
Khanza menghembuskan nafas pelan saja sudah menjadi jawaban atas pertanyaan Salsa.
"Kenapa? Perasaan kemarin kalian masih baik-baik saja." Salsa masih tidak percaya sepenuhnya.
"Masalahnya bukan dari dia, tapi dari gw Sa." Dan mengalirlah cerita tentang larangan kedua orangtuanya dan latar belakang dibalik larangan orangtuanya.
"Berarti bener dong apa kata Adi tadi. Terus nanti gimana, secara kan kalian masih satu sekolah Za."
Khanza hanya menaikkan bahunya.
"Itu roti lo gak makan? Buat gw aja sini. Kebetulan gw masih laper nih!" Salsa mengusap-usap perutnya.
"Tapi ini bekas Sa."
"Gak papa, kan bukan bekas gigitan. Cuma potekan tangan lo aja. Sini gw yang abisin."
Khanza meringis melihat kelakuan teman nya itu. Benar-benar cuek pikirnya.
Salsa menghabiskan cepat roti milik Khanza setelah itu mereka meninggalkan ruang UKS, kembali ke kelas.
"Hm Za, gw ke toilet dulu yak! Gak enak nih perut. Lo ngasihnya gak ikhlas yak tadi. Kok perut gw jadi mules gini."
"Sembarangan. Lo nya aja kali yang kekenyangan."
"He,,,"cengir Salsa. Mau anter gak?"
"Boleh, tapi jangan lama-lama yak! Kalo lama gw tinggalin."
"Iye."
****
Khanza menunggu disamping pintu depan toilet.
__ADS_1
Dari arah dalam pintu toilet cowok, ketika pintu nya terbuka, samar-samar dia mendengar nama Lintang disebut.
"Gw rasa dia gak lagi sms-an sama si Khanza." Boy langsung menutup mulutnya karena melihat Khanza sedang berdiri disamping toilet cewek.
"Eh Za, lagi ngapain?"basa basinya dengan menampilkan wajah gugup.
"Ini lagi nunggu teman di dalam."
Boy menyikut Toni, entah apa maksudnya dan itu terlihat oleh Khanza.
"Duluan yak Za,"pamit Boy kemudian.
Setelah jauh dari toilet,"kira-kira si Khanza tadi denger gak yak sama kita omongin?"tanya Boy pada Toni.
"Emang kenapa kalo dia dengar? Urusin amat Lo sama perasaan dia. Yakin gw sih Lo beneran suka sama dia,"sarkas Toni.
"Emang kenapa kalo gw beneran suka sama dia? Masalah buat Lo? Kalo beneran si Lintang duain Khanza,gw otw maju."
"Tenang, gw bukan tipe temen makan temen ko. Gw baru sekedar suka,belum taraf naksir. Tapi gak ada niatan maenin juga."
"Good lah."
****
"Jika emang bener Lintang ada cewek baru,syukur deh,"batin Khanza.
"Woi ngelamun aja Lo." Salsa mengagetkan Khanza karena terlihat sedang melamun.
"Eh apa Sa?"
"Tuh kan bener lagi ngelamun. Gw keluar Lo gak nyadar."
"Gak ah. Sok tahu Lo. Dah yuk kita ke kelas!"
__ADS_1
*****
"Hari ini PM gak yak Za?"tanya Salsa lemah.
"Kenapa emang?"
"Gw capek banget. Matematika nguras banget energi gw nih. Kayaknya bakalan gak bisa ngerjain nih contoh soal ujian."
Drttt,,,,
Drttt,,,,
Ponsel Khanza bergetar. Entah panggilan masuk atau pesan masuk.
"Za itu hape Lo yang bergetar?"
"Iya,"jawab Khanza cuek.
"Guys,,,hari ini PM yak! Untuk sekarang Isoman. Nanti jam 2 baru mulai PM nya." Adi si ketua kelas memberi pengumuman.
Drttt,,,,kembali ponsel Khanza bergetar.
"Za, angkatlah teleponnya. Siapa tahu penting." Salsa mengingatkan Khanza.
"Males banget. Nanti ngomongnya apa,"batin Khanza yang dia pikir Lintang yang menelponnya.
Dengan ogah-ogahan akhirnya Khanza melihat siapa yang menelponnya itu.
Khanza mengerutkan keningnya melihat id si pengirim pesan. Hal ternyata bunyi Khanza adalah bunyi pesan masuk karena mode pengaturan nya sama dengan bunyi telepon masuk.
"Kak Andre,"gumam Khanza.
"Apa?"
__ADS_1