Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XIV Bocengan???


__ADS_3

Beruntun pesan dikirimkan Lintang,tapi tidak dihiraukan oleh Khanza.


Terlihat dari jauh Lintang sudah berada diparkiran khusus sepeda motor dimana terdapat sepeda milik Khanza.


Khanza yang melihat Lintang memperhatikannya sambil bersedekap dada. Tatapan tajam Lintang pada Khanza membuat nyalinya seketika menciut.


Kenapa pesan aku cuma dibaca aja,"protes Lintang yang masih saja menatap tajam Khanza.


Khanza hanya terdiam menunduk dan meremas kedua tangannya tidak berani melihat kearah Lintang.


"Jawab Khanza,,,malah diem aja,tuh bibir malah digigit-gigit minta dicium tuh bibir hmm,,,"gemas Lintang yang akhirnya membuat kesalnya hilang.


Entah ancaman atau peringatan Khanza segera menormalkan bibirnya,takut Lintang merealisasikan omongannya.


"Maaf,,,sesal Khanza mendongak ke wajah Lintang.


"Aku gak suka diabaikan,ucap Lintang tangannya mengusap sayang kepala Khanza.


"Ayo pulang,,,"ajak Lintang.


"Sepeda saya gimana,"tanya Khanza penasaran yang mudahnya Lintang mengajak pulang bersama sedang dia membawa sepeda.


"Maunya kamu gimana," Lintang memberikan pilihan.


"Ya berarti sendiri-sendiri,kan saya bawa sepeda,kamu bawa mobil,jadi gak mungkin bisa pulang bareng,"jawaban yang masuk akal bagi Khanza.


"Tadi awalnya aku ngomong apa,"tanyanya sekali.


"Hm,,,pulang bareng ,"jawab ragu-ragu Khanza.


"Tuh tau,,,ya udah naik! Khanza lagi-lagi tidak mudeng dengan ajakan Lintang.


"Naik Khanza,,,aku yang gowes sepedanya,kamu duduk sambil bawa keranjang kuenya,sesimple itu aja kok gak ngerti sih.


"Tapi mobil kamu gimana kalo bawa sepeda. Nanti pulangnya gimana,lagian nanti kamu cape kalo bawa sepeda,berondong pertanyaan Khanza.


"Cepetan Khanza,pegel nih,"keluh Lintang yang sudah duduk dijok sepeda dengan tungkai kaki yang menekuk.

__ADS_1


"Haha,,,"Khanza tertawa melihat Lintang terlihat kebesaran membawa sepedanya karena tinggi badannya yang mencapai 180 cm,berbanding terbalik tubuhnya yang hanya mempunyai tinggi 165 cm.


Lintang terpesona melihat Khanza yang tertawa lepas,terlihat semakin cantik dimatanya.


"Seneng ya kamu liat aku begini,"pura-pura kesal karena Khanza yang menertawakannya.


"Habisnya lucu ,"jawab Khanza di sisa-sisa tawanya.


"Ayo,,,


Lintang mengayuh sepeda dengan Khanza memboceng dibelakang sambil membawa keranjang kue yang diletakkan di atas pahanya .


"Pegangan Khanza,,,"Lintang mengambil tangan Khanza yang menganggur dan diletakkan tangan itu dipinggangnya.


Lagi-lagi tindakan implusif Lintang membuat jantung Khanza berdebar.


Hampir satu jam perjalanan dari sekolah kerumah Khanza yang ditempuh Lintang menggunakan sepeda Khanza. Tiba mereka didepan rumah orangtua Khanza.


"Hosh,,,hosh,,,suara Lintang mengatur nafasnya,cape setelah bersepeda.


"Khanza,,,tiap hari kamu tidak cape bersepeda pulang pergi kesekolah,"tanya Lintang yang mengatur nafasnya dengan keringat yang tampak bercucuran.


"Hebat kamu Khanza,pujinya.


"Maaf ya karena aku kamu jadi cape banget,itu keringetan banget,"sesal Khanza.


"Elapin dong Za,,,Lintang menarik tangan Khanza hendak meletakkan didahinya mengelap keringatnya.


"Eh,,,"jangan. Khanza melirik kanan kiri takut ada yang melihat tindakan mereka. Lintangpun tersadar dimana mereka berada.


"Hmm,,,mampir,minum dulu,"tawar Khanza mengurangi kegugupannya.


Mereka pun berjalan ke teras rumah dengan Lintang yang membawa keranjang kue milik Khanza.


Assalamualaikum,,,bu,,Khanza pulang.


Waalaikum salam.

__ADS_1


Ibu membuka pintu rumah.


"Sayang kamu sudah pulang nak,matanya melirik laki-laki jangkung dibelakang Khanza.


"Lintang tante,tersenyum sambil mengulurkan tangan pada ibunda Khanza.


Ibunda Khanzapun menyambut uluran tangan Lintang kemudian mempersilahkan nya masuk.


"Diluar aja,Lintang menolak dan memilih dan duduk dikursi teras rumah.


"Buatkan minum Za untuk nak Lintang.


"Iya,bu,,,Sebentar ya aku buatkan minum dulu.


"Iya sayang,,,"canda Lintang.


Khanza hanya tersenyum malu mendengar gombalan Lintang.


["Saya dah sherlock alamatnya].


Lintang memasukan ponselnya ketika Khanza datang dengan membawa segelas orange jus. Khanza yang sempat mendengar Lintang berbicara ditelepon hanya diam tak bermaksud menanyakan dengan siapa dia menelpon.


"Makasih sayang,,,


"Apaan sih,Khanza malu lagi-lagi Lintang memanggilnya dengan kata sayang.


"Beneran sayang akunya. Lintang tersenyum membenarkan ucapannya.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan komen,like dan vote


Love You


Author


Follow me on

__ADS_1


Ig:cinta.dmynti


__ADS_2