Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 93


__ADS_3

Boy berjalan sendiri sepanjang lorong karena teman-temannya telah meninggalkannya tadi. Tanpa dia sadari dibelakangnya seseorang mengejar langkahnya karena memang datang terlambat ke sekolah.


Puk! Seseorang itu menepuk pundak Boy dan Boy pun mau tak mau menengok kebelakang melihat siapa yang menepuk pundaknya.


Rupanya Lintang yang telah menepuk pundak karena sedari tadi tidak bersuara.


"Tumben sendiri, yang lain kemana?"tanya Lintang kemudian berjalan berdampingan menuju kelas.


Boy bukannya menjawab pertanyaan Lintang,dia justru bertanya balik,"lo juga tumben baru dateng,kesiangan Lo?"tebaknya.


"Iya gw kesiangan. Yang lain mana?"tanya lagi Lintang karena masih penasaran.


"Dah pada duluan mereka."


"Lo kesiangan juga apa ditinggalin anak-anak?"tebak Lintang.


Boy heran kenapa Lintang cukup banyak omong saat ini. Tumben si Lintang bacot,gak lagi mode cool on.


"Kenapa?" tanya Lintang sambil mengerutkan keningnya melihat Boy yang tampak bengong tapi seperti sedang berpikir.


"Heran aja,tumben lo banyak omong. Ada apaan? Lagi happy keknya."

__ADS_1


"B aja aja,"ucap Lintang kembali ke mode asal,datar dan irit bicara.


Mereka pun tiba dikelasnya,kelas 3 Mipa2. Teman-teman yang melihatnya kedatangan Boy dan Lintang yang jalan berdua.


"Lo lihat mereka (Boy dan Lintang) bisa jalan berdua,akur lagi. Gak tahu aja tadi si Boy tepe-tepe(tebar pesona) sama ceweknya si Lintang. Kalo Lintang tahu gw yakin,gak bakalan mereka akur begitu." Toni membicarakan kedua temannya pada kedua teman lainnya yakni Danu dan Saka.


"Gak usah ngurusin lah mereka,"ucap Danu.


"Tau,,,Lo ngajak mereka ribut namanya kalo sampai cerita kelakuan Boy tadi." Saka pun ikut memperingati Toni. Kecuali Lo emang pengen mereka bertengkar,apalagi cuma gara-gara cewek,"ucap Saka lagi.


"Yak gak lah. Gw cuma ngomong aja,"kilah Toni.


"Iya nih!"jawab Lintang. Kalian tumben ninggalin si Boy?"tanya Lintang yang sudah tahu dari cerita Boy tadi.


"Berarti si Lintang dah tahu dong kalo gitu,"batin Toni.


"Ah Boy nya aja tadi,,,"ucap Toni menggantung, tidak jadi meneruskan omongannya karena mendapat sikutan dari Saka dan plototan dari Danu.


"Si Boy jalannya lelet. Maklum tepe-tepe dulu dia tadi sama cewek,"samber Danu.


Boy menatap sinis pada Toni karena dia tahu sebenarnya Toni akan bercerita tentang kejadian tadi didepan gerbang. Namun begitu Toni pura-pura memasang wajah polos, seolah tidak masalah jika dia berbicara.

__ADS_1


Lintangpun lalu mendaratkan bokongnya dibangku bersebelahan dengan Saka teman sebangkunya.


"Lo kesiangan?"tanya Saka teman sebangkunya.


"Gak,"jawab Lintang singkat.


"Bohong banget Lo. Terus ini apa namanya kalo bukan kesiangan? Lo dateng setelah kita-kita dah sampai sekolah duluan."


"Buktinya bel masuk belum bunyi. Itu tandanya gw kaga telat." Lintang meralat ucapan Saka.


"Nyaris beg*." Btw Lo kemana kemarin,gak dateng latihan futsal?"


"Oh itu gw habis,,, anterin Khanza pulang,"jawab Lintang jujur walau tidak sepenuhnya.


"Iya dah yang lagi asik pacaran,"samber Danu yang mendengar jawaban Lintang. Dia memperpanjang masalah.


Lain ha nyal Toni yang nampak tidak terima atas kealpaan Lintang latihan futsal. Dia menyela ucapan Danu yang baru saja mengatupkan rahangnya. "Emang si Khanza dari mana Lo anterin pulang pagi-pagi? Terus habis itu kalian jalan gitu,sampai Lo gak latihan futsal?"cecarnya.


"Oh itu dia habis nginap di rumah temennya. Habis itu iya gw jalan dulu,"jawab Lintang membenarkan ucapan Toni karena dia juga bingung alasan apa yang akan dia utarakan.


Untung si Toni ngomong nya gitu,sekalian aja buat gw membenarkan alasan gw.

__ADS_1


__ADS_2