
Masih flashback
Di kafe tempat Ratna bekerja.
Sehabis kuliah Galang memutuskan menemui Ratna dikafe tempatnya bekerja.
Setelah masuk Galang mencari tempat dibelakang dekat ruang khusus karyawan. Matanya mencari disudut ruangan ,namun yang dia cari ternyata tidak ada.
"Mungkin dia didalam,gumamnya.
Akhirnya Galang memesan minuman sambil menunggu Ratna keluar dari dalam.
"Rat,,,Ratna,,,"panggil Ira teman kerja. Tuh didepan ada cowok lo tuh.
"Hah,cowok?" Ratna yang masih belum mudeng kembali bertanya lagi.
"Iya Ratna,,,itu loh yang suka nungguin elo pulang kerja,"jawab gemas Ira.
"Galang,batinnya.
"Nih pesenan minumannya kalo lo mau nemuin dia,"Ira memberikan minuman yang telah dia buat pada Ratna menggantikannya.
Ratnapun mengantarkan minuman pesanan Galang ke meja dimana Galang berada.
"Permisi kaka,ini minumannya". Salsa memberikan minuman dihadapan Galang yang belum sadar siapa pelayan yang membawakannya.
Karena sepertinya Galang tidak sadar jika yang dihadapannya adalah kekasihnya sendiri.
"Ada tambahan lain kaka selain minumannya,"Ratna kembali membuka komunikasi berharap sadar jika yang didepannya itu dia.
Ratna sempat berpikir dalam hati segitu asiknya Galang bermain ponsel sampai-sampai tidak menyadari dirinya .
"Tidak mba terimakas,,,
"Sayang",Galang kaget orang yang didepannya adalah Ratna kekasih sendiri.
Pipi Ratna bersemu merah hanya dengan dipanggil dengan kata sayang.
"Kenapa gak ngomong-ngomong kalo ini kamu,"Galang protes pada Ratna.
"Habisnya kamu asik maen ponsel dari tadi,padahal sudah aku kode-kode,haha,,,"
Galang tersenyum melihat Ratna yang tersenyum tapi senyumannya mendadak hilang ketika teringat kata-kata orangtuanya.
"Ratna aku ingin bicara serius sama kamu"
"Ya sudah ngomong aja,"pinta Ratna.
"Gak disini,nanti setelah pulang kerja aku tunggu ditaman dekat kampus".
"Iya,baiklah,"jawab Ratna ragu-ragu,sejenak memikirkan apa yang akan dibicarakan Galang,sepertinya serius sekali terlihat dari raut mukanya.
"Ya sudah,aku tunggu ditaman,kamu pulang jam 5 kan,sambil nunggu aku mungkin akan dikampus,dan ini,"Galang memberikan uang 50 ribu untuk membayar minuman.
"Dah,aku tunggu nanti ditaman jam 5 sore.
"Bye,,,"pamit Galang lalu meninggalkan kafe.
**
Jam pulang kerja Ratna yang pada saat jatahnya di shift pagi. Setelah mengganti seragamnya lalu bergegas ketaman dekat kampus Galang dengan berjalan kaki karena memang jaraknya yang dekat dari tempat dia bekerja.
Tiba disana,ternyata Galang sudah menunggunya duduk di bangku taman.
"Sudah lama nunggunya,"tanya Ratna begitu sampai dibangku taman.
"Gak ,baru saja,"jawab Galang sambil tersenyum. "Sini duduk ajaknya pada Ratna.
"Ratna kamu mau kan berjuang buat hubungan kita,"tanya Galang tiba-tiba langsung saja memulai obrolan.
__ADS_1
Ratna mengernyit tidak mengerti maksud yang dibicarakannya.
"Apa kamu Galang,berjuang?,"Ratna mengulang omongan Galang.
"Iya Ratna berjuang mempertahankan hubungan kita apapun rintangannya.
"Orang tuamu,"tanya Ratna.
Apa maksudnya dengan orangtua ku,"tanya Galang tidak mengerti.
"Orangtua mu rintangannya,"jawab Ratna tanpa tedeng aling-aling mampu menebak kata-kata Galang.
"Hmm,,,Iya,"jawab Galang pada akhirnya mengakui.
"Maafkan aku Ratna,maafkan orangtuaku",ucap lesu Galang sambil tertunduk dalam.
"Kamu gak perlu minta maaf karena kamu gak salah,"jawab Ratna sambil tersenyum menyembunyikan luka yang dirasanya.
Gilang mendongak melihat kearah Ratna,mengernyitkan keningnya. Dan Ratna kembali maksud pandangan Galang padanya.
"Orangtua tidak salah,tidak ada yang salah disini,mungkin bisa disalahkan adalah keadaan,ya keadaan kamu,keadaan aku dilahirkan dari keluarga yang kekurangan dan kamu dari keluarga yang 'berada',"ucap bijak Ratna.
"Harusnya aku sadar diri dari mana aku berasal,menerima cintamu adalah kesalahan ku,"aku Ratna yang akhirnya terisak jatuh juga airmatanya.
"Ratna kok kamu berkata seperti itu".
"Lalu apa maumu sekarang?,"tanya Ratna .
"Berjuang bersama .
"Caranya,"lanjut Ratna menanyakan maksud dari berjuang.
