Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 87


__ADS_3

Kening Cher berkerut,dalam benaknya dia berpikir,tadi gw ngerasain hembusan nafas lintang,kok sekarang dah gak terasa lagi?


Setelah beberapa saat,Cher akhirnya perlahan membuka matanya dan seketika tatapannya bertemu dengan mata Lintang yang sedang menatap dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


"Bhaha,,,Lo ngapain pejamin mata lo Cher? Ngarep banget yak gw cium,"kilah Lintang menutupi rasa canggungnya karena hampir saja terbawa perasaan hingga nyaris berci*man.


Untung saja Lintang tiba-tiba saja teringat dengan wajah polos sang kekasih,Khanza. Apalagi ketika dia mencuri ciuman dari bibir sang kekasih. Entah mengapa bibir Khanza sebenarnya telah membuatnya candu.


"Apaan sih Lin? Lo kali tadi yang mau cium gw. Buktinya tadi gw,,,"ucap Cher tidak meneruskan ucapanya ngerasa hembusan nafas lo. Masa tadi gw halu sih!


Keduanya menjadi canggung,apalagi sama-sama tidak mengakui peristiwa yang hampir saja mereka bercium*n.


Kemudian Lintang menegakkan tubuhnya dan memilih duduk dimeja rias. "Jadi ada apa lo nyuruh gw kesini tuan putri?"


"Gw mau tagih janji lo yang mau nemenin gw selama gw liburan di Indonesia."


"Kan gw sekolah Cher. Nanti kalo sabtu or weekend."


"Sekarang hari minggu. Tapi kok lo gak cepet kesini sih!"rajuk Cher.


"Urusan gw kan banyak Cher,bukan cuma jadi body guard lo doang,"batin Lintang. Sorry tadi ada urusan sedikit."


"Urusan apa?" tanya Cher dengan mata memicing seolah sangsi akan jawaban dari mulut Lintang.

__ADS_1


"Yah ada pokoknya. Yang jelas urusan laki-laki. Dan lo gak perlu tahu."


"Ih apa sih urusannya?


"Rahasia Cher,"jawab gemas Lintang.


"Aku laporin ke tante Melinda lo! Bilang anaknya nih dah berani main rahasia-rahasiaan,"ancam Cher terdengar seperti serius.


"Ngapain lo bawa-bawa nama nyokap gw?"kesal Lintang.


"Canda kali. Udah yuk kita pergi aja,"ajak Cher kemudian bangun dari tiduran.


"Kemana?"


"Tapi gw bawa motor."


"Justru itu biar seru. Bisa sambil pelukan juga. Cher begitu bersemangat. Kemudian dia berjalan menuju toilet.


"Dasar,"gumam Lintang sambil geleng-geleng kepala. Gw tunggu dibawah yak Cher,"teriak Lintang didepan pintu kamar mandi.


"Yak,,,"jawab Cher dari dalam,teriak juga.


****

__ADS_1


Krett,,,,Andre keluar dari kamar. Lehernya celingukan mengamati semua sudut ruangan. "Pada kemana orang?"batinnya.


Karena tak menemukan orang didalam,Andre berjalan keluar. Ketika melewati kamar Khanza,reflek tangannya memegang handle pintu,tapi kemudian dia urungkan. Andre menempelkan telinganya seolah ingin menguping. "Sepi,"gumamnya.


Tanpa disadari sang tante datang dari arah pintu depan. Dia menatap heran kelakuan Andre yang sedang menguping itu.


"Ngapain Ndre? Akhirnya tercetus pertanyaan dari bibir sang tante.


"Eh tante," gelagapan Andre,kikuk aksinya dipergoki sang tante. Ini tante,cuma pengen periksa kamar Khanza,kok sepi banget. Apa dia tidur yak?"


"Masa masih pagi tidur."


"Tante habis dari mana?tadi Andre keluar kamar sepi banget?"tanya Andre kemudian mengikuti sang tante yang berjalan menuju dapur kemudian mendaratkan bokongnya diatas kursi meja makan.


"Oh itu tadi tante habis dari depan. Lihat om kamu sama Abyan yang sedang cuci mobil."


"Ini tante sekarang mau ngapain?"tanya Andre melihat sang tante yang berdiri di depan kompor.


"Ini tante lagi pepesan ikan mas tante,sudah mateng apa belum,"jawab Ibu Ratna membuka panci kukusan,melihat masakan. Kemudian jari-jarinya menekan-nekan ikan mas yang berbalut daun pisang. Masih keras atau sudah lembek,seolah itu tidak panas padahal uapnya saja sampai mengepul.


"Wih tante keren,"canda Andre.


Ibu Ratna tersenyum kecil menanggapi candaan sang ponakan.

__ADS_1


__ADS_2