
Khanza masuk kedalam kamarnya,lalu menyiapkan peralatan mandi dan baju ganti untuk dia bawa kedalam kamar mandi yang memang letaknya berada diluar kamarnya.
Setelah selesai menyelesaikan mandi,solat lalu kemudian makan siang yang sudah ditunggu ibunya di meja makan.
"Sudah nak,(menanyakan mandi dan solat)
"Sudah bu.
"Khanza makan ditemani oleh ibunya.
"Adek mana bu,dari tadi Khanza lihat tidak kelihatan,"Kahnza menanyakan keberadaan adik bungsu nya Abyan saat ini masih duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama.
"Paling juga tidur siang nak,tadi pulang sekolah langsung gak lama dia kekamar,tau-tau ibu lihat dah tidur aja dia.
"Adek,,,Ade,,,makin bulet aja deh dia bu,abis makan langsung tidur.
"Gak apa-apa nak namanya juga masih remaja kamu juga dulu waktu masih seusia segitu nak.
"Ah ibu bisa saja,sangkal Khanza malu.
"Assalamualaikum,,,
""Waalaikum salam,jawab salam ibu dan Khanza.
"Wah ibu dan Khanza asik betul lagi ngobrolan apa sih,"ayah ikutan dong.
"Gak ada ayah,ini cuma lagi ngomongin Abyan yang langsung tidur setelah habis makan,"cerita antusias Khanza tentang adiknya. Ayo ayah makan bareng,mumpung Khanza belum selesai nih.
Ayah dan Khanza makan siang bersama sambil bercengkrama.
"Ayah Khanza sudah selesai,Khanza tinggal duluan y,"pamitnya karena memang ayah tiba di meja makan belakangan.
Khanzapun masuk kedalam kamar,dan ayah makan ditemani oleh.
"Ayah sepertinya Khanza tadi di sekolah lagi sedang masalah,ibu lalu kemudian menceritakan masalah Khanza baju seragam yang basah serta mata yang tampak sembab tanpa menceritakan kejadian yang senyum-senyum sendiri sambil memegangi bibirnya yang sebenarnya ibunya juga melihat.
"Coba ibu tanyakan pada Khanza bu,pelan-pelan.
"Iya yah tadi juga ibu mau tanyakan sambil menemaninya makan siang,tapi ayah keburu pulang jadi gak jadi ibu bertanya takut Khanza jadi sungkan.
__ADS_1
Ayah tersenyum mendengar penjelasan istrinya yang batal mengintrograsi anaknya karena dia keburu pulang.
Sementara itu didalam kamar Khanza masih saja terbayang-bayang kejadian dengan Lintang,akibat kejadian itu sejenak dia bisa melupakan kejadian bullyan Angel dan Fifah.
Malamnya menjelang Khanza akan beranjak tidur.
Kring,,,kring,,,
Unkown number tertera dilayar ponsel Khanza.
Ha,,,lo ragu-ragu akhirnya mengangkat teleponnya karena berkali-kali berdering namun orang yang menelpon tidak ada didaftar kontaknya.
"ini siapa?
"Ini gw Lintang Khanza,,,",tekan Lintang di
seberang telpon.
Khanza sempat terdiam diujung teleponnya tidak menyangka orang yang menelpon dirinya adalah Lintang.
"Halo,,,Kok malah diem sih.
"Kamu dapat nomor telpon saya dari mana?
berangkat sekolah gw jemput.
"Ha,,,???
Khanza terdiam mendengar perkataan seperti ajakan tapi terkesan memaksa.
"Gak ada penolakan.
Tut,,,tut,,,bunyi telpon ditutup satu pihak.
"Halo,,,halo,,,,
"Ih belum dijawab dah ditutup aja,Khanza membayangkan percakapan nya dengan Lintang. Kenapa sih selalu aja maksa,"gumamnya.
Khanza memeluk guling,sesekali berguling-guling kekanan kekiri,tersenyum sendiri,wajahnya merona ketika ingat lagi.
__ADS_1
Esoknya keluarga Khanza bersiap dengan aktifitas pagi,Abyn dan Khanza telah rapi dengan seragam sekolah serta ayah yang akan berangkat mengajar.
"Kamu berangkat sekolah naik ojek online aja ya sayang,sepeda kamu kan ada disekolah"ayah tidak bisa mengantarkan kamu,kan Abyan ikut sama ayah berangkat sekolahnya.
"Iya nak,,,bener kata ayah ,kamu naik ojek online saja,"ibu menimpali perkataan ayah.
Namun sebelum Khanza menjawab perkataan ayah ibunya dari luar terdengar suara mobil yang berhenti didepan rumahnya.
Sang ibu bangun dari kursinya bermaksud melihat siapa pemilik mobil tersebut. Belum sampai ibu didepan pintu ada yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum,,,
Ceklek
Assalamualaikum,"Lintang kembali mengucapkan salam karna ada yang membukakan pintu.
"Permisi tante,,,Khanza ada tante?"saya teman,,,
"Ibu Khanza berangkat sekolah dulu ya ,lalu mencium tangan ibunya dengan takjim sebelum Lintang meneruskan perkenalan dirinya.
"Hmm,,,Saya pamit dulu,tante,assalamualaikum,ucapnya merasa tidak enak karena belum memperkenalkan diri pada ibunya Khanza.
Mereka berjalan dengan Lintang lebih dulu untuk membuka pintu depan penumpang lalu memutar ke depan mobil untuk masuk ke kursi supir.
Tin,,,Lintang membunyikan klakson pamit pada ibu Khanza yang masih berada diluar melihat mereka akan berangkat sekolah.
Didalam mobil Khanza tidak mengeluarkan sepatah katapun dan langsung memasang sabuk pengamannya sebelum Lintang yang memasangkannya.
"Takut banget sih gw yang pasangin,ejek Lintang sambil tersenyum. Terlihat lucu karena Khanza yang terburu-buru memasang sabuk pengamannya.
"Apa sih,saya tuh takut terlambat ke sekolahnya makanya cepat-cepat pasang seatbeltnya,ucap Khanza yang wajahnya menjadi merona karena ucapan Lintang seketika kembali mengingatkan momen ciuman mereka.
"Ayo berangkat,"perintahnya mengalihkan kegugupannya.
"Siap sayanggg,,,"Lintang kembali menggoda Khanza.
Bersambung
Mohon dukungannya dengan komen,like dan komen.
__ADS_1
Love You
Author