
Setelah berbincang sebentar dengan sang tante,Andre berlalu ke kamar mandi karena itu tujuan awalnya.
Sementara itu didalam kamar,Khanza mondar mandir,bingung memikirkan apa yang harus dia katakan jika dia keluar nanti.
"Bismillah,"ucapnya dalam hati,berpasrah apa yang akan terjadi nanti. Jalan keluarnya mungkin dia berbicara dengan sedikit bumbu-bumbu kebohongan.
Ceklek,Khanza membuka pintu kamar lalu pura-pura tidak melihat keberadaan sang ibu karena dia akan menuju kamar mandi.
Sang Ibu yang tahu Khanza akan ke kamar mandi lalu berkata,"ada om dikamar mandi."
Mampus kamu Khanza. "Dah lama bu?"
"Belum lama,tunggu saja. Kamu mau mandi?"
"Iya,Khanza mau mandi."
"Memangnya kamu tidak mandi dulu disana sebelum pulang?"
"Enggak bu,he!"
"Dasar jorok."
"Ribet ah bu kalo Khanza mandi dulu disana. Harus pinjam baju Salsa lagi."
__ADS_1
Ibu Ratna hanya manggut-manggut mendengar jawaban Khanza. "Oh yak ngomong-ngomong kamu pulang naik apa? Om mu tadi mau jemput loh! Tapi kamu nya nolak."
"Itu,,,Khanza,,,naik seperti biasa bu,naik angkot,"bohong Khanza.
"Kalo emang naik angkot,kenapa tadi nolak om kamu yang mau jemput?"
"Itu,,,soalnya Khanza waktu itu lagi ngobrol bu sama Salsa,nanggung."
Didepan pintu kamar mandi,Andre yang telah selesai mandi mendengar semua pengakuan Khanza.
Kenapa harus berbohong Khanza?
"Nah itu om kamu sudah selesai mandinya,"ucap Ibu.
"Dah pulang Za?"tanya Andre datar.
"Sudah ka. Hm,,,ka ,Khanza mandi dulu yak!"ucap Khanza saat Andre akan membuka mulutnya kembali.
Andre mengatupkan rahangnya,tak jadi bertanya-tanya lagi. "Naik apa Khanza tadi tante?"tanya Andre pada tantenya. Hal yang ingin dia tanyakan tadi pada Khanza hanya sekedar mengetes kejujuran Khanza.
"Naik angkot katanya tadi,"jawab Ibu Ratna yang kembali melanjutkan masak untuk makan siang.
Andre yang awalnya ingin kembali ke kamar memutuskan menemani sang tante memasak. " Cepet yak berarti tante kalo gitu. Soalnya belum lama dari Andre telepon tadi. Tau-tau sudah sampai rumah saja."
__ADS_1
Tangan bu Ratna terhenti dari kegiatanya sedang mengaduk-aduk tumis capcay,menelaah ucapan Andre. Iya juga yak? "Maksud kamu apa Ndre?"
"Hanya berpendapat sendiri aja tante. Gak usah dipikirkan ucapan Andre."
"Tapi masuk akal juga omongan kamu Ndre."
"Dah lah tante lupakan saja omongan Andre tadi. Andre asak ngomong aja tadi. Mungkin kebetulan aja Khanza langsung dapat angkot jadi tidak perlu lama menunggunya.
Walaupun kata Andre berkatq lupakan saja apa yang dia ucapkan barusan,tetap saja dihati bu Ratna timbul kecurigaan. Berarti kalo gitu Khanza berbohong dong!"
Khanza keluar kamar mandi dengan pakaiannya yang tadi pernah dia pakai. Dengan kepala berbalut handuk kecil Khanza kemudian bergegas ke kamarnya. Cuek akan keberadaan Andre dan ibunya.
"Khanza sini duduk!"ucap bu Ratna . Sini sebentar Za,"ucap Bu Ratna.
"ada apa memang bu?
"Sini duduk. Ibu mau bicara."
Khanza mempunyai feeling tidak saat ibunya meminta dirinya duduk,sementara dirinya belum rapi. Handuknya kecilnya saja masih bertengger dikepala.
"Coba jujur sama Ibu? Tadi kamu sebenarnya naik apa?"
Deg
__ADS_1