
Minggu pagi di kediaman keluarga orangtua Khanza. Semua telah bersiap memulai aktifitas masing-masing.
"Pagi semua!"sapa Khanza yang akhir ketika semuanya telah berkumpul di meja makan.
"Pagi!"jawab semua anggota keluarga termasuk Andre. sang paman.
"Tumben kamu dek,datangnya belakangan?
"Biasa ka,perempuan mah kalo mau berangkat mesti touch up dulu.
Ibu yang mendengar jawaban anak gadisnya hanya geleng-geleng kepala.
"Sudah cepat makannya,nanti keburu telat loh!"Ibu mengingatkan.
" Apa yang touch up ,b aja tuh hasilnya"celetuk Andre.
"Ih kakak Khanza dah cape-cape ya dandan,masa dibilang b aja" protes Khanza memukul-mukul pelan pundak Andre.
"Iya,,,y,,,dah cantik anaknya ibu,puas!"ucap nya Andre berpura-pura kesal namun sebenarnya dalam hatinya memang mengiyakan. " Kamu memang cantik dek!"batinnya.
"Sudah-sudah ini kalian ya kalo dah ngumpul dah kayak kucing dan tikus gak pernah akur,"sela ayah.
"Tom dan Jerry versi orang dong!"samber Abyan.
"Khanza selesai! Lalu berdiri melangkah menuju kamarnya untuk mengambil tas sekolahnya.
"Berangkatnya bareng dek,tunggu kakak! Andre menyudahi sarapannya karena melihat Khanza telah bersiap pergi sekolah.
"Ayah juga,ayo Byan segera bersiap,ayah tunggu didepan.
"Hah,,,ibu mengambil nafas pendek,"sendiri lagi deh ibu"gumamnya.
"Sabar bu,sore ayah sudah dirumah,haha!
"Kakak memang gak telat nanti kalo harus anterin Khanza dulu?
"Gak dek,lagian juga searah. Kita juga bisa ngebut nanti"bisik Andre.
"Ih kakak gak boleh ya,nanti bisa celaka!"
"Apa yang celaka?"samber ayah.
"Itu ayah maksudnya bisa celaka kalo sampai telat ke sekolah,makanya harus buru-buru berangkat. Ayo kak!
"Eh iya,,,Andre merasa tidak enak mendengar Khanza yang berbohong menyelamatkan dirinya.
"Khanza pamit ya Yah! Ibu,,,,Khanza berangkat!
"Astaga Khanza ibu didalam,samperin atuh nak!"
"Hehe,,,maaf Yah!
"Ada apa ini Yah?
"Iya bu Khanza pamit ,Assalamualaikum!
"Waalaikumsalam"jawab dan ibu bersamaan.
"Anak mu bu,dah besar tapi kelakuan masih saja seperti anak kecil,"ucap ayah geleng-geleng kepala.Kalo gitu ayah juga berangkat ngajar. Abyan ayo berangkat!
"Iya ayah.
__ADS_1
***
"Kamu nanti pulang sore ya dek? jam berapa kira-kira pulangnya?"
"Belum tahu ka,Khanza liat kondisinya dulu ka,jadi belum tahu kira-kira pulangnya jam berapa,kenapa ka?"
"Ya kalo waktunya keburu,kakak bisa jemput dek!
"Kayaknya gak deh. Dah gak apa-apa kak Khanza pulang sendiri aja.
"Tapi kalo ada apa-apa kabarin om ya!
"Siap om! Cepet banget ya om,dah sampai aja."
"Makasih ya om. Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!
"Hati-hati ya ka! Dah!"
"Siap sayang!
Blush,,,pipi Khanza merona mendengar kata 'sayang' yang diucapkan omnya walaupun dia tahu apa yang diucapkan hanya candaan.
Karena malu ketahuan pipinya merona Khanza berbalik badan meninggalkan omnya yang dia tahu sedang tersenyum itu.
"Khanza,,,Khanza,,,
Sepanjang lorong menuju kelas senyum Khanza masih terbingkai di wajahnya namun senyum lenyap ketika dia berpapasan dengan Lintang.
Khanza tidak menghindar tapi tidak juga mengindahkan saat berjalan berpapasan dengannya.
"Za,,,Khanza,,,!! Khanza menengok melihat siapa yang memanggil namanya.
"Buru-buru amat perasaan masih pagi.
"Masa? Khanza melirik jam tangannya.
"Masa!(gaya bicara alif cepmek)
"Kamu nanya?"Khanza menirukan gaya alif Ceklek juga.
"Haha,,,tawa Adi dan Khanza bersamaan.
Dibelakangnya Lintang melihat tertawa bersama seakan tidak beban ,darahnya seolah seakan mendidih.
"Khanza,,,"geram Lintang dalam hatinya.
"Khanza,gw mau bicara sama lo!
Deg,,,Kok sakit ya dia berkata gw lo, "batin Khanza.
TET,,,, bel masuk berbunyi.
Khanza meninggalkan Lintang yang ingin berbicara dengannya,tak memberi jawaban padanya.
Khanza,,,!!!
"Sorry bro,kita masuk kelas dulu.
"Gw gak ada urusan sama lo,"sela Lintang.
__ADS_1
"Lo gak denger suara bel barusan?budek lo?"
Dengan gerak cepat tak perduli omongan Adi,Lintang menarik paksa tangan Khanza.
"Lepas!Khanza menyentak tangannya agar terlepas dari cengkeraman tangan Lintang.
Lintang tak perduli permintaan Khanza yang meminta tangannya untuk dilepaskan. Dia terus saja membawa Khanza pergi.
Adi yang kasihan melihat Khanza diperlakukan demikan akhirnya memutuskan menyusul meraka.
"Minggir!,"ucap Lintang pada Adi yang menghadang dirinya.
"Sorry to say ya bro,Khanza itu warga kelas gw. Gw sebagai ketua kelas wajib melindungi warga kelas gw. So lepasin tangan Khanza bro.
"Jangan campur urusan gw,lo tahu kan siapa Khanza?Dia itu cewek gw!"
"Iyakah? bener itu Khanza?"Adi bertanya pada Khanza menanyakan kebenarannya.
Khanza menggeleng pelan namun dia ragu akan tindakan nya sendiri.
"See?lo liat sendiri kan jawaban Khanza,dia gak merasa jadi cewek lo. PD banget lo ngaku-ngaku.
Akhirnya Lintang mengendurkan cengkramannya. Tak lama cengkeramannya tangan itu terlepas. Dia menengok kebelakang menatap wajah Khanza dengan tatapan kecewa.
Setelah drama Lintang dan Khanza telah selesai,Adi meninggalkan mereka berdua. Karena baginya jawaban pengakuan Khanza sudah jelas baginya.
Khanza dan Lintang masih sama-sama terdiam tanpa sepatah kata pun keluar dari bibir mereka. Dengan mengepalkan kedua tangan nya Lintang meninggalkan Khanza.
"Nanti kita bicarakan lagi ini setelah jam istirahat, "putus Khanza karena tidak tega melihatnya. Lalu dia pun kembali kekelasnya.
Khanza melangkah lesu menuju kelas,rasanya seakan tak bernyawa.Teman sebangkunya Salsa pun sampai heran melihat tingkah temannya itu.
"Eh Za dateng-dateng dah bengong aja lo! Za? hellow! Salsa sampai melambaikan tangannya diwajah Khanza karena dia masih saja bengong padahal Salsa telah mengajaknya mengobrol.
Khanza mengerjap tersadar dari lamunannya . "Ya kenapa Sa?"Dia menanyakan Salsa setelah tersadar."
"Parah lo,masih pagi dan ngelamun.Ngelamuni apa sih emang,"kepo Salsa.
"Ah bukan apa-apa kok memegang tangannya yang baru terasa sakit.
"Kenapa tangan lo itu Za,"tanya Salsa karena melihat Khanza mengusap-usap pergelangan tangannya.
"Gak kenapa-napa kok.
"Coba sini ya periksa,"penasaran Salsa karena Khanza menyembunyikan tangannya kebelakang punggungnya setelah ditanyai olehnya.
"Gak apa-apa kok ,swear!"ucap Khanza sambil memaksakan senyumnya.
"Aneh lo,orang gw perhatiin lo meringis gitu kayak kesakitan gitu. Terserah lo deh,kan lo yang rasain."
Khanza tersenyum simpul mendengar ucapan Salsa merasa senang temannya perhatian padanya. Namun tak lama senyumnya pudar teringat kembali apa yang terjadi barusan di lorong kelas. "Benarkah apa yang ku lakukan tadi,"batin Khanza.
"Hadeuh ngelamun lagi nih anak,dah lah terserah lo aja Za,ntar kalo guru masuk kelas lihat lo kayak gini kena semprot lo!"
Dari jauh Adi memperhatikan tingkah polah Khanza. "Gw tahu lo Za berbohong tadi waktu ngomong sama si Lintang,tapi bagus deh dengan begitu anggap aja lo dah putus dari tuh cowok,"monolog Adi sambil tersenyum smirk.
Bersambung
Mohon dukungannya dengan like, vote dan komen diakhir babnya ya!
Love You
__ADS_1
Author