Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XV Diintrogasi Mamah


__ADS_3

Mobil yang menjemput Lintang sudah sampai didepan rumah Khanza. Ya Lintang tadi menelpon supir untuk mengambil mobil yang dia tinggalkan disekolah untuk kemudian dibawanya menjemput dirinya dirumah Khanza.


"Aku pulang dulu ya,"tuh jemputan aku dah dateng.


Khanza mengantar Lintang sampai mobilnya. Lalu memegang tangan Khanza.


"Besok pagi aku jemput ,,,


"Dah,,,Khanza dan Lintang membalas melambaikan tangan ketika mobil yang membawanya meninggalkan rumah Khanza.


"Ibu,,,"Khanza terkaget yang melihat ibunya tau-tau sudah ada didepan pintu ketika ia hendak masuk kerumah.


"Sepertinya nak Lintang anak orang berada ya nak,,,"ibu membuka percakapan.


"I,,ya bu,"jawab Khanza ragu entah mengapa ibunya membahas siapa Lintang sebenarnya.


"Ibu sih tidak melarang kamu berteman dengannya,cuma kita harus tau diri siapa kita.


"Ibu hanya tidak mau kecewa nantinya.


"Iya bu,,,"jawab sedih Khanza. Khanza masuk dulu ya bu.


**


Dikamar


Khanza menghempaskan tubuh keatas kasur tanpa melepaskan seragamnya,ia teringat ucapan sang ibu barusan. Sepertinya ibunya kurang menyetujui hubungannya dengan Lintang. Tetiba hatinya menjadi melo mengingat perkataan ibunya. Apa yang harus dia lakukan. Tetap melanjutkan hubungan atau memilih menjauhinya.


Tanpa sadar air mata Khanza menetes. Keinginan untuk makan pun jadi hilang dan dia memutuskan untuk tidur saja.


Lama ibunda Khanza menunggunya keluar dari kamar tapi tak kunjung keluar. Akhirnya beliau memutuskan untuk melihatnya dikamar.


Ceklek


"Ya Allah ditungguin dari tadi gak taunya tidur kamu nak,"ucapnya sambil mengelus sayang kepalanya. Ditengah elusan tangannya,ibu melihat ada jejak air mata diatas bantal yang saat ini Khanza pakai.


"Kamu pasti sedih ya nak,mendengar omongan ibu.


Maafkan ibu nak,ibu tidak ingin kecewa nantinya. Berhubungan dengan orang yang 'kasta'nya lebih terkadang cobaannya lebih banyak,terlebih-lebih dari pihak orangtuanya.


Elusan oleh ibu Khanza rupanya akhirnya membuat dia terusik.


"Eugh,,,mata Khanza perlahan terbuka. Dengan kesadaran yang sepenuhnya belum terkumpul.


"Aduh,,,ibu maaf ya Khanza ketiduran tadi. Jam berapa ini bu,mata Khanza berkeliling mencari jam dinding.

__ADS_1


"Sudah mau masuk ashar nak,kamu pules sekali tidurnya.


"Hehe,,,iya bu Khanza tidurnya lumayan lama ya bu,sampai-sampai dah sore aja.


"Kalo gitu Khanza mandi dulu ya bu.


**


"Dari mana kamu jam segini baru pulang,"Mamahnya Lintang bertanya padanya karena terlambat pulang kerumah.


"Pulang sekolah lah Mah,apalagi jawab cuek Lintang.


"Jangan bohong kamu,tadi mang Asep kamu telepon disuruh kamu katanya ambil mobil.


"Kamu kemana dulu dari sekolah,mobil sampai kamu tinggal disekolah?"


"Dah lah bu,"Lintang capek mo kekamar dulu. Lagian pulang sekolah bukannya ditanyain udah makan belum,ini malah ditanya macem-macem,"gerutu pelan Lintang sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Ngomong apa kamu Lintang,,"tanya ibu yang mendengar anaknya sedang menggerutu.


Lintang tetap menaiki anak tangga menghiraukan ocehannya mamahnya.


"Ckck,,anak itu selalu semaunya sendiri.


"Lebih baik aku tanyakan saja sama mang Asep kemana sebenarnya perginya anak itu.


[Halo mang Asep]


[Iya den?]


[Nanti kalo mamah saya tanya kemana saya pulang dulu,bilang aja saya ke rumah Fikri bentar ya]


[Baik,,,iya sayang iya ini aa lagi ngopi dibelakang ]


[Dah,I love You]


Lintang menjauhkan teleponnya dari telinga karena heran jawaban tidak nyambung dari mang Asep sebelumnya akhirnya dia diseberang telpon terdengar suara mamahnya yang tengah memanggil dirinya.


**


Sebelumnya


"Mang tadi ditelepon Lingga disuruh ngapain,tanya sang nyonya rumah pada mang Asep.


"Oh itu nyah tadi den Lintang main kerumah temannya hmm,,,den Fikri (mang Asep sedikit lupa siapa tadi temannya Lingga yang disuruh dibawa-bawanya namanya)

__ADS_1


"Kok bisa mobilnya ditinggalin,"cecar tanya nyonya x seperti tidak percaya .


"Anu nyonya tadi den Lintang ikut temannya Fikri naik motor,makanya dia tinggalin mobilnya disekolah.


Dengan pintar mang Asep menambahi kebohongan Lintang. 'Duh gusti ampuni dosa hamba' ,"monolog dalam hati.


"Ya sudah lain kali kamu izin dulu kalo Lintang minta-minta jemput dia ya!.


"Baik,Nya!.


Lintang yang mendengar percakapan mang Asep dan mamahnya dibalik tembok dapur mengeluskan dadanya lega.


"Selamet,"gumamnya.


Begitu mamahnya meninggalkan mang Asep Lintang menghampiri mang Asep lewat pintu samping dapur sambil mengendap-endap.


"Makasih ya mang,nih. Lintang menyodorkan pecahan lembaran uang berwarna pink sebanyak 2 lembar.


"Apa nih den,"mang Asep belum mengerti maksud Lintang memberikan uang padanya atau mungkin pura-pura tidak mengerti.


"Buat jajan,dah ambil aja.


Setelah memberikan uang kepada mang Asep Lintang bergegas masuk lewat pintu samping dapur,tapi sebelum masuk kedalam,dia melihat dianak tangga mamahnya sedang berjalan menuju dapur. Dengan secepat kilat dia segera masuk dan mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk,lalu segera memakannya.


"Loh Lintang ibu pikir kamu ada dikamar,tau-taunya kamu dah ada disini saja. Ya sudah kamu lanjutkan makan,ibu mau kebelakang lihat tanaman-tanaman ibu.


"Lintang,"hmm jawabnya dengan datar. Huhh,Lintang menghembuskan nafas lega sambil mengelus dadanya.


"Mang Asep ngapain mang Asep ngintip-ngintip kedapur.


"Ini nyonya ,tadi saya mau ambil minum belum masuk ibu dah mau keluar aja,"alasan mang Asep yang hampir aja ketahuan mengintip percakapan Lintang dan mamahnya.


"Minum kan bisa ambil didapur paviliun,"mamah Lintang mengingatkan sang supir.


"Iya Nya, lupa"jawab mang Asep sambil cengengesan.


Lintang yang melihat interaksi mang Asep dan mamahnya memplototkan matanya kearah mang Asep dan dibalas cengiran darinya.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan komen,like dan vote.


Love You


Author

__ADS_1


Follow me on


Ig :@cinta.dmynti


__ADS_2