
Ketika Lintang berjalan dengan teman-temannya dia tidak menyadari dari arah berbeda Khanza tengah berjalan ke arahnya. Saat itu dia sibuk memainkan ponselnya. Toni,Boy dan Saka sebenarnya sedikit kepo dengan apa yang dilakukan Lintang itu.
"Lo lihat si Lintang,kek asik bener maenin hape terus dari tadi,"senggol Boy dengan sikunya pada lengan Toni.
"Palingan juga lagi sms an sama si Khanza,"tebak Toni asal dengan suara pelan.
"Tapi tumben tahu dia gak ngajak si Khanza makan bareng di kantin,"serobot Saka.
"Jadi gw rasa dia bukan lagi sms an sama si Khanza deh." Lagi-lagi Boy curiga jika Lintang bukan sedang bertukar pesan dengan Khanza.
Orang menjadi bahan ghibahan masih asyik memainkan ponsel. Jari-jarinya menari di atas keypad ponsel tanpa sadar berjalan duluan, meninggalkan ketiga temannya.
Ketika melewati kelas Khanza, Lintang tampak cuek melewatinya. Bukan seperti biasanya yang membuat ketiga temannya heran.
"See, kalian lihat kan?" Boy menginginkan ketiga kedua temannya jika tebakannya benar.
"Gw yakin lo lagi main hati Lint. Awas aja lo sampai nyakitin Khanza. Gw orang pertama yang akan belain dia,"monolog hati Boy sambil matanya menatap punggung Lintang yang kian menjauh.
****
Sementara itu setelah mendengar informasi dari Adi, Salsa menyusul ke toilet.
"Gw aja gak enak makan sendirian di kantin,gak tahunya lo jalan ma Adi Za,"gumam Salsa sepanjang dia berjalan di lorong kelas menuju toilet. Segera saja dia memasuki toilet, menengok tiap bilik toilet,memastikan apa ada orang didalam.
__ADS_1
"Kayaknya gak ada deh si Khanza,"monolog Salsa. Kenapa gw telpon anaknya aja yak?" Salsa menepuk keningnya menyadari kebodohannya sendiri.
Salsa kemudian menekan deretan angka yang sudah dia hafal diluar kepala.
Memanggil,,,
Tak lama telpon tersambung.
[ Hallo Za Lo dimana? ]
[,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,]
[ Apa? UKS? Lo sakit? ]
"Sialan,kenapa gw lupa yak,"gerutu Salsa sambil berjalan ke luar toilet.
Arah ruang UKS sedikit berbelok dari toilet tadi. Dengan langkah lebar Salsa menuju ruang UKS.
Akhirnya tiba Salsa diruang UKS. "Ini gw langsung masuk aja kali yak?"gumam Salsa didepan pintu coklat ruang UKS. Dia kemudian menekan handle pintu sambil mendorongnya pelan.
Terlihat semua tirai penutup bed tertutup kecuali bad paling pojok.
"Pasti si Khanza disana,"gumam Salsa sambil melangkah ke bilik yang dia tuju.
__ADS_1
Srettt,,,Salsa membuka tirai bed UKS dan terlihat Khanza sedang asik makan roti.
"Sialan Lo,gw mah tadi ke toilet nyusul lo Za. Gak tahunya Lo disini." Omel Salsa sambil mengerucutkan bibirnya.
Khanza merings mendapat Omelan Salsa,"maaf yak!". Khanza menakupkan kedua tangannya di dada sambil memasang puppy eyes.
"Bisa banget bikin gw jadi gak marah."
"Hehe,,,"cengir Khanza. Btw Lo cepet banget dari kantinnya Sa?"
"Males gw disana sendirian."
"Dikantin sepi?"
"Ya elah Za,masa gitu aja gak ngerti sih!"cebik Salsa.
"Haha,,,."
Kali ini Salsa memasang wajah serius agar Khanza tidak menanggapi omongan nya dengan bercanda lagi.
"Tadi kata Adi lo jalan bareng dia yak? Terus kata dia lagi Lo kabur ke toilet karena hindarin Lintang."
Nampak wajah gelisah ditampakkan Khanza saat Salsa berbicara seperti itu. Namun untuk ngomong jujur pun Khanza masih enggan.
__ADS_1
"Lo lagi ada masalah apalagi sama Lintang?"