Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 101


__ADS_3

Gadis kecil yang bersembunyi dibalik tubuh Nyonya Prayoga perlahan menampakkan dirinya dihadapan Khanza. Dengan senyum malu-malu gadis kecil itu memperkenalkan dirinya. "Hayo,namaku Naula Tante."


Khanza tersenyum mendengar jawaban dari gadis kecil dihadapan nya yang mengaku bernama Naula yang sudah bisa dia tebak nama sebenarnya adalah Naura.


"Jangan panggil Tante dong sayang, panggil nya Bu guru," Khanza menjelaskan dengan sabar pada Naura.


Naura menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum manis.


Ny. Prayoga selaku Nenek Naura merasa terharu karena cucunya yang pendiam mulai bisa berinteraksi dengan orang asing. Keputusan benar menyekolahkan Naura di TK/TB Ceria Terpadu setelah beberapa kali keluar masuk sekolah sejenisnya namun cucu nya tersebut selalu mengeluh tidak betah.


Khanza menegakkan tubuhnya tapi tetap melihat pada Naura.


"Naura mau lihat kelas Naura?"


Dengan anggukan cepat, Naura memberikan jawaban Khanza.


"Let's go,"ajak Khanza sambil menggandeng tangan mungil Naura.


Disepanjang perjalanan menuju kelas bermain, Khanza mengajak Naura mengobrol, tentunya pertanyaan yang diajukan Khanza adalah pertanyaan yang sederhana yang masih dalam pikiran seusia Naura.


"Oke,dah sampai," Khanza berucap semangat begitu sampai didepan kelas Melati, kelas yang dia pegang saat ini.

__ADS_1


Begitu masuk kedalam kelas Melati, Khanza dan Naura disambut suara khas anak-anak balita, ada yang tertawa, berteriak bahkan ada juga suara rengekan maupun pertengkaran kecil sesama teman sekelas karena berebut mainan yang dikeluarkan jika jam istirahat tiba.


"Selamat siang anak-anak!"


Atensi para siswa teralihkan begitu mendengar suara guru mereka.


" Bu guyu,,,,"


"Bu Guru,,,,"


Suara balasan sapaan dari para murid terdengar ada yang sudah bisa mengucap huruf r tapi banyak juga yang masih cadel dalam pelafalan huruf r.


"Ayo duduk yang rapih anak-anak. Bu guru ada teman baru loh! Siapa yang mau kenalan?" Khanza mengacungkan tangan.


"Aku Bu gulu,,,"


"Saya bu guru,,,"


Suara antusias para murid kelas Khanza menyambut Naura yang akan menjadi teman baru mereka dikelas Melihat.


"Baik, Bu guru perkenalkan yak? Namanya Naura,,,"

__ADS_1


Khanza memperkenalkan Naura sebagai perwakilan karena menilai anak muridnya itu masih nampak malu-malu. Sifat awalnya sudah kembali seperti pada saat tadi dikantor ruang guru.


Sebagai Guru Taman Kanak-kanak, Khanza sedikit bisa menilai karakter tiap-tiap murid-muridnya termasuk Naura yang mempunyai sifat pemalu.


"Bu guru,,,kok Naura nya kok gak kenalin sendiri sih?"tanya salah satu murid laki-laki dikelas Melati.


"Bu guru dulu yang wakilin yak Austin, nanti kalo dah lama, Naura mau kok bicara didepan kelas." Khanza menjelaskan sekiranya yang mudah Austin terima sebagai salah satu murid yang cukup kritis dikelasnya.


"Yah gak seru."


"Iya,gak seru."


"Iya Naula gak acik jadi temen,"celetukan beberapa murid Khanza menilai singkat Naura.


Naura yang merasa teman-teman barunya tidak menyukainya seketika wajahnya kembali murung.


"Aduh ke model semula lagi,"monolog dalam hati Khanza. Susah payah dia menjaga mood Naura, kini menjadi sepertinya down kembali.


"Hm,,, anak-anak, Naura cuma malu aja kok, tapi kalo diajak bermain dia pasti mau kok!" Khanza tersenyum kearah Naura, membesarkan hatinya.


"Baik sekarang Naura mau kembali ke bunda atau belajar bareng teman-teman?"

__ADS_1


Naura tampak memikirkan tawaran yang diberikan guru barunya itu. " Belajal aja deh bu gulu."


"Pinternya anak Ibu,,,"


__ADS_2