"Aku akan bicara lagi dan meyakinkan cinta kita pada orangtuaku dan kamu cukup berdiri disampingku,memberi ku kekuatan,"ucap Galang memegang erat kedua tangan Ratna.
"Baik,"ucap Ratna karena melihat ketulusan hati Galang serta niatnya memperjuangkan cintanya.
Merekapun meninggalkan taman tersebut. Memulai rencana untuk meyakinkan kedua orangtua masing-masing terutama orangtua Galang.
Mereka sampai didepan rumah kontrakan Ratna.
"Aku pulang,"pamit Galang sambil mengecup lembut kening Ratna.
"Hati-hati,"Ratna.
**
"Ini rumahnya,"tanya sang majikan.
"Benar nyonya,"jawab sang sopir.
Tok,,,tok,,,
"Ya,cari siapa ya,"tanya sang pemilik rumah pada orang yang bertamu malam-malam itu.
"Ratnanya ada,"tanya sang tamu.
"Ada,kalo saya boleh tahu ada perlu apa ibu mencari putri saya,"tanya ibunya Ratna.
Ya, orang bertamu malam-malam tersebut adalah Ny. Melinda ibu dari Galang.
Ratna keluar menemui orang yang mencarinya.
"Tante,,,
"Saya tidak ingin berbasa-basi,jauhi anak saya Galang!
"Ini ada apa ini ibu datang-datang kok marahi anak saya,"ibu Ningsih keluar dari dalam karena mendengar tamunya tadi yang berbicara cukup tinggi.
"Nasehati anak ibu,untuk jauhi anak saya,harusnya anak ibu tahu diri!," ucap Ny. Melinda .
__ADS_1
"Ada apa ini nak,"tanya sang ibu namun Ratna hanya tertunduk diam berurai airmata.
Nyonya Belinda berlalu meninggalkan kediaman ibu Ningsih tapi kemudian membalik badannya.
"Saya harap kamu mengerti peringatan dari saya,dan jika kamu nekat masih mendekati putra saya kamu akan tahu akibatnya,"ancam Ny. Melinda.
**
"Ibu,,,Ratna memeluk erat sang ibu sambil menangis.
"Menangislah nak tumpahkan kesedihan mu hari ini ,cukup hari ini saja nak,besok kamu harus bahagia walau tanpa laki-laki itu,dia tidak pantas untukmu nak,"pesan sang ibu tanpa memghakimi sang anak.
"Iya bu,,,"ucap Ratna sambil sesekali masih terisak.
"Sudah,,,nanti bapakmu nanti terbangun,kasihan dia nak sakitnya sedang kambuh lagi.
Setelah kejadian itu Ratna benar-benar menepati janjinya untuk menjauhi Galang. Bahkan Ratna sampai harus resign dari kerjaannya lalu memutuskan merantau keluar daerah untuk mencari pekerjaan lain dan meninggalkan kedua orangtuanya yang sudah tua dengan berat hati.
Galang tentu tidak tinggal diam, dia mencari keberadaan Ratna serta menanyakan pada orangtuanya sampai dia akhirnya dia tahu alasan mengapa Ratna tega meninggalkan dirinya.
**
Galang sendiri akhirnya dijodohkan dengan wanita pilihan orangtuanya. Perjodohan yang dirancang sedemikian rupa sehingga dia tidak bisa menolaknya.
Ratna pun sama memilih menikah dengan anak dari sahabat sang ibu. Tetapi dia menerima dengan ikhlas perjodohan tersebut karena dia percaya jodoh pilihan orangtuanya adalah yang terbaik bagi dirinya.
Lelaki pilihan orangtuanya yang kini menjadi suaminya adalah ayah Khanza sendiri.
Cinta hadir dihati keduanya setelah mereka sama-sama belajar menerima perkawinan tersebut.Bahkan langgeng sampai anak-anak mereka sudah besar-besar.
Flashback end.
***
Kembali ke cerita Khanza.
Sampai malam menjelang Lintang belum juga menghubungi Khanza.
Khanza menimbang-nimbang apa ia harus menghubungi Lintang lebih dulu atau tidak. Tapi bukankah tadi siang Lintang telah menyuruhnya untuk memberi kabar jika sudah selesai mengerjakan tugas kelompok. Ini justru lewat dari batas waktu normal sudah malam hari Khanza belum mengabarinya.
Sungguh waktu yang telat untuk memberi kabar.
Akhirnya Khanza memutuskan mengabari Lintang .
[Aku sudah selesai kerja kelompoknya]
Lama Khanza menunggu Lintang membuka pesan darinya. Untuk kedua kalinya karena tidak ada tanda Lintang membuka pesan darinya,dia mengirim pesan lagi.
[Aku dah sampai dirumah]
Terjeda beberapa saat tapi masih seperti sebelumnya.
[Maaf,,,,]
Pesan terakhir Khanza kirim namun tidak berharap lagi Lintang akan membuka apalagi membacanya.
Tapi lama pesan yang Khanza kirim telah berhasil masuk bahkan dengan report telah centang berwarna biru. Itu artinya pesan yang dikirim Khanza telah dibaca oleh Lintang namun tidak ada tanggapan.
Bersambung
Mohon dukungannya dengan like,komen dan vote.
Love You
Auhtor
Follow me on
Ig : cinta.dmynti
__ADS_1