
"Ya udah iya ayo!"ajak Lintang karena tak tahan sikap menggemaskan Khanza.
"Kamu duluan aja,aku sama Salsa aja ke kelasnya."
"Astaga Khanza hidup kamu ribet banget ya,tapi masih aja ngurusin apa pendapat orang"Lintang sedikit kesal karena Khanza yang tidak ingin jalan berdua bersama menuju kelas mereka masing-masing.
"Ya udah kamu jalan duluan,aku jalan dibelakang kamu,gak akan ajak ngobrol apalagi pegang-pegang tangan kamu?"ucap Lintang pada akhirnya mengalah.
Tak banyak berkomentar,langsung saja Khanza berdiri dan menghampiri meja Salsa.
"Yuk Sa,kita ke kelas!"ajak Khanza pada Salsa yang sejak tadi memang sudah menunggu Khanza selesai 'urusan' dengan Lintang.
"Dah pacaran nya?"ejek Salsa.
"Ih apaan sih Sa,kita tuh cuma makan bareng ,masa segitu aja dibilang pacaran"protes Khanza.
"Oh ya?makan bareng plus-plus itu sih! Pegangan tangan dikolong meja,haha!"
__ADS_1
Blush,pipi Khanza merona mendengar pengakuan Salsa yang ternyata mengetahui peristiwa tersebut. Dia sudah tidak berkutik lagi,karena menyangkalpun percuma,Salsa nanti akan semakin mengejeknya.
"Dah yuk langsung ke kelas,bentar lagi masuk"ucap Khanza pura-pura tak mendengar ucapan Salsa setelah sebelumnya menetralkan diri dari rasa malu dan langsung meninggalkan Salsa yang baru saja akan berdiri.
Salsa memutar matanya karena Khanza tidak menanggapi ocehannya."Tungguin Za!"ucap Salsa mengejar Khanza dengan langkah lebar.
Khanza terus berjalan tak menggubris teriakan Salsa,namun dia memelankan langkahnya agar dia bisa menyamai dengan langkah lebarnya itu.
"Za,tadi waktu lo lagi makan berdua,'si Mantan Wakil' itu ngelitin mulu tau,mana sinis banget"lapor Salsa dengan sedikit memelankan suaranya.
"Za kok lo diem aja sih?minimal komen apa kek gitu!"protes Salsa karena merasa dicueki Khanza.
"Trus aku harus komentar apa Salsa!"ucap Khanza dengan menekan intonasi bicaranya.
"Komen apa kek! "masa Sa? "Oh ya?" apa gitu! gak asik ah lo sih!"
Khanza malah tersenyum mendengar protesan Salsa. "Biarin aja dia natap aku kayak apa juga,kan dia yang punya mata."
__ADS_1
"Itu baru pacar aku!"samber Lintang yang sedang berjalan dibelakang Khanza dan Salsa.
Tubuh Khanza menegang mendengar pujian dari Lintang,dia lupa jika dibelakangnya ada Lintang yang mengekorinya sejak dari kantin.
"Eh Lintang!"ucap Salsa tak enak karena telah ketahuan sedang membicarakan dirinya. Dia tidak tahu ternyata ada Lintang dibelakangnya mereka(dirinya dan Khanza. "Za!" Salsa sikut lengan Khanza. "Lo gk ngomong sih kalo ada Lintang dibelakang kita!"
Khanza meringis mendengar omelan Salsa karena dia sendirinya juga lupa jika ada Lintang dibelakang mereka. "Aku juga lupa Sa!"
"Tau ah! "Salsa sepertinya ngambek kali ini. Dia meninggalkan Khanza,jalan duluan.
"Temen kamu ngambek tuh!"ucap Lintang diabelakang Khanza sedikit mengikis jaraknya tapi tidak terlalu menempel. "Siapa sih yang dimaksud temen kamu itu?"tanya Lintang. "Astrid ya?"tebak Lintang karena dia mendengar clue kata 'mantan wakil' .
"Gak tahu!"ucap Khanza langsung meninggalkan Lintang.
Apa benar yang dikatakan Khanza kalo Astrid menaruh penasaran sama gw?batin Lintang.
Lintang hanya memandang datar Khanza ketika meninggalkan dirinya hanya gara-gara dia bertanya jika yang dimaksud Salsa adalah Astrid.
__ADS_1