
Begitu sampai didepan kelas.
"Ingat nanti selesai Pendalam Materi jangan langsung,tunggu aku!"ucap Lintang mengingatkan kembali Khanza entah sudah yang keberapa kali.
"Iya,,,"jawab pelan Khanza tapi masih didengar Lintang. "Bawel" gumamnya setelah memastikan Lintang telah pergi dari kelasnya.
Sementara didalam kelas,Angel dan Fifah memperhatikan keduanya(Khanza dan Lintang dengan tatapan tajam.
"Noh liat si Khanza,setelah lo gak pernah lagi ancem dia,makin kesini makin songong aja kelakuannya"ucap Fifah pada Angel teman sebangkunya.
"Sialan emang tuh cewek,mentang-mentang di lindungi Lintang,makin kesini makin berani aja nunjukkin kebersamaan mereka"ucap Angel yang masih mempunyai dendam pada keduanya terutama Khanza.
"Iya lo liat kan tadi mereka di kantin,ih serius gw benci banget ma si Khanza,sok kalem,sok malu-malu gitu didepan Lintang"ucap Fifah berapi-api.
"Enaknya diapain ya tuh cewek?"tanya Angel seoalh bicara sendiri. Kalau ngancem langsung ma anaknya terus terang gw masih belum berani,apalagi denager ancaman Lintang waktu itu.
"Lo kerja sama aja sama si Astrid,mantan wakil ketua OSIS. Gw denger gosip katanya dia suka gitu sama si Lintang juga.
Angel menautkan kedua alisnya mendengar omongan Fifah "maksud lo?"tanya nya kurang mengerti.
__ADS_1
"Iya gw denger dari temen gw yang ada di mipa2 kalo sebenarnya si Astrid itu naksir sama si Lintang,makanya dia waktu nyalonin diri jadi wakil ketua OSIS biar bisa deket terus sama si Lintang.
"Jadi maksud lo gw harus deketin dia(Astrid) gitu?"tanya Angel dengan nada tinggi.
"Sutt!"pelan-pelan ngomongnya bego."
"APA?jadi lo ngatain gw bego?"kesal Angel pada Fifah karena mengatai dirinya bego.
Fifah meringis mendengar bentakan Angel. "Sorry"ucapnya takut-takut.
Duh segala ngatain si Angel bego lagi ni mulut,batin Fifah.
"Iya maksud gw lo cuma manfaatin si Astrid doang buat jauhin si Khanza sama Lintang,kerjasama gitu."
Angel mengerutkan keningnya mendengar arahan dar Fifah .
"Masih bingung? mending lo spik-spik gitu ke anaknya (Astrid),tapi jangan nunjukin perasaan lo sama siAstrid. Atau apa kek rencana lo,intinya lo betdua nanti kerjasama buat 'nyingkirin' Khanza dari kehidupan Lintang"ucap Fifah menggerakkan jari telunjuk dan tengahnya,ketika menyebutkan kata nyingkirin.
Senyum Angel tertbit ketika baru mengerti maksud Fifah. "Boleh juga ide lo!"ucap Angel senang dan melipakan kekesalannya pada Fifah.
__ADS_1
"Siapa dulu,Afifah!"ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.
"Uh gaya lo,baru dipuji dikit aja,langsung terbang"ucap Angel sebal melempar Fifah dengan gulungan tisu bekas.
"Haha!" tawa Fifah disusul kemudian Angel. Namun seketika mereka mengatupkan mulutnya ketika Khanza sudah sampai di mejanya tapi sempat melirik kearah mereka.
Angel dan Fifah saling sikut menyikut setelah Khanza mengalihkan pandanganya dari mereka.
Angel tersenyum smirk dibalik punggung Khanza setelah tidak lagi diperhatikannya. "Tunggu tanggal maen nya Za,lo sama bakalan gw bubarin nanti,batinnya.
**Di meja Khanza dan Salsa.
Khanza tersenyum kecil ketika sudah sampai dibangkunya menatap Salsa,tapi oleh Salsa dibalas dengan cebikkan mulutnya.
Khanza meringis mendapat perlakuan seperti itu dari teman sebangkunya.
"Kamu masih ngambek Sa sama aku?"tanya Khanza tak ingin berlama-lama dicueki oleh Salsa.
Salsa melipat kedua tangannya didada lengkap dengan ekspresi menggebungkan pipinya.
__ADS_1
***************