Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 65


__ADS_3

Malam harinya


Khanza Pov


"Besok Prasta jemput gak ya? Tapi sampai jam segini dia belum mengirim pesan sama sekali,apa aku harus mulai duluan?"


Pov end.


Waktu menunjukkan pukul 9 malam lewat 30 menit,tapi Khanza sepetinya masih menunggu kabar dari Lintang,apa dia akan menjemputnya atau tidak besok pagi.


Iseng Khanza membuka room chat bersamanya dengan Lintang,dan terlihat jelas jika orang yang sedang dia intip sedang online.


"Dia online,tapi kok gak ng chat aku yak?"batin Khanza bertanya-tanya.


"Haruskah aku yang mulaiin dluan?"batin Khanza bimbang.


Setelah menimbang-nimbang akhirnya Khanza tidak jadi mengirim pesan pada Lintang lebih dulu. Hingga akhirnya dia tertidur dengan ponsel yang masih digenggamnya ditangan.


***


Khanza tiba di meja makan sebagai orang yang terakhir.


"Ayo sayang sarapan,"ucap Ibu lalu menyendokkan nasi uduk beserta lauknya,tak lupa pula kerupuk udangnya.


"Wah Ibu masak nasi uduk yak?"ucap Khanza mengangkat piring yang disodorkan Ibunya lalu menciumnya aroma nasi berbumbu khas wangi kencur itu.


"Iya sayang,tetiba Ibu ingin membuat sarapan nasi uduk,kebetulan bahan-bahanya ada didapur,langsung eksekusi deh tadi pagi."

__ADS_1


"Enak bu,nasi uduk buatan ibu"puji Abyan dengan mulut penuh dengan nasi uduk itu.


"Kalo ngomong habisin dulu makanan yang ada didalam mulut,"ucap Ayah.


"Tau,gak sopan tau dek,"ucap Andre ikut berkomentar.


"Jorok juga tau!"kesal Khanza.


"Sudah-sudah! Kok jadi bertengkar sih didepan rejeki"ucap Ayah menengahi.


"Kakak tuh Yah,,,"ucap Abyan tidak terima.


"Sama saja,sudah dimakan nasi buatan ibu."


"Siap Bu!"ucap Ayah,Abyan dan Khanza.


"Memang kenapa ka kalo hari kerja?"tanya Khanza.


"Om takut ngantuk,"jawab Andre nyengir.


"Oh,,,!"ucap Khanza dengan memonyongkan bibirnya.


Selang beberapa menit,mereka telah menyelesaikan sarapan dengan kali ini nasi uduk sebagai menu sarapannya.


"Ayuk Za!,"ajak Andre yang telah memakai sepatu pantopelnya.


Khanza mengerutkan keningnya,apakah akan menerima ajakan omnya atau tidak. Tapi jika tidak berangkat bareng dengan omnya,lalu dia akan berangkat dengan siapa,sedang Lintang belum ada kabar nya sama sekali.

__ADS_1


"Bentar ya ka! Khanza ambil tas dulu dikamar"ucap Khanza pada akhirnya menerima ajakan om nya itu daripada dia naik angkot. Menunggu Lintang yang sejak semalam belum ada kejelasan apakah akan menjemputnya atau tidak.


***Sampai disekolah.


"Makasih tumpangannya ya kak!"ucap Khanza setelah mereka sampai disebelah pintu gerbang sekolah,namun mata Mutia sesekali menerawang,mencari seseorang.


"Sama-sama dek! Lagi cari apa sih kakak perhatilan mata kamu kemana aja dek?"tanya Andre sambil menaruh helm yang pakai Khanza digantungan depan.


"Gak lihat apa-apa om,ini Khanza mau cari barengan ke kelasnya"jawabnya beralasan.


"Om berangkat dulu yak dek!"


"Makasih ya Om,"ucap Khanza melambaikan tanganya saat Andre meninggalkan sekolahnya.


"Belum datang kali yak dia?"batin Khanza bertanya-tanya masih sesekali memperhatikan para siswa yang baru saja tiba dipintu gerbang.


"Eh Za,bengong aja"ucap Salsa menepuk pundak Khanza dari belakang,karena Salsa datang dari arah belakang Khanza setelah turun dari angkot.


"Astaga Salsa,ngagetin aja!"ucap Khanza terkaget karena pikirannya sedang memikirkan sesuatu.


"Lagian elo,gw perhatiin dari tadi lagi celingak celinguk aja,cari apa sih?


"Apaan sih,enggak ah!"sangkal Khanzaa gugup.


"Bohong,,,pasti lo lagi nungguin Lintang yak?"goda Salsa sambil menaik turunkan alisnya.


"Ih apaan sih!"sangkal Khanza lagi namun wajahnya sudha merona tidak bisa menutupi kebohongannya.

__ADS_1


__ADS_2