
"Woi Za,ngelamun aja perasaan dari tadi gw perhatiin,"ucap Salsa teman sebangku Zahra.
"Apaan sih Sa,enggak ah!"ucao Khanza mengelak.
"Mikirin Lintang yak yang dari pagi belum keliatan batang hidungnya?"
"Sok tahu ah kamu!"
"Iya deh terserah! Btw nanti lo ikut kan PM(Pendalaman Materi)?"
"Ikutlah,masa enggak,kenapa emangnya Sa?"
"Gak apa-apa sih nanya aja,nanti pulangnya bareng yak!"
"Iya!"
"Tapi engga deh,lo kan biasa nya dianter pulang Lintang."
Khanza memutar matanya mendengar ucapan Salsa yang plin plan.
"Gimana mau pulang bareng,dari pagi aja dia belum kelihatan sama sekali,bahkan kabarnya pun dari semalam,cuma status nya aja yang tampak online,"batin Khanza bermonolog.
Skip jam pelajaran berlangsung.
**suasana ketika jam istirahat.
"Jajan yuk Za!"ajak Salsa.
"Bentar Sa,"jawab Khanza yang sedang merapihkan buku tulis dan buku paketnya,dikumpulkan menjadi satu dan ditaro didalam laci meja belajarnya.
__ADS_1
"Habis lulus ini lo mo lanjutin kemana Za?"tanya Salsa.
"Kayaknya waktu itu kamu dah pernah tanya deh Sa,"ucap Khanza.
"Masa sih? Ah enggak ah,gw belum pernah tanya,kapan?"
"Apa author yak yang lupa,haha!"ucap Khanza tertawa kikuk.
"Dasar,jadi kemana mo lanjutin kuliah Za?"
"Aku bercita-cita jadi guru Taman Kanak Kanak Sa atau PAUD deh!"jawab Khanza sambil tersenyum.
"Berarti lo suka sama anak kecil dong Za! Hebat banget lo Za cita-citanya,gak mudah loh ngajar anak-anak apalagi anak kecil,butuh kesabaran ekstta deh. Sekelas kita aja ada aja yang bikin keselnya guru."
"Gak tau Sa,entah kenapa aku seneng sama anak kecil gitu,seru kayaknya."
"PG TK,"jawab Khanza.
"Nah iya itu,kalo Lintang lo dah tau dia mau kuloah dimana?"
"Diluar negeri katanya,"jawab Khanza keceplosan lalu menutup mulutnya.
"Wah berarti kalian dah saling spill cita-cita dong yak?"ucap Salsa dengan senyum menggoda Khanza.
"Apaan sih Za!"jawab Khanza malu-malu. Waktu itu dia(Lintang) tanya-tanya aku mau kuliah dimana,terus aku ceritain aja kalo aku mau kuliah TK gitu,yah aku tanya juga dong dia mau kuliah dimana."
"Terus? Terus?"tanya Salsa semangat.
"Yah kan tadi kamu udah denger,kalo dia mau ngelanjutian kuliahnya di Luar Negeri.
__ADS_1
"Maksud gw ceritain apalagi,masa kalian cuma cerita tentang rencana kuliah aja sih,kali gitu sekalian ngobrolin rencana masa depan kalian."
"Apaan sih Sa?"ucap Khanza menutupi obrolan mereka waktu itu. Tidak mungkin dia mwnceritkan rencana masa depan setelah mereka berpisah nanti. Lagipula bagi Khanza itu mungkin hal yang mustahil mereka,terutama Khanza yang merasa pesimis akan hubungannya dimasa depan.
"Ah gak asik lo Za,"ucap Salsa merajuk kali ini.
"Dah sampe nih kita,mau makan apa kamu Sa?"tanya Khanza mengalihkan ngambeknya Salsa.
"Gw bakso aja deh gw,"jawab Salsa yang nampaknya masih ngambek mode on.
"Ya udah kalo gitu aku yang pesenin yak! minumnya apaa?"
"Sekalian traktir yak?"
"Wah ngelunjak nih!"
"Hehe becanda Za! Ya udah kita pesen bareng-bareng aja yuk kedepan,"ajak Salsa.
"Ayuk!"ajak Khanza merangkul pundak Salsa menuju abang penjual bakso dan minuman.
"Hei Za!"sapa Boy salah satu teman Lintang.
"Hai!"jawab Khanza dengan sedikit senyum.
"Woi jangan godain Khanza,nanti Lintangnya marah loh!"ucap Tony.
"Santai,mumpung Lintangnya gak ada,"ucap Boy sambil memainkan alisnya tersenyum pada Khanza.
Khanza hanya membalas senyum Boy dengan senyum terpaksanya. "Jadi bener Lintang gak masuk?"batin Khanza.
__ADS_1