Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 46


__ADS_3

"Apaan sih tuh orang jalan masih lega juga,buta kali matanya"kesal Salsa yang melihat Astrid menabrak bahu Khanza.


"Eh Sa,gak boleh gitu ah!


"Biarin dikira kita takut cuma mantan ketua wakil OSIS aja belagu."


"Untung kamu belom wudhu Sa"ucap Khanza tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


"Emang kenapa kalo dah wudhu?"tanya Salsa.


"Ya batal sayaaaang,,,


"Siapa yang kamu panggil sayang?"tanya seseorang dibelakang Khanza.


Deg!


Salsa menutup mulutnya seseorang didepannya menatap tajam kearah temannya,Khanza sementara Khanza sendiri berdiri mematung.


"Lintang!"batin Khanza lalu memutar badannya menghadap kearah nya.


"Gw yang dipanggil sayang Lin,tenang aja"Salsa mewakilkan menjawab karena Khanza yang masih diam saja.


"Jangan suka panggil sayang,biarpun itu perempuan. Kamu kalo mau panggil sayang,panggil sayangnya ke aku aja,aku gak keberatan,seneng malah"ucap Lintang meninggalkan mereka.


Blush, pipi Khanza merona mendengar ucapan frontal Lintang apalagi kali ini didepan temannya.

__ADS_1


"Omg,,,omg !(oh my god) "kok gw yang baper ya!"ucap Salsa sambil memegang kedua pipinya. Gak nyangka ternyata,,,uh,,,Khanza so sweet banget sih pacar lo itu!"


"Apa sih Sa,udah ah cepetan kita wudhu,ketinggalan berjamaah kalo disini terus."


"Uh gak asik lo,kebiasaan suka ngalihin pembicaraan orang. Lo banyak utang penjelasan sama gw ya!"ucap Salsa dengan memonyongkan mulutnya lalu bergegas menyusul Khanza.


**


"Za lo abis dari sini mau kemana?"tanya Salsa ketika mereka duduk di ubin teras mushola,sedang mengikatkan tali sepatunya.


"Kenapa memang"tanya Khanza menengok ke Salsa menghentikan kegiatan nya mengikat tali sepatunya.


"Ke kantin yuk,anter gw,laper nih!"ucap Salsa sambil mengusap-usap perutnya. Lo sih enak dah makan tadi ."


Dengan tersenyum "bentar ya" Lalu Khanza kembali akan mengikat tali sepatunya.


Seketika Khanza menegakkan punggungnya mendengar panggilan dari Lintang dan berhenti mengikat tali sepatunya.


"Makan yuk!tadi kan kamu makannya sedikit."


"Tapi,,,itu Salsa!"Khanza menunjuknya bermaksud juga akan kekantin dengan nya.


"Lin!"panggil Astrid yang juga telah selesai solat sengaja menunggu Lintang. "Ayo!"ajak Astrid tanpa perduli Lintang sedang berbicara dengan Khanza dan memotong pembicaraan mereka.


"Duluan aja!"balas Lintang lalu kembali menatap Kanza. Cepet! kok bengong terus."

__ADS_1


"Iya tapi Salsa juga mau kekantin.


"Ya udah tinggal ke kantin aja,atau bareng kita juga gak apa-apa. Cepet Khanza!"lalu Lintang berjongkok mengikat tali sepatu Khanza.


"Eh! jangan !"Khanza menarik kakinya kedalam ketika Lintang sudah sempat mengikat tali sepatunya.


"Udah,jangan bawel!"kembali Lintang mengambil kaki Khanza lalu kembali mengikat sepatu Khanza. "lama !"ucapnya.


Khanza menggigit bibirnya melihat tindakan Lintang yang spontan,dia menjadi malu karena keduanya menjadi pusat perhatiaan siswa-siswa yang sedang berada di mushola.


"Udah lintang!"ucap khanza tidak enak.


"Awas!"Lintang menyingkirkan tangan khanza yang menghalanginya ketika sedang menyimpul tali sepatunya.


"Iya tapi udah,malu sama yang lain"ucap Khanza dengan wajah yang sudah memerah sekali.


"Makanya jangan buat aku lama ikatnya. Dah diem aja!"


Khanza yang malu tapi Salsa yg menutup wajahnya dengan kedua tangannya. sungguh perbuatan yang kelewat manis baginya melihat tindakan lintang.


"Selesai!"lalu lintang berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Khanza berdiri. "Ayo!".


"Ayo Sa!"ucap Khanza yg justru mengajak Salsa,namun menerima uluran tangan Lintang namun kemudian melepaskannya ketika dia sudah berdiri.


Wajah Astrid sudah memerah kesal,kedua tangannya mengepal melihat keduanya(Lintang dan Khanza),apalagi tindakan Lintang yang mengikatkan tali sepatu Khanza.

__ADS_1


Awas kamu Khanza,,,batin Astrid.


__ADS_2