Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 60


__ADS_3

"Astaga!"Kaget Ny. Ratna mendengar kodean dari suaminya didepan pintu luar jika Khanza ingin melihat dirinya.


Segera saja dia bangun dari rebahannya,dengan satu tangannya memegang erat yang membungkus tubuh polosnya.


"Gara-gara Ayah nih,badan radanya lemas sekali. Kalo bukan sebentar lagi masuk waktu magrib,ingin rasanya langsung tidur"monolognya.


Setelah memakai baju seadanya,Ny. Ratna segera keluar dari kamarnya.


"Wah Ibu baru bangun?"tanya Khanza yang sedang duduk di meja makan bersebelahan dengan dapur.


"Eh iya nak! Ibu tadi ketiduran"ucap Ibu gugup.


"Biasa kali bu jawabnya,Khanza ngerti Ibu pasti capek kan?"


Kening Ibu berkerut mendengar ucapan anaknya yang terkesan ambigu menurutnya.


"Iya Ibu kan cape habis buat,terus cuci perabotnya dan tadi pulang ambil dagangan "terang Khanza.


"Oh itu!"jawab Ny. Ratna lega. Ternyata pikirannya terlalu berkelana jauh. Dia justru teringat kata cape karena habis 'bertempur' dengan suaminya.


"Ibu ada-ada aja,bengong gitu tadi."

__ADS_1


"Assalamualaikum!"terdengar suara orang mengucapkan salam didepan.


"Sepertinya itu om kamu nak!"


"Iya bu kayaknya. Lalu Khanza menaikkan bokongnya berjalan menuju pintu depan membukakan pintu.


"Waalaikum salam!"jawab Khanza sambil membuka pintu. "Eh om sudah pulang?"tanya Khanza mengulurkan tangannya menyalami omnya Andre.


"Dah mandi dek?"tanya Andre lalu masuk kedalam rumah.


"Ih ka Andre, Khanza nanya bukan dijawab malah ngomongin dah mandi belom"cebik Khanza.


"Haha,,,!"tawa Andre lalu menempelkan bokong nya diatas kursi single kamar tamu dsn melepaskan lilitan dasinya.


"Apa si Za? Ngomong-ngomong tolong ambilkan kaka air minum,haus!"ucapnya memegang tenggorokannya.


"Kamu tuh Za,orang pulang kerja bukannya ditawari minum malah diajak ngobrol"ucap Ibu mengha?mpiri mereka karena suaranya menarik perhatiannya.


"Iya,,,!"jawab lesu Khanza.


"Anak itu!"gumam Ibu menggelengkan kepalanya mengikuti punggung Khanza yang berlalu pergi. "Maafin Khanza ya Ndre! Adikmu itu gede badannya aja,tapi sifatnya kadang masih seperti anak kecil."

__ADS_1


"Gak apa-apa tante,lagian emang Andre yang salah yang menggoda dia"ucap Amdre sambil tersenyum. Dia tuh ngambek Tan tadi ,Andre tanya-tanya dia dah mandi apa belum."


"Oh gitu,,,!" Ngomong-ngomong soal mandi tante juga velum mandi nih,hehe!"ucap Ibu berlalu meninggalkan Andre sendiri. diruang tamu sekaligus dijadikan tuang keluarga itu.


"Iya tante mandi,sekalian keramas,kali aja tanda merah dilehernya memudar"gumamnya karena sedari tadi dia memperhatikan tanda merah dileher tantenya. Sebagai lelaki dewasa dia tahu apa yang telah om dan tantenya lakukan srbelumnya.


Gilak kalah gw sama orang tua.


"Kenapa ka senyum-senyum sendiri?"tanya Khanza heran melihat Omnya tersenyum sendiri lalu menaruh air putih untuk omnya diatas meja.


"Kepo!"jawab Andre.


"Ih kaka dari tadi ngeselin banget sih!"ucap Khanza menghampiri Andre lalu mencubit pinggangnya.


"Aw,,,!"Sakit Za! Nih tangan apa kepiting sih!"ucap Andre mengambil tangan Khanza dari pinggang lalu mencubit sedikit punggung tangannya.


Segara Khanza menarik tangannya yang dicubit kecil oleh Andre itu."Hehe!! Habis kaka nyebilin"cebik Khanza.


"Nyebelin apa sih dek,orang kaka cuma tanya kamu dah mandi belum,apa salah? Kan ini emang dah sore waktunya mandi."


"Iya om,,,!"Manyun Khanza.

__ADS_1


"Jangan dimanyun-manyunin tuh bibir! "Kaka cium nih !"batinnya. Tapi yang keluar dimulutnya "Kaka comot nih!"ucap hendak meraup bibir Khanza sudah menyiapkan tangannya bercanda. Lalu Khanza bergeser duduknya menjauh.


"Haha!" tawa Andre.


__ADS_2