Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 36


__ADS_3

"Selamat pagi anak-anak!


"Pagi pak,,,,


"Bagaimana kabar kalian hari ini,gimana weekend kalian menyenangkan? Kalau menyenangkan siap belajar dong hari ini. Tapi kalo weekend nya suram tetap harus siap belajar ya anak-anak,hahah!"


Itulah kalimat pembuka pak Panji guru olahraga yang dikenal siswa-siswa nya asik,baik dan gaul.


"Khanza,,,,!


"Khanza,,,,!


"Za !lo dipanggil pak Panji tuh"Salsa menyikut lengan Khanza yang sedang melamun itu. Karen sikutan itu akhirnya Khanza tersadar,dan kaget pak guru memanggilnya.


"Inilah contoh weekend yang sudah bapak sebutkan yakni apa anak-anak,,,?"


"Suram pak,,,


"Huh,,,,teriakan seketika terdengar mengejek Khanza.


Khanza rasanya seperti ingin menghilangkan wajahnya saking malunya ,apalagi di sindir oleh guru didepan kelas. Yang dapat Khanza hanya tertunduk menahan malu.


"Sudah-sudah anak-anak! Bapak lanjutkan materi kali ini. Dan untuk Khanza tolong perhatikan materi bapak kali ini. Pikirannya jangan travelling ya. Fokus disini saja,atau sekalian fokusin bapak juga tidak apa-apa kok "ucap pak Panji mencairkan suasana tegang dan rasa malu yang dirasakan Khanza."


"Untuk materi semester 2 kali ini,banyak diisi materi olahraga berbentuk permainan yang bisa juga dijadikan pertandingan seperti permainan bola voli,bola basket dan softball."


"Nah karena kalian sudah kelas 3 dimana akan ada ujian akhir dimana untuk mata pelajaran olahraga penilaian diambil dari 2 nilai,yakni praktek dan ujian materi.


"Karena bapak sedang keperluan nanti siang yang tidak bisa dicansel jadi bapak akan menggabungkan kelas kalian dengan kelas mipa2. Terserah kalian mau materi atau lansung praktek. Untuk kelas mipa2 mereka sepakat memilih olahraga praktek saja,kalau kalian bagaimana?praktek atau materi?"


"Kalo materi bagaimana pak?kan katanya tadi akan digabung dengan kelas mipa2?"tanya Adi ketua kelas.


"Ya seperti tadi sudah bapak jelaskan jika bapak ada keperluan sementara untuk kelas mipa2 sendiri memilik olahraga praktek saja,maka jika kalian memilih teori maka akan bapak beri tugas mencatat materi olahraga yang akan kita praktekkan."


"Yah,,,kalo gitu saya pilih praktek saja pak,"ucap salah satu murid.


"iya praktek aja!


"bener pak praktek aja!


"iya pak praktek aj!


Begitulah sebagian jawaban murid-murid yang ingin mereka melakukan praktek olahraga saja. Sungguh jika memilih teori berarti mereka harus mencatat,kegiatan yang menurut mereka membosankan .


"Ya itu sih terserah kalian,bapak ikut saja kalian,mau ikut ke pelaminan juga hayu,"ujar bercanda. Tapi pastikan jika kalian memilih praktek berarti kalian memang sudah sedia baju olahraganya."


"Kalo yang gak bawa baju olahraga bagaimana pak?

__ADS_1


"iya pak gimana itu?


"berarti kita harus mencatat dong pa dikelas?


"iya pak!


"Itu sih derita lo,"celetuk salah satu siswa.


"Nah nti tahu,"jawab guru.


"Ya pak berarti tetep nulis dikelas dong pa!


"Iya pak males banget kalo cuma berapa biji orang mah dikelas.


"Sudah-sudah jangan ribut,biar lebih adilnya,untuk kalian yang tidak membawa baju olahraga tidak perlu mencatat tapi syaratnya kalian tetap ikut kelapangan walaupun cuma jadi suporter saja. Tidak boleh tinggal dikelas."


"Baik pak!


"Yes!


"Asyik bisa tepe-tepe(TP\=tebar pesona) sama kelas mipa2"celetuk salah satu siswa.


"Lintang,,,Lintang,,,"jawab siswi yang lain.


Deg,,,Khanza meringis mendengar mereka menyebut-nyebut nama Lintang. Selain siswa populer di kelasnya,dia juga siswa terpopuler di sekolah. Tampan,pintar,terbilang cukup walaupun ramah untuk ukuran anak orang kaya.


"Kalian berbaris sesuai kelas kalian ya!


"Iya pak!


"Baik pak!


"Baik Pak!


"Kalo gitu bapak langsung tinggal kembali ke kantor jika kalian sudah siap panggil bapak nanti di kantor ya!"


"Za lo bawa baju olahraga?"tanya Salsa.


"Gak,soalnya saya pikir hari ini giliran teori"jawab Khanza.


"Sama dong,gw juga gak bawa baju olahraganya. Ya udah yuk kita langsung aja ke lapangan,disini juga nanti dipakai cowok-cowok ganti baju.


"Tapi masih lama Sa,panas disana!"


"Ya nunggu nya jangan di pas lapangan,kita ditribunnya,nah kalo pak Panjinya dah kita baru turun."


"Ya udah deh ayo!

__ADS_1


Khanza dan Salsa pun meninggalkan kelas menuju lapangan lapangan outdor sekolah.


"Tuh kan bener, belum banyak yang dateng,kamu sih Sa kecepatan dateng nya."


"Ya gak papa sih Za,sambil cuci mata aja ma yang bening-bening anak mipa2. Eh Lintang kan anak mipa2 kan tapi mana ya kok dia gak kelihatan ya!"


"Belum dateng kali Sa.


"Padahal gw pengen cepet-cepet kelapangan salah satunya pengen liat dia,hehe!"


"Dasar!"ucap Khanza sambil tersenyum.


"Tapi tenang aja Za,gw mah gak bakalan nikung kok,gw cuma mengagumi dari jauh aja,,haha!"


Lama mereka menunggu siswa-siswa lain yang akan turun kelapangan. Satu persatu mulai nampak ada beberapa yang sudah datang,baik itu dari murid mipa1 maupun dari mipa2.


"Eh,,,eh,,,Za Lintang tuh!"tunjuk Salsa kearah Lintang.


Khanza mengikuti arah tangan yang ditunjuk oleh Salsa.


Deg


Lagi-lagi Khanza melihat Lintang jalan berdua dengan Astrid,nampak dekat sekali. Bukan dia berprasangka buruk akan kedekatan mereka. Tapi cara orang menilai pun mereka seperti memiliki hubungan lebih. Lantas apa maksud nya tadi dia (Lintang) mengakui dirinya ceweknya sementara dia sendiri sering bersama dengan Astrid bukan sekali dua kali. Sedang untuk Khanza sendiri tidak jalan berdua tanpa disengajapun seakan tengah melakukan kesalahan.


"Apa mau Lin,begini yang kamu maksud masih mengakui aku sebagai pacar kamu,sedang kamu sendiri sering jalan berdua dengan dia,sementara aku yang hanya cuma kebetulan jalan berdua dengan Adi kamu langsung tidak terima,"monolognya.


Adi baru datang dari kelas mendengar Salsa membicarakan bahkan menunjuk Lintang pada Khanza. Dia yang tahu anak-anak mipa1 telah berkumpul semua di lapangan bermaksud meminta Khanza menemaninya ke kantor untuk melapor pada pak Panji berharap Lintang melihatnya jalan berdua dengan Khanza.


"Khanza!!"panggil Adi mengencangkan suaranya dengan sengaja. Anter gw yuk ke kantor lapor ke pak Panji kalo kelas dah siap semua."


Dan Adi berhasil menyita perhatian Lintang dibawah tribun karena dia sempat menolehkan kepalanya sesaat untuk kemudian menengok kearah Khanza kembali.


Dengan tersenyum smirk dia berkata"lihat Lin gw bisa dapetin Khanza".


"Kok sama saya Di?kenapa gak sama Wina aja wakil kelas?"ucap Khanza yang heran mengapa Adi mengajaknya untuk menemani nya ke kantor


"Iya gak papa,gw kurang deket sama si Wina soalnya. Mau ya! ya!"mohon Adi dengan poppy eyesnya.


"Hmmm,,, Khanza ingin menjawab tapi,,,,


Bersambung


Mohon dukungannya dengan like, vote dan komen.


Love You


Author

__ADS_1


__ADS_2