Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 53


__ADS_3

“Za?tanya Lintang masih dengan mengenggam tangan Khanza dengan sebelah tangannya.


“Habis dari SMA ini kamu mau kuliah kemana?


“Kuliah PG.”


“Kuliah apa tuh? Lintang mengerutkan keningnya dibalik helm half face nya,lalu membuka kaca penutupnya.


“Kuliah khusus guru TK”jawab Khanza sambil tersenyum terlihat oleh Lintang dibalik spion.


“Wah cocok!”


Khanza mengernyitkan mendengar ucapan Lintang. “Cocok??!


“Iya cocok jadi ibu anak-anak ku nanti.”


“Ih apaan sih!”ucap Khanza tersenyum malu-malu.


“Anak-anak ku maksud ku anak-anak kita akan sangat beruntung mempunyai ibu seperti kamu,penyabar,suka anak kecilll,,aw! Kenapa kamu nyubit aku Za?”


“Omongan kamu kejauhan. Lagian masih SMA juga”gumam Khanza tapi terdengar oleh Lintang.

__ADS_1


“Biar masih SMA,aku bisa loh bikin anakkkk,,,AW!!!” Sakit Za,daritadi kamu nyubitin aku terus.”


“Habis kamu mesum”ucap Khanza dengan muka yang sudah merona.


“Itu bene,,,r,,,”iya,,,iyaa.” Lintang tidak jadi meneruskan omongan karena jari Khanza sudah menempel dipinggangnya,bersiap hendak menyubitnya kembali.


“Ini tangan hobby banget nyubit sih!”ucap Lintang sambil memegang tangan Khanza. “Mendingan buat meluk aja sini”ucap Lintang lagi lalu melingkarkan tangan Khanza,memeluk pinggangnya. “Jangan pernah dilepas!”


"Za!"ucap Lintang lagi masih diposisi tangnnya bertengger diatas lengan Khanza.


"Hm,,,!


Setelah mendengar ucapan Lintang,Khanza tiba-tiba saja merasa sedih. "Kita semakin jauh,Pras"ucapnya dalam hati,lalu entah dorongan apa tiba-tiba saja tangan Khanza yang berada dipunggung Lintang terulur membalas pelukannya.


Selain merangkulkan kedua tangannya,Khanzapun menyadarkan kepalanya diceruk leher Lintang. Tanpa sadar matanya mulai berembun.


Lintang mengendalikan motornya dengan hanya sebelah tangannya,karena tangan satunya masih setia diatas lengan Khanza yang dengan erat memeluknya.


"Kenapa Za? Kamu gak mau aku kuliah diluar negeri?"tanya Lintang yang merasa Khanza seperti tidak rela ditinggalkan.


Disatu sisi dia merasa sedih,karena berat harus berpisah yang mungkin akan berbulan,disisi lainnya dia merasa bahagia,karena Khanza tidak ingin jauh darinya,dibalik sikap Khanza itu ada perasaan sedih.

__ADS_1


"Kamu tidak ingin aku pergi?"tanya nya sekalinya lagi.


Khanza hanya menjawab dengan gelengan kepala dibalik punggung Lintang.


"Apa maksud gelengan kepalamu Za? Aku tidak mengerti.


Dibalik punggung Lintang dan dengan masih memluk tubuhnya,Khanza berkata "pergilah Pras! Kejarlah cita-citamu! Buat bangga lah kedua orangtuamu"ucapnya lirih.


"Hei! Kok sedih Za? Aku pergi gak lama,3 sampai 4 tahun aku pasti kembali"ucap Lintang herang karena merasa Khanza sedih akan rencana kuliah diluar negeri.


Jauh dalam pikiran bukan karena jarak ,melainkan perbedaan yang terbentang diantara mereka. Kini dia sadar akan ucapan orangtuanya yang melarang dirinya berhubungan dengan serius.


Khanza POV


Aku baru tahu jika ternyata orangtua Lintang akan menguliahkan nya di Luar Negeri. Dan sepertinya Lintang sendiri tidak keberatan akan hal itu. Bukan hak ku juga melarang kepergiannya.


Aku bersedih karena merasa jarak diantara kami semakin lebar,aku yang mungkin hanya lulusan Kampus biasa ,sementara dia lulusan luar negeri apalagi dari kampus bergengsi.


Orangtua manapun pasti akan mengharapkan pasangan untuk anaknya mendapatkan yang setara dengan anaknya.


Bersambung (POV Khanza)

__ADS_1


__ADS_2