
"Loh Sa,ngapain?"tanya Bu Ratna melihat punggung Salsa bergerak-gerak didepan wastafel.
"Ini tante," Salsa menggesarkan badannya agar Ratna dapat melihat apa yang dia lakukan.
"Khanza mana kok kamu yang cuci piring?"
"Ke kamar Tan."
"Aduh anak itu masa tamu dibiarin cuci piring sendiri sih!"gerutu bu Ratna hendak pergi.
"Hm,,,tante,,,"ucap Salsa ragu.
"Yak?"Bu Ratna memutar tubuhnya.
"Khanza boleh gak nginep dirumah Salsa malam ini? Salsa sendirian dirumah,"ucapnya beralasan.
Dimuh gw terpaksa bohong deh,Khanza,,,Khanza.
Bu Ratna tampak menimbang-nimbang,terdiam sesaat. "Boleh. Tapi jangan begadang. Jangan keluyuran."
"Siap tante!"jawab Salsa riang.
****
"Kita berangkat dulu yak tante,"pamit Salsa.
"Khanza yak bu,"pamit Khanza sambil mencium punggung tangan ibunya diikuti Salsa setelahnya.
"Hati-hati,ingat pesan tante yak Sa!"
"Siap tante,"jawab Salsa yang telah berada diteras rumah,bersiap meninggalkan rimah Khanza. Mereka jalan kaki sampai deoan komplek,setelah itu mereka menunggu angkot yang lewat hingga nanti melewati gang rumah Salsa.
"Ibu gw pesan apa sih tadi Sa?"
"Oh itu,kata nyokap lo,jangan begadang dan jangan keluyuran."
"Terus tadi alasan nya apa gw nginep dirumah lo?"
"Oh itu,,,gw alesan kalo dirumah gw sendiri. Jadi bohonh kan gw,"cebiknya.
"Hehe,,,sorry yak!"
"Hihi,,,sirry yik,"ucap Salsa mengulang sambil mencebik. Nah tuh angkot nya datang,"ucap Salsa menunjuk kearah datangnya angkot.
__ADS_1
"Kiri bang,"ucao Salsa. Lalu mereka pun naik kedalam,yang penumpangnya saat itu tidak terlalu ramai.
"Dirumah lo ada siapa aja Sa?"
"Komplit,ada nyokap,bokap,plus dua adek nakal gw. Kenapa memang lo tanya dirumah ada siapa aja?"
Enggak tanya aja."
Drtt,,,,
Drtt,,,
Ponsel Khanza kembali berbunyi. Khanza langsung mengeluarkan ponselnya dari balik saku hoodie nya. "Lintang,"gumamnya.
"Siapa? Lintang? ngchat?"
Khanza menggangguk lemah.
"Yak udah coba buka."
"Males,nanti aja kalonudah sampai rumah lo aja yak!"
"Hm,,,ya,,,ya,,up to you aja lah Za."
Salsa melihat jam dipergelangan tangannya,palingan lagi tidur ini sih!"
"Assalamualaikum,"ucap Salsa pelan,takut adik kceilnya terbangun jika memang sedang tidur.
Ceklek,tanpa menunggu dibukakan pintu,Salsa mendorong pelan pintu depan. Kepalanya melengok sebentar sebelum akhirnya benar-benar masuk.
"Yuk Za,masuk! Bentar yak gw lihat nyokap gw,siapa tahu lagi dibelakang.
Salsa meninggalkan Khanza diruang tamu,sementara dirinya berjalan menuju belakang,mencari ibunya.
"Mah,,,mamah,,,! Gak ada yak,pada kemana sih ini orang."
Ceklek,terdengar suara pintu dibuka dari dalam. Dan benar saja muncul mamah Salsa masuk dari belakang,tempat mereka menjemur pakaian.
"Mamah,Salsa panggil-panggil gak tahunya ada belakang."
"Sudah pulang kamu Sa,telat banget."
"Tadi kerumah Khanza dulu Mah. Tuh anaknya didepan!"
__ADS_1
"Ada Khanza? Kenapa gak ngomong,"ucap Ibu Dian cepat-cepat berjalan ke depan,keruang tamu.
"Tante,"ucap Khanza berdiri langsung menghampiri Ibu Dian,lalu menyalaminya.
"Dah lama Za?"
"Baru tante."
Datang Salsa dari belakang membawa 2 buah gelas berisi sirup rasa cocopandan.
"Diminum Za!"
"Hm,,,tante,Khanza boleh nginep gak disini,"
"Pake acara nanya sih Za,yak boleh lah,kayak sama siapa aja. Mumpung libur kan?"
"Yak tante,"jawab Khanza sambil tersenyum kecil.
"Minumnya dibawa ke kamar aja yuk Za,sekalian gw mau ganti baju nih!"
"Yak sudah sana,,,tante juga mau lihat adiknya Saksa juga nih dikamar."
****
Drrtt,,,,ponsel Khanza kembali berbunyi.
"Chat lagi? Rajin banget,pasti habis buat salah tuh Za Lintang,"ceplos Salsa ketika mereka sudah dikamar Salsa.
Khanza masih memandangi ruang pesan. Terlihat puluhan pesan belum dibuka berasal dari orang yang sama.
"Coba buka,sekalian bales,"suruh Salsa.
Me
*Y?
Kring,,,,
Kring,,,
Kring*,,,
"Sa,dia telepon,"ucap Khanza panik.
__ADS_1
"Yak udah angkat,"gemas Salsa.