Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. VI Peringatan


__ADS_3

Sebelumnya


Dari jauh Angel melihat akhirnya Lintang melepaskan tangan Khanza,dan Khanza meninggalkannya,berjalan menuju ke tukang penjual siomay.


Angel tidak melewatkan kesempatan tersebut,lalu dia bergegas menyusul ke tempat yang Khanza tuju.


Baru saja Khanza ingin memesan siomay,namun tepat di belakang punggungnya,dia merasa ada orang berdiri di belakangnya bahkan sangat dekat sampai menempel sekali ,hembusan nafasnya sampai terasa di telinganya.


"Kayaknya ada yang lagi seneng banget nih tangannya bisa dipegang-pegang idola sekolah,sarkas Angel.


Seketika tubuh Khanza menegang mendengar perkataan Angel. Dengan maju selangkah Khanza lalu berbalik hadap kearah Angel.


"Kamu salah paham Ngel,,,jelas Khanza sedikit takut-takut. Lintang yang memaksa pegang tangan saya tadi. Saya,,,


"Tapi elo diem saja kan Lintang pegang-pegang tangan lo,potong Angel sebelum menjelaskan yang sebenarnya.


"Ikut gw,Angel menyuruh Kanza mengikutinya dengan penekanan.


Khanza pun dengan terpaksa mengikuti peri tah Angel untuk pergi bersama nya. Lalu Khanza tersenyum paksa pada penjual siomay tadi merasa tidak enak karena tidak jadi membeli.


Angel berjalan keluar kantin terlebih dahulu dikuti Khanza dibelakangnya.


Tak lama Fifahpun ikut menyusul Angel .


Angel terus berjalan bahkan sampai melewati baberapa kelas,termasuk kelasnya sendiri.

__ADS_1


Setelah melewati beberapa kelas akhirnya sampai juga di tempat tujuan Angel.


Tempat yang di tuju oleh Angel adalah toilet.


"MASUK,,,perintah Angel penuh penekanan.


Dengan ragu-ragu dan sedikit takut Khanza masuk ke dalam toilet wanita,tak lupa ada Angel dan Fifah dibelakangnya.


"JANGAN PERNAH DEKET-DEKET LAGI SAMA LINTANG MULAI SAAT INI,INGAT ITU,Angel memberi perintah pada Khanza .


"Byuurr,,,Angel melempar gayung berisi air ke muka Khanza,dan membuat seragamnya basah dan yang lebih parah 'dalam atas' terlihat jelas.


"Ini peringatan pertama dan terakhir dari gw,inget itu!,"ancam Angel.


"Huh,,,rasain timpal Fifah.


"Ini lah mengapa aku tidak mau menjalin hubungan dengan orang kaya dan populer .Apa salah ku ya Tuhan,bukan aku yang memulai semua,gumamnya sambil masih terisak.


Setelah beberapa saat ,Khanza memutuskan keluar dari dalam toilet tapi bingung memikirkan caranya dia keluar sementara seragamnya telah basah,apalagi sampai membuat 'dalaman atas'nya terlihat. Tidak mungkin dia keluar dengan penampilan seperti itu.


Setelah mencuci mukanya supaya tidak terlihat seperti habis menangis,khanzapun juga tidak memasukkan seragamnya kedalam rok untuk menyamarkan ceplakan 'dalaman atas'nya.


POV Lintang


Khanza ,ya namanya Khanza gadis yang berhasil menarik perhatian dari semenjak hari pertama MOS.

__ADS_1


Cantik,manis,putih dengan postur tubuh pas,tidak tinggi tidak juga terlalu pendek,ideal menurutku,sangat pas untuk dipeluh,eh.


Khanza gadis yang sederhana bahkan dandanannya pun apa adanya,tanpa riasan sama sekali. Bibirnya pun tanpa diberi liosyikpun sudah berwarna pink alami,ah hanya dengan melihat bibirnya pun membuat otak ku seketika travelling.


Yang membuat ku semakin kagum adalah setelah MOS berakhir dia tanpa rasa malu membawa kue-kue untuk dijual. Sikap yang amat jarang ku temui di jaman sekarang ini. Disaat gadis seusianya sibuk dengan gadget ,hang out,berlomba-lomba ingin tampil up to date tapi tidak dengan Khanza,gadisku.


Aku melabeli dia sebagai gadisku. Cukup narsis ya aku mengaku-aku sebagai milikku.


Segala bentuk perhatian tidak ada yang direspon sama sekali,dari semenjak awal masuk sekolah sampai sekarang ketika kami sama- sama sudah ada di kelas 12. Aku cukup populer disekolah kami,tapi itu tidak menjadi point plus bagiku untuk mendapatkan perhatian darinya.


Dia(Khanza) yang kulihat hanya fokus pada sekolah dan kegiatan berjualannya.


POV lintang End


Begitu Khanza keluar dari toilet,dia kaget mendapati Lintang ada tak jauh dari pintu toilet.


Khanza seketika berbalik hendak kembali masuk ke dalam toilet,namun kalah cepat dengan tangan Lintang. Mau tak mau Khanzapun memutar kembali tubuhnya,namun Khanza bingung harus bagaimana menutupi seragamnya yang basah serta muka sembabnya pada Lintang.


"Khanza,,,??? O ya tuhan,,,kenapa elo


Bersambung


Mohon dukungannya dengan komen,like dan vote


Love You

__ADS_1


Author


__ADS_2