Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 69


__ADS_3

"Woi,,,,"Toni menepuk pundak Boy. Serius amat mandanginnya,"ucapnya lagi ketika melihat arah pandang Boy yang tengah menatap punggung Khanza intens.


"Dari aroma-aromanya,serius nih kayaknya naksir ceweknya temen,"sindir Toni.


"Kenapa emang,masalah buat lo?"kesal Boy.


"Yak masalah lah,kan lo tahu tahu sendiri Khanza itu siapa,Lintang itu siapa."


"Lo dari tadi perasaan ngomongnya gitu terus,gw juga tahu Khanza ceweknya si Lintang. Tapi lo tahu sendiri Lintang kayak gimana sekarang?"


"Jadi sekarang ceritanya lo mau maju gitu?"


Boy tetap melangkah menuju deratan motornya tanpa memperdulikan ucapan Toni. Saat ini hatinya pun bimbang,akan maju seperti kata Toni atau hanya akan menjadi pengagum rahasia Khanza.


"Gak bisa dibiarin nih. Jangan sampai persahabatan kita hancur hanya karena cewek,"monolog Toni.


Akhirnya Toni memutuskan menelpon Lintang saat itu dia masih diparkiran motor.


Lintang


Menanggil,,,,,


Lintang


Berdering,,,,


["Kenapa Ton?"]


"Lo dimana?"


["Dirumah lah,"]


"Kenapa lo gak sekolah?"


["Oh itu gw habis jemput temen dibandara]


"Kayaknya temen spesial nih,sampai bela-belain gak masuk sekolah?"sindir Toni ditelepon.


["Gak B aja."]


"Oh kirain gw lo dah punya yang baru,makanya gak kabarin Khanza kalo gak sekolah,"sindir Toni.


[,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,]

__ADS_1


"Hallo?"


[,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,]


"Gw cuma ingetin lo sebagai sahabat,kalo lo dah bosen sama Khanza,ngomong.Masih banyak yang mau maju soalnya. Gak perlu tahu siapa aja."


Tutttt,,,,,,Toni menutup teleponnya sepihak setelah dia menyelesaikan omongan dan dia tahu Lintang mendengarnya. Mungkin saat ini Lintang sedang bingung dengan perasaannya sendiri atau bingung dan menelaah maksud dia berbicara seperti pada Lintang.


Drrtttt,,,,


Drrtttt,,,


"Lintang,"gumam Khanza ketika melihat id pemanggil diponselnya. Saat ini Khanza dan Salsa tengah berada didalam angkot menuju rumah. Dia sengaja mensilent suara hapenya agar tidak mengganggu kenyaman penumpang lainnya dan juga mencegah niat buruk orang berbuat jahat,karena maraknya kasus jambret maupun hipnotis.


"Siapa Za? Kok gak diangkat?"tanya Salsa heran karena Khanza hanya sempat mengintip ponselnya namun kemudian menggenggamnya erat tanpa ingin menerima ataupun menolak panggilan diponselnya.


Karena penasaran,Salsa mengintip siapa sih orang yang sedang menelpon sahabatnya itu.


"Lintang,"gumam Salsa. Kok gak lo angkat Za telepon dari Lintang? Bukannya lo nunggu kabar dari dia sejak semalam yak? Dah angkat?"ucap Salsa yang melihat Khanza justru sedang melamun.


Telepon Khanza kembali berdering namun Khanza masih saja tidak mengindahkan teleponnya itu.


"Za? Itu Lintang telepon lagi."


Khanza lalu menyodorkan ponselnya pada Salsa,"lo aja yang angkat ,gw males,"ucapnya enteng.


"Yak udah berarti gak papa kan kalo gw gak angkat nih telepon?"ucap Khanza saat ponselnya kembali berdering.


Setelah panggilan berhenti tak lama ponsel Khanza berbunyi,kali ini terdengar notif pesan masuk.


Ting


Prasta


[Za,,,]


Ting


Prasta


[Za,,,]


Ting

__ADS_1


Prasta


[kamu dimn Za?]


Ting


Prasta


[P]


Ting


Prasta


[P]


Ting


Prasta


[P]


Ting


Prasta


[Nti telpon balik aku yh]


Ting


Prasta


[Love You]


Khanza tersenyum miris membaca pesan terakhirn yang Lintang kirim. Sengaja dan malas dia tidak membuka pesan yang dikirim Lintang,namun dia masih bisa membaca pesan tersebut karena masih melihat notifikasi dari layar ponsel.


"Dari Lintang yak?"


"Sa,gw boleh main kerumah lo gak?"tanya Khanza justru bertanya balik bukan menjawab pertanyaan Salsa dan pertanyaan jauh dari hal yang sedang terjadi.


"Boleh dong. Banget malah. Yuk! Mau langsung atau lo pulang dulu?"


"Enaknya?"

__ADS_1


"Terserah,atau lo balik dulu,gw anter. Nanti sekalian nginep.Kan besok sabtu tuh,libur."


Gw tahu Za lo lagi galau


__ADS_2