Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 76


__ADS_3

Lintang akhirnya pergi meninggalkan Khanza karena menolak ajakannya untuk mengobrol diluar. Khanza langsung masuk kedalam bahkan Lintang baru masuk kedalam mobilnya.


"Loh Za,Lintangnya mana?"tanya Salsa ketika Khanza baru saja membuka pintu kamarnya.


"Udah pulang,"jawab Khanza malas.


"Bentar amat,ngobrol apaan aja?"kepo Salsa.


Khanza tidak menanggapi omongan Salsa. Dia ikut merebahkan tubuhnya diatas kasur Salsa.


Salsa duduk seketika dengan kaki bersila,"ih Za kok dijawab sih pertanyaan gw."


"Gak ada yang menarik. Udah gitu aja dia jelasinnya."


"Emang dia kenapa katanya gak bisa jemput lo ditambah ternyata dia gak sekolah tadi pagi?"


"Lupa katanya,"jawab pelan Khanza.


"Ha?"Salsa sampai mendekatkan telinganya mendengar jawaban Khanza.


Khanza memutar matanya karena keterkejutan Salsa entah karena apa.


"Coba lo ulang lagi apa barusan lo ngomong?"tanya Salsa sekali mendekatkan telinganya.


"Dia jawabnya lupa Salsa,"ucap Khanza dengan menekan ucapannya.

__ADS_1


"Dih bohong banget. Lo percaya gitu?"


Khanza mengendikkan bahu serta mencebikkan bibirnya sebagai jawaban nya.


"Terus lo iyain aja gitu apa kata dia? Lo percaya?"


"Menurut lo Sa?


"Kok nanya balik sih!"


"Kalo lo jadi gw percaya gak?"tanya Khanza.


"Yak enggaklah. Gak percaya gw. Masa kasih jawaban gitu amat. Yang kerenan dikit gitu,"ucap Salsa kesal.


"Yah itu yang gw rasain tadi."


Khanza geleng-geleng kepala.


"Astaga Za,lo jadi cewek lurus amat sih! Gemes gw sumpah. Kalo gw jadi lo,gw cecar tuh omongannya,"ucap Salsa berapi-api.


"Makanya gw males Sa nanggepinnya tadi. Anggap aja gw percaya."


"Terus dia nya?"


"Makanya dia pulang. Kecewa mungkin karena aku gak terlalu respon sama jawaban dia."

__ADS_1


Gw tahu juga Sa,Lintang tuh bohong. Nyembunyiin yang sebenarnya. Tapi gw pura-pura aja percaya.


"Dah lah lupain Za. Kita lihat sejauh mana besok dia sama lo."


"Hem,"jawab Khanza malas.


****


PoV Lintang


Kenapa gw bisa lupa yak kabarin Khanza kalo gw gak bisa jemput dia?


Mungkin gak ada telepon dari Toni gw akan terus gak kabarin Khanza.


Pesan gw berkali-kali gak dibalas. Jangan kan dibalas,dibuka pun engga. Apa dia lagi sibuk yak? Apa dia dah kecewa banget sama gw?


Kali gw coba telepon,tapi hasilnya nihil. Sama aja gak diangkat sama dia.


Kirim pesan lagi aja. Kali aja dia emang beneran lagi sibuk. Itu kata hati gw. Dan syukurlah kali ini pesan gw langsung dibaca sama dia. Langsung aja gw telepon dia. Uh! gak sabar banget gw pengen ketemu dia dan kebetulan banget dia lagi dirumah Salsa temannya,entah lagi keperluan apa.


Secepat kilat gw kerumahnya begitu Khanza mengirimkan alamat rumah Salsa.


Tapi begitu sampai dirumah Salsa dan ketemu Khanza,yang gw lihat raut wajah kayak B aja ketemu gw. Enggak ada kangen-kangennya sama gw. Padahal begitu gw denger cerita Toni seketika ge teringat wajah cantik nan lugu Khanza.


Entah mengapa bibir ini rasanya kelu menceritkan yang sebenarnya,kenapa gw gak jemput dia dan gak masuk sekolah tadi pagi. Yang keluar dari bibir ini justru lain dari yang sebenarnya. Dan gak kenapa gw jadi bohong yak jawabnya.

__ADS_1


Dan anehnya Khanza menerima saja alasan yang gw berikan. Dia percaya gak yak?


__ADS_2