,bukan sama angin."


Khanza menarik nafas pendek hendak memulai obrolan,tapi dia juga bingung bagaimana mengutarakannya. Apa harus dia berbicara terus terang tentang ketidaksetujuan orangtuanya tentang hubungannya dengan Lintang.


"Gak enak kalo ngobrolnya disini.


Lintang berdiri dari tribun lalu menggandeng tangan Khanza "Ya udah ayo!


"Mau kemana"tanya Khanza heran Lintang menggandeng tangannya,dia lupa tidak melepas gandengan tangannya.


"Katanya gak enak ngobrol disini,ya udah ayo!"


Khanza akhirnya akan tangannya yang masih digenggam oleh Lintang,lalu menyentakkan tangannya dan akhirnya terlepas"nanti aja!


"Kamu jangan cari-cari alasan lagi ya Khanza,ayo cepet!!"kembali meraih tangan namun untuk digenggam.


"Nanti sebentar lagi pak Panji datang"alasan Khanza lagi. Kamu juga bukannya turun,kok masih disini?"tanya Khanza mengalihkan pembicaraan.


"Khanza!"Lintang menatap lekat kedua bola mata Khanza,sementara Khanza yang digarap menjadi salah tingkah. "Kamu tahukan kalo aku orang yang nelayan?"


Setelah mendapat ancaman secara tidak langsung,Khanza terpaksa mengikuti Lintang kemana akan dia membawanya.


Banyak pasang yang memandang sinis pada Khanza,terutama para siswi. Dan ini lah satunya yang membuat seperti tidak punya keyakinan ingin meneruskan hubungannya dengan Lintang,apalagi tanggapan orangtua Khanza sendiri.


Lintang terus menggandeng tangan Khanza,dan dia tidak tahu kemana akan dibawa.


"Lin,bisa lepas tangan nya!"pinta Khanza dengan ragu-ragu.


Langkah kaki Lintang terhenti mendengar permintaan Khanza.


"Kamu kenapa sih dari tadi kok minta dilepas terus genggaman tangan aku,kamu malu?"


"Bukan malu tapi gak nyaman,apalagi fans-fans kamu liat in aku sinis gitu,yang ada haters aku bertambah"ucap Khanza kesal karena Lintang tidak mengerti posisinya.


"Kamu urus amat sih apa kata orang disini!"


Khanza mengatupkan rahangnya tidak ingin berdebat lagi dengan Lintang karena itu hanya akan menjadi kesia-siaan.


**


"Khanza mana ?"tanya Adi pada Salsa yang baru datang dari kantin karena melihat dia seorang diri diatas tribun.


"Gak tahu!"jawab singkat Salsa. Karena dia benar-benar tidak tahu kemana Khanza pergi.


"Kok gak tahu, kan tadi lo sama dia disini,tanya Adi sedikit sewot.

__ADS_1


"Ya mana gw tahu,yang gw tahu pas tinggalin dia lagi sama Lintang disini. "


Sialan


__ADS_2