Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 81


__ADS_3

Sebelumnya,,,


Khanza kembali memasukkan ponselnya kedalam pouch hape lalu kemudian memutar tubuhnya hendak ke kamarnya.


"Khanza,,,sudah pulang? Kok gak salam?"tanya Ibu Ratna datang dari arah dapur yang menyatu dengan meja makan.


"Astaga ibu,bikin kaget Khanza aja,"jawab Khanza sambil mengusap dadanya,kaget sekaligus takut.


Sang Ibu baru saja akan membuka mulut kembali,dan Khanza tahu pasti dia akan di tanya-tanya lagi.


"Bu Khanza ke kamar dulu yak!" Cepat-cepat Khanza berlalu menuju kamarnya menghindari pertanyaan yang pasti ibunya akan tanyakan padanya.


Bu Ratna menutup rahangnya,tak jadi bertanya lebih lanjut pada putrinya tersebut.


Khanza tergesa-gesa meraih handle pintu untuk kemudian segera menutupnya. "Huh,,,untuk saat ini selamat,"batin Khanza menyadarkan tubuhnya dibalik pintu kamarnya. Tapi bagaimana nanti kalo ibu bertanya lagi yak?"monolognya.


***


Drtt,,,


Drtt,,,

__ADS_1


"Hallo Lintang,"sapa seseorang dengan nada manja menanyakan keberadaan Lintang.


"Aku lagi dijalan,kenapa Cher?"tanya Lintang menerima panggilan telepon dengan menggunakan airpod berlogo apel separo.


"Sini dong!"


"Oke,bentar,aku meluncur kesana,"jawab Lintang sigap walaupun posisinya saat ini jauh dari tempat yang bernama Cher itu berada.


Setelah menutup panggilan ponselnya ,Lintang segera melaju cepat motor sport nta cepat seperti takut terlambat.


Ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi gerak-gerik Lintang bahkan pada saat Khanza berada disana. Tangannya mengepal erat melihat pemandangan menyesakkan hatinya.


"Om ,ini sabunya," Abyan datang membuyarkan lamunan Andre. Yak orang sejak tadi memperhatikan Lintang dan Khanza sampai didepan pintu pagar hingga saat Lintang meninggalkan tempat itu.


"Lihat apa sih om?"tanya Abyan mengikuti arah pandangan Andre. Gak ada apa-apa didepan,"gumamnya.


"Om,,,Om,,,. Ih Om ngelamun yak?"


"Hah,,,! Apa dek?" Andre gelapan karena teriakan Abyan.


"Ih ternyata om bener lagi ngelamun. Byan panggil dari tadi juga,"cebik Byan. Ada apa sih didepan? Dari Byan perhatikan om lihatin terus kedepan. Tapi gak ada apa-apa tuh!"

__ADS_1


"Emang gak ada apa-apa,"kilah Andre berbohong. Dirinya tidak mungkin menceritakan apa yang dilihatnya barusan.


"Hm,,,dek!"ucap Andre ragu. Kamu yolong terusin cuci motor om yak! Tenang,ada uang kuota nanti,"ucaonya lagi karena melihat wajah masam sang ponakan. Dirinya sudah tidak mood meneruskan cuci motornya.


"Bener yak om?"tanya Abyan memastikan.


"Iya,,,"ucap Andre penuh kesungguhan. Om tinggal kedalam yak!" Andre bergegas meninggalkan samping rumah pamannya yang saat itu baru saja akan mencuci motor kesayangannya.


Andre melangkah gontai menuju kamarnya bersama Abyan ponakannya. "Huh,,,Andre menarik nafas panjang.Kalo gini,aku jadi semakin ingin pergi dari sini,"monolognya.


Karena sebagian baju sudah basah,karena tersiram air saat akan baru mulai mencuci motor,Andre memutuskan mandi. Dia kemudian mengambil handuk yang menggantung dibelakang pintu kamar lalu menaruhnya diatas oundak. Kemudian dia bergegas keluar.


"Khanza dah pulang tante?"tanya Andre pura-pura tidak tahu,bertanya pada sang tante ketika bertemu didapur.


"Sudah Ndre. Tuh anaknya tadi langsung masuk kamar."


"Pulang naik apa katanya dia tadi Tant?" Lagi-lagi Andre berpura-pura tidak tahu kejadian yang sebenarnya yang dilihatnya tadi.


"Kurang tahu tante Ndre. Tadi tante berniat menanyakannya pada Khanza tapi dia nya keburu masuk kamar.


Mungkin dia sengaja menghindar tante.

__ADS_1


__ADS_2