Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 55


__ADS_3

Khanza PoV


Tampak keseriusan ketika Lintang ketika menyuruhku untuk menunggunya kembali dari Luar Negeri untuk menghalalkan ku. So sweet banget rasanya,tapi ujian hubungan kami belum terlihat,tapi aku sudah merasa pesimis sepertinya.


Masa depan hubungan kami,masih abu-abu. Makanya ku iyakan omongan Lintang untuk meminta menunggunya dengan anggukan kepala saja agar dia merasa tenang nantinya.


PoV end


"Aku jalan dulu ya Pras!"pamit namun belum juga melangkahkan kakinya.


Lintang mengerutkan keningnya melihat Khanza juga jalan dari hadapannya.


"Mau aku antar sampai depan rumah?"tanya Lintang akhirnya.


"Udah kamu jalan aja!perintah Khanza.


"Ya ampun Khanza,aku pikir apaan kamu gak langsung jalan. Aku liatin kamu,kalo dah sampe rumah baru aku pergi."


Mau tak mau Khanza meninggalkan tempat merrka berhenti walaupun sebenarnya dia mau Lintang yang jalan duluan,tapi Lintang menolaknya.


"Khanza,,,Khanza,,,"gumam Lintang sambil geleng-geleng kepala.


"Huh,,,!"Khanza menghembuskan nafas panjang setelah sampai didepan pintu pagar rumahnya,lalu dia menengokkan kepalanya kearah Lintang. Oleh Lintang diberikan lambaian tangan namun Khanza membalasnya dengan senyuman kecil.


"Assalamualaikum,,,

__ADS_1


"Waalaikum salam"jawab Ibu dari belakang sudah masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


Baru saja Khanza memegang handle pintu ibu dari belakang menuju kearahnya dan kemudian bertanya "Sudah pulang nak?tumben! Naek apa?"


Khanza bingung menjawab beruntunnya pertanyaan ibunya. Dengan menarik nafas pelan dia menjawab "kayak biasa bu!"


Maafin Khanza bu,batinnya.


"Habis nya tumben cepet"ucap Ibu.


"Khanza mau kekamar dulu ya bu."pamitnya.


***Begitu sudah sampai didalam kamar


Khanza bersender dibalik pintu menghembuskan nafas pelan dan mengusap dadanya "ya ampun bohong segitu aja dah deg degan ini jantung"gumamnya.


Setelah mengganti baju Khanza memutuskan tidak keluar dari kamar karena tidak ingin banyak ditanya-tanya oleh ibunya. Berbohong segitu saja sudsh membuat dirinya tidak tenang sampai sekarang,apalagi nanti jika ibunya bertanya lagi tentang kepulangannya tadi.


Iseng-iseng Khanza berkirim pesan pada Lintang


Me


[dah smp?]


Asta calling,,,,

__ADS_1


"hallo Za!


hallo!jawab Khanza pelan takut terdengar oleh ibunya.


"kecil banget suara kamu Za!"


"aku lagi dikamar mandi,maaf! Lagian kenapa gak chat aja?"


"aku belum sampe rumah Za!tapi aku denger hape aku bunyi,pas aku lihat dari kamu,ya udah telpon aja,ini sambil bawa motor."


"udah tutup aja telponnya,bahaya,kirain emang udah sampai"ucap Khanza diujung ponsel masih dengar suara pelan.


"Khanza!"panggil ibu dari luar


"hmm,,,Pras dah dulu telponnnya,kamu hati-hati dijalan,jangan ngebut"ucap Khanza terburu-buru lalu segera memencet tombol merah.


Tapi belum sampai Khanza menutup telponnya,dari ujung telpon sana terdengar suara yang mengatakan "iya sayang"


Pipi Khanza bersemu merah mendengar ucapan Lintang setelah dia mematikan telponnya. Namun segera dia menormalkan raut wajahnya begitu mendengar suara pintu dibuka.


"Habis ganti baju,bukannya keluar ,sudah ibu siapin makan siang,ini malah telponan. Telpon siapa sih?"


"Temen bu, tadi Khanza lupa tanya tugas halaman berapa"jawab Khanza yang lagi-lagi berbohong pada ibunya.


"Hm,,,ya sudah sekarang makan siang. Sudah ibu siapim dari tadi."

__ADS_1


"Iya ibuku sayang!"ucap Khanza sambil merangkul pundak ibunya lalu keluar dari kamarnya dan meninggalkan ponsel diatas nakas. Sejenak dia sempat melihat layar ponsel,takut menyala kembali. Dia menghela nafas lega karena tidak ada tanda-tanda telpon ataupun pesan yang masuk.


__ADS_2