
"Assalamualaikum,,,"ucap Khanza dan Salsa begitu sudah didepan pintu rumah orangtua Khanza.
"Waalaikum salamm,,,eh ada Salsa."
"Pa kabar tante?"tanya Salsa sambil mencium punggung tangan ibu Ratna,takdzim.
"Alhamdulillah,baik Sa,Salsa juga apa kabarnya?"
"Baik tante Alhamdulillah."
"Ayo masuk Sa."
"Yuk Sa ikut gw ke kamar. Bu Khanza kekamar dulu yak sama Salsa."
"Yak nak,"jawab bu Ratna mengernyitkan keningnya.
Ada apa sama mereka?
"Khanza,itu Salsanya dikasih minum nak!"teriak Ibu dibalik pintu kamar Khanza.
"Iya bu,"balas Khanza dari dalam kamar.
"Za,emang lo boleh nginep nanti dirumah gw,"tanya Salsa.
Khanza mengangkat bahunya keatas.
"Dih,gak jelas lo ah. Nanti ngomongnya gimana?"
__ADS_1
"Keluar yuk!"
"Tante,,,!"sapa Salsa ketika ibu Khanza itu didapur entah sedang mengerjakan apa.
"Masak apa bu?"tanya Salsa membuka tudung saji diatas meja makan.
"Kosong sih bu,cuma ada sambal,kentang rebus aja."
Ibu menghampiri keduanya,"Ibu masak soto betawi,tuh masih ada diatas tungku kompor. Siapin sana sendiri."
"Wah manteb nih Tan,"seru Salsa.
"Siapin sendiri yak Sa,bisa kan? Tinggal masukin kentang rebus,irisan tomat,bawang daun, sama bawang goreng. Jangan lupa jeruk nipisnya,sama kerupuk empingnya tuh ditoples. Kalau dagingnya sama kuah nya tante jadiin satu,gak perlu tambah garam ,penyedap lagi."
"Siap tante,kalo Salsa bingung nanti bikinin aja sama Khanza. Kan dia dah lumayan jago tuh masaknya,"ucap Salsa mengedipkan sebelah matanya kearah Khanza dan dibalas Khanza dengan memutar matanya malas.
"Tuh tau,"cengir Salsa.
Bu Ratna geleng-geleng kepala melihat kelakuan puttinya dengan temannya itu.
Lalu Khanza pu mulai meracik soto betawi yang ibunya masak itu,dimulai dari menaruh potongan kentang rebus yang telah dipotong dadu keci dan diatro kedalam mangkuk,lalu diberi irisan tomat ,bawang daun serta bawang setelah itu dia taro potongan daging. Terakhir dikasih kuah santan bercampur susu plain.
Aroma rempah tercium begitu Khanza menuangkan kuah soto kedalam mangkuknya dan mangkuk milik Salsa yang diracik juga oleh Khanza.
"Hmm,,,harumnya. Dari wanginya aja dah ketebak pasti enak. Apalagi rasanya yak tante,pasti makin uenak,"ucap Salsa memuji tulus masakan ibu Khanza.
"Oh jelas. Ibu Khanza gitu loh,"ucapnya bangga akan masakan sang ibu.
__ADS_1
"Kalian bisa saja. Sudah makan. Ingat,jangan ngobrol. Dan jangan lupa doa sebelum makannya,supaya berkah dan jadi daging nih makannya,"ucap Ibu Ratna memberi pesan pada Khanza dan Salsa.
"Siap tante."
"Siap Ibunda Ratu,"jawab Khanza bercanda.
Lagi-lagi Ibu Khanza hanya tersenyum disertai gelengan kepala. "Tante tinggal dulu Sa. Nambah kalo masih belum kenyang. Masih banyak kok dipanci."
"Bungkus sekalian boleh gak tante,"jawab Salsa bercanda.
"Boleh dong."
"Huh,,,itu sih maunya Salsa. 100 ribu yak seporsi. Spesial soto bu Ratna,"ucap Khanza mempromisikan masakan Ibunya.
"Gak jadi deh tante,bungkusnya,he!"jawab Salsa bercanda pula.
"Ada-ada saja kamu Khanza,,,."lalu bu Ratna meninggalkan mereka diruang makan.
"Hm,,,Za jadikan?"
"Jadilah,"jawab Khanza kembali mendung.
"Harusnya tadi sekalian lo ngomong sama Ibu lo."
"Bantu gw dong Sa. Lo aja yang ngomong,yak!"ucap Khanza mengeluarkan wajah memohonnya.
Salsa sejenak terdiam,"Oke,tenang itu bestie.
__ADS_1