Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 67


__ADS_3

"Kalo boleh tahu kemana emang Lintang,,,?"tanya Salsa menggantung.


"Boy,nama gw Boy,,,lo siapa nya Lintang? Pake acara nanya-nanya dia? Ceweknya B aja tuh!"ucap Boy menunjuk Khanza dengan dagunya.


"Anggap aja mewakili,"jawab Salsa enteng.


"Udah Sa,"ucap Khanza melerai perdebatan mereka. Khanza tidak enak pada Boy dan teman-temannya karena sepertinya Boy tidak suka di tanya-tanya sama Salsa. "Hm,,,Boy maafin Salsa yak,"ucap Khanza dengan menampilkan senyum kecilnya,tulus.


"Lo gak pengen tahu Za,Lintang kemana?"tanya Boy mengangkat sebelah alisnya.


Dengan menarik nafas pelan Khanza menjawab,"dia gak ada kabar sama sekali Boy,"tapi status nya tetap terlihat online,"ucap Khanza dihatinya.


"Nanti gw telepon dia deh,"putus Boy akhirnya,kasihan melihat wajah Khanza yang lesu.


"Eh jangan!"cegah Khanza refleks memegang tangan Boy yang sedang memegang ponsel,dia pikir akan segera menelpon Lintang.


Deg


Boy seperti tersengat tegangan listrik saat tangan Khanza memegang lengan Boy.


Sementara itu wajah sudah semerah tomat,Khanza merasa tidak enak karena telah lancang memegang tangan Boy.


"Hm,,,


Ucap Khanza dan Boy hampir bersamaan.

__ADS_1


"Sorry,,,


"Gw,,,


Ucap Boy dan Khanza berbarengan lagi saking kikuknya dan gugupnya,terutama bagi Boy.


Gilak nih cewek,tangannya terbuat dari apa yak? kok cuma dipegang dikit doang aja dah bikin 'kesetrum'.


"Kalau gitu kita lanjut pesen lagi aja,sorry Boy,"ucap Khanza tersenyum kecil kearah Boy dan ketiga teman laki-laki lainnya.


Setelah Khanza dan Salsa jauh dari pandangan mereka berempat.


"Jangan bilang lo terpesona yak sama Khanza?"ucap Tony menepuk pundak Boy yang tampak memandangi punggung Khanza yang menjauh.


"Apaan sih,yak enggak lagi,"elak Boy,"tapi boong,"batinnya.


"Sialan lo,"jawab Boy. Eh btw kalian dengar gak tadi si Khanza ngomong kalo si Lintang gak ada kabar,alias gak ngabarin Khanza kalo dia gak masuk sekolah hari ini?"


Rafael hanya menaikkan bahunya,enggan berkomentar.


"Yak gw denger kali,"timpal Tony.


"Kok Lintang gitu yak?"ucap Boy.


"Lupa kali dia,"jawab bijak Tony.

__ADS_1


"Padahal kemarin gw liat mereka jalan pulang bareng loh!"ucap Fikri sipaling pendiam tiba-tiba ikut berkomentar.


"Serius lo?"tanya Boy seperti tidak percaya.


"Iya serius,"jawab Fikri kalem.


"Dah lah kita pesen makanan aja,"saran Tony ketika mereka sudah sampai di stan makanan.


Leher Boy terus melihat ke arah Khanza yang sedang berjalan sambil membawa jajanan ke bangku kosong meja kantin.


"Beuh tuh leher sampe mo patah,"sindir Tony saat tahu Boy kedapatan tengah memperhatikan Khanza dari jauh.


Boy gelagapan mendengar ucapan Tony yang dia tahu sedang menyindir dirinya. Segera dia menyebut makanan yang dia inginkan. "Mie ayam nya ya bang 1 gak pake baso,"


***


"Eh Za kira-kira kenapa yak Lintang gak masuk sekolah hari ini ?"tanya Salsa saat mereka tengah menikmati semangkuk bakso halus.


"Gak tahu Sa,kan dia gak ngabarin aku,"jawab Khanza lesu.


"Emang lo gak nanya ke dia nya?"tanya Salsa lagi dan hanya dijawab gelengan lemah dari Khanza.


"Telepon atuh Za,kalo gak kirim sms kek sama dia,"ucap Salsa memberi saran.


"Malu,,,"jawab Khanza jujur.

__ADS_1


Mulut Salsa seketika membola mendengar jawaban Khanza. "Malu??!!"


__ADS_2