
Jam pelajarann berlangsung,semua murid-murid fokus belajar termasuk Khanza. Saat ini tujuan nya belajar dengan serius dan mendengarkan setiap penjabaran dari guru termasuk mengerjakan tugas yang diberikan. Khanza berpikir jangan sampai permasalahan kemarin mengganggu sekolahnya. Apa jadi jika hal itu menyebabkan prestasinya menurun, tambah kecewa lagi orang tuanya.
Tet,,,bel berbunyi tanda jam pelajaran berakhir. Sebentar waktu istirahat tiba. Khanza dilema akankah akan ke kantin atau tidak. Kemungkinan bertemu Lintang semakin besar. Tetapi dalam benarnya dia sedikit heran karena semenjak tadi hapenya sepi. Biasa menjelang jam istirahat Lintang akan mengirimkan nya pesan,mengajak ke kantin bareng.
"Ayuk Za Ke kantin,"ajak Salsa. Dia sendiri sudah merapikan buku-buku pelajaran diatas meja,menyusunnya,tapi sedang Khanza tampak ogah-ogahan merapikan buku-buku miliknya.
Khanza tidak menanggapi ajakan Salsa. Raganya dikelas tetapi tidak pikirannya yang melayang entah kemana.
"Hey,,,Za,lo ngelamun yak?"tegur Salsa menyenggol bahu Khanza menyadarkannya.
"Eh iyak. Hm,,Sa lo duluan aja deh!" Ucap Khanza akhirnya. Dirinya sudah memikirkan masak-masak,tidak ingin ke kantin. Dia berniat akan memberi roti dikoperasi sekolah saja.
"Lo bawa bekel?"tanya Salsa karena penasaran Khanza menolak diajak ke kantin.
"Enggak,,,"jawab Khanza ragu.
Salsa heran kenapa Khanza menolak diajak ke kantin sedangkan ketika ditanya Khanza tidak membawa bekal. Karena sudah lapar,dia akhirnya memutuskan pergi sendiri ke kantin.
"Ya udah kalo gitu,gw ke kantin yak! Lo mau nitip gak?"
Khanza menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Yak udah kalo gitu gw ke kantin yak!"
"Sorry yak!"ucap Khanza.
"Santai aja kali,"ucap Salsa lalu meninggalkan kelas.
Dibelakang,tampak Adi,si ketua kelas memperhatikan serta sedikit mendengar percakapan antara Khanza dan Salsa,lalu setelah Salsa meninggalkan kelas,dia menghampiri Khanza.
Sebelum sampai dimeja Khanza,terlihat Khanza berdiri, sepertinya juga akan keluar. Dengan langkah cepat,Adi menghampiri Khanza.
"Mau ke kantin Za?"tanya Adi pura-pura tidak tahu.
"Hm,,,bukan,"jawab Khanza ragu sambil berjalan keluar kelas tapi Adi terus mengikuti.
Khanza menarik sudut bibirnya, tersenyum terpaksa,"bukan. Gw mau ke koperasi." Khanza terpaksa memberitahu tujuannya pada Adi karena tidak ingin dicecar pertanyaan oleh Adi. Tapi rupanya kejujuran salah karena Adi terus saja mengikuti langkahnya.
Sejenak Khanza berhenti,"Lo mo ke koperasi juga?"tanya nya.
Adi mengusap tengkuknya sambil nyengir,"iya,,,. Bareng yak?"
Tak mungkin Khanza menolak atau melarang Adi ikut dengannya ke koperasi karena memang tujuannya sama. Tanpa menjawab ucapan Adi,Khanza kemudian memutuskan langkahnya dan diikuti Adi disamping,berjalan berdampingan.
__ADS_1
"Lo mau beli apa Za dikoperasi?"
"Roti,"jawab Khanza jujur dan singkat.
Adi mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Khanza. Bukannya tadi dia dengar Khanza menolak diajak ke kantin oleh Salsa tapi kenapa justru ke koperasi akan membeli roti,kan kantin juga pasti ada roti pikirnya.
Tak ingin mengorek informasi lagi Adi hanya menjawab,"oh." Kemudian tetap mengikuti Khanza ke koperasi. Dia sendiri bingung akan membeli apa disana.
Begitu sampai dikoperasi, Khanza langsung mengambil roti yang diletakkan dalam nampan diatas atalase. Kemudian lanjut mengambil air mineral botolan di lemari pendingin yang berada pojokan koperasi.
"Lo gak beli apa-apa?" Heran Khanza karena Adi hanya mengikutinya tanpa membeli apa-apa. Jangan-jangan itu cuma alasan Adi pergi ke koperasi, padahal yang sebenarnya hanya ingin mengikuti nya.
"Beli nih!" Adi membuka lemari pendingi,mengambil sembarang minuman didalamnya dan tangan akhirnya mengambil teh kotak.
Khanza hanya manggut-manggut,kemudian dia berjalan ke kasir,hendak membayar jajaannya,tapi Adi mencegahnya. "Gw aja yang bayar Za,"cegah Adi baru saja Khanza merogoh uang disaku baju.
"Gak usah Di,"tolak Khanza.
"Udah gw aja." Adi menyela tangan Khanza dan langsung menyerahkan uang pecahan lima puluhan pada kasir.
Khanza terpaksa menerima traktiran Adi. "Makasih yak Di."
__ADS_1
"Sama-sama Za. Hm,,,lo mau rotinya dimana?"
Khanza berpikir sejenak,Adi bertanya akan makan dimana. Kemudian teringat taman belakang dekat dengan rumah penjaga sekolah. Diapun mengerjap,"dikelas aja